PENGERTIAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA

16 views

Secara garis besar rangkai­an elektronika dibagi atas dua golongan, yaitu rang­kaian analog dan rangkaian digital. Rangkaian analog bekerja dengan sinyal amplitudo dan frekuensi yang terus-menerus berubah terhadap waktu. Sistem analog muncul sebelum adanya komponen IC, sehingga ter­bentuk dari rangkaian komponen konvensional. Wa­laupun begitu sampai saat ini masih banyak peralatan elektronik dan telekomunikasi yang mengolah dan mengirimkan informasi dalam bentuk analog. Misal­nya, pemancar radio dan televisi, pesawat penerima, bahkan sebagian besar jaringan telepon masih meng­gunakan sistem analog.

Pada sistem digital, sinyal yang dikirimkan tidak berbentuk kontinyu, melainkan berbentuk deretan pulsa dengan berbagai karakteristik. Pulsa-pulsa itu hanya mengenal dua kondisi, yaitu nol (tegangan ne­gatif) dan satu (tegangan positif). Setiap pulsa hanya mempunyai salah satu dari kedua keadaan itu. Per­alatan-peralatan yang menggunakan sistem digital, antara lain sistem telekomunikasi modern, komputer digital, voltmeter digital, kalkulator, jam digital, dan berbagai peralatan pengontrol.

Walau jenis rangkaian elektronika terbagi dalam dua jenis, fungsi dasar rangkaian tetap sama; yang berbeda hanya aplikasi rangkaiannya. Ada tiga fungsi utama rangkaian elektronika dasar, yaitu (1) sebagai penguat (amplifier) yang merupakan bagian dengan pemakaian banyak dalam aplikasi elektronika. Fungsi penguat untuk menguatkan sinyal masukan sehingga diperoleh sinyal keluaran yang merupakan kelipatan dari sinyal masukan. Penguat elektronik mengguna­kan catu daya. Penguat sederhana dapat diperoleh dari rangkaian transistor. Yang paling umum adalah pe­nguat operasional (op-amp), yaitu penguat dengan penguatan yang besar. Op-amp dapat diperoleh dari rangkaian analog saja, yalTu~3ehgan berbagai transis-, tor lepasan ataupun hanya dengan satu komponen di­gital (IC), misalnya 741. Dari sini terlihat, bahwa de­ngan menggunakan komponen digital selain diperoleh yang lebih tinggi juga diperoleh harga yang lebih murah. Karena dianggap sebagai rangkaian da­sar maka hampir semua peralatan elektronika mem­butuhkan penguat; (2) penyearah yang mampu meng­ubah catu daya bolak balik atau AC menjadi catu daya searah atau DC. Ada dua macam penyearah, yaitu pe­nyearah gelombang penuh dan penyearah setengah ge­lombang. Rangkaian penyearah menggunakan diode (tabung atau semikonduktor), namun untuk diode ta­bur0 dibutuhkan catu pemanas; (3) osilator, sejenis pei ; at yang memperkuat suatu sinyal yang kemu­dian diumpan kembali kepada diri sendiri untuk meng­hasilkan sinyal itu. Osilator berkaitan dengan frekuen­si, maka hampir semua peralatan elektronik membu­tuhkan osilator, terutama peralatan yang melibatkan keadaan periodik atau gelombang periodik. Misalnya osilator pada peralatan multimeter digital, penerima frekuensi radio, osiloskop, komputer, periferal kom­puter, dan hampir semua peralatan digital. Satu per­alatan tanpa osilator tidak dapat melakukan apa-apa atau hanya digerakkan oleh peralatan lain, maka da­pat dikatakan bahwa osilator merupakan satu unsur penting dalam elektronika, seperti halnya catu daya.

Walaupun digolongkan dalam dua jenis rangkai­an, dalam kenyataan aplikasi elektronika umumnya kedua jenis rangkaian digunakan secara bersama- ama. Misalnya dalam peralatan pengontrolan dengan menggunakan sebuah komputer sebagai pengontrol. Pada peralatan ini karena komputer menggunakan sistem digital, sedangkan keluaran peralatan elektro­nika yang dikontrol mungkin saja berbentuk analog. Untuk itu dibutuhkan sebuah rangkaian penghubung yang dapat mengubah bentuk rangkaian analog ke bentuk digital, juga pengubah dari digital ke analog untuk memperoleh bentuk keluaran kontrol dalam bentuk analog.

Umumnya orang tertarik pada ilmu elektronika atau cabangnya mula-mula karena rasa kagum dan ingin tahu cara membuat peralatan elektronika itu. Walaupun banyak cara untuk mencapainya, ada hal- hal dasar yang harus diketahui, seperti mengenai kom­ponen mulai dari perilaku dan pemakaiannya sampai bagaimana memilih komponen yang tersedia di pa­saran, juga pengetahuan mengenai fungsi dan jenis rangkaian. Dibutuhkan pula teknik merancang dan merakit rangkaian mulai dari penggambaran rangkai­an sampai penggunaan PCB. Selain itu dibutuhkan pengetahuan tentang penggunaan peralatan penunjang seperti alat ukur, solder, dan alat yang lain. Bagi yang telah berkecimpung di bidang elektronika, keinginan akan hal-hal praktis dan berkreasi merupakan suatu kebutuhan alami, maka tidak mengherankan jika elek­tronika dikatakan sebagai seni dan sekaligus ilmu pengetahuan.

Incoming search terms:

  • pengertian elektronika praktis
  • pengertian rangkaian elektronika
  • pengertian rangkaian elektronika praktis
  • elektronika praktis
  • apa yang dimaksud dengan elektronika praktis
  • pengertian elektronik praktis
  • rangkaian elektronika praktis
  • arti elektronika praktis
  • yang dimaksud elektronika praktis
  • rangkaian elektronika pengertian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *