Advertisement

PENGERTIAN RASA SAKIT KRONIS – Rasa sakit kronis dialami oleh jutaan orang Amerika, mengakibatkan kerugian miliaran dolar dalam hilangnya jam kerja dan penderitaan pribadi serta keluarga yang tidak terhitung (Turk, 2001). Penanganan medis tradisional jarang dapat membantu jenis rasa sakit ini. Untuk memahami rasa sakit kronis perlu dibedakan antara rasa sakit itu sendiri—yaitu, persepsi terhadap stimulasi nosiseptif (seperti dalam rasa sakit akut)—dan penderitaan serta perilaku yang mencerminkan rasa sakit. Penderitaan merujuk pada respons emosional terhadap nosisepsi dan dapat timbul meskipun tidak ada rasa sakit, misalnya ketika seseorang ditinggalkan oleh orang yang dicintai. Perilaku yang mencerminkan rasa sakit merujuk pada perilaku yang dapat diamati yang berhubungan dengan rasa sakit atau penderitaan, contohnya antara lain, erangan, menggertakkan gigi, mudah tersinggung, dan menghindari melakukan aktivitas (Turk, Wack, & Kerns, 1985). Penanganan rasa sakit kronis difokuskan pada penderitaan dan perilaku yang mencerminkan rasa sakit, bukan pada apakah orang yang bersangkutan benar-benar merasakan sakit. Para pasien biasanya harus dipandu untuk menetapkan tujuan realistis; kondisi bebas dari rasa sakit adalah sesuatu yang tidak mungkin. Titik beratnya adalah mengalahkan rasa sakit tersebut, berusaha mengatasinya dan bukan membiarkan seseorang menjadi lemah karenanya. Jika ditangani secara benar, hasilnya sering kali berupa meningkatnya aktivitas dan keberfungsian, yang kadang bahkan dapat mengurangi rasa sakit aktual yang dialami.

Contoh rasa sakit kronis yang diteliti dengan baik adalah rasa sakit pada punggung bagian bawah yang disebabkan kejang otot parah. Pada awalnya orang yang bersangkutan tidak mampu melakukan aktivitas selain naik turun tempat tidur. Rasa sakit akut itu merupakan sesuatu yang wajar. Seiring dengan berkurangnya kekejangan otot, dan jika tidak terdapat kerusakan lain, misalnya pada bagian di antara ruas-ruas tulang belakang, pasien disarankan untuk mulai bergerak secara lebih normal, melakukan peregangan, dan akhirnya mencoba berbagai latihan untuk memperkuat otot-otot yang mengalami kekejangan. Yang terpenting, harus berhatihati untuk tidak memaksa para pasien melakukan aktivitas di luar kemampuan tubuh mereka.

Dalam penelitian klasik tentang terasa sakit yang dilakukannya, Fordyce dan para koleganya (Fordyce, 1994; Fordyce dkk., 1986) menunjukkan kelebihan program medis behavioral dibanding tradisional dalam manajemen sakit punggung. Dalam program tradisional para pasien melakukan latihan dan jika -han- ya akan ditangani bila mereka merasa sakit; dalam program manajemen behavioral para pasien didorong untuk melakukan latihan yang telah ditentukan intensitasnya dalam waktu yang telah ditetapkan, meskipun mereka dalam kondisi sakit. Para pasien sakit punggung bawah juga diberi latihan relaksasi dan didorong untuk menganggap rasa sakit yang mereka alami sebagai kondisi mati rasa atau rasa gatal (Rybstein-Blinchik, 1979), yang merupakan prosedur restrukturisasi kognitif. Pesan implisitnya tampaknya adalah praktik kedokteran tradisional telah meremehkan kemampuan para pasien rasa sakit kronis (Keefe & Gil, 1986). Kesimpulan yang sering diperoleh dalam berbagai studi tersebut adalah peningkatan aktivitas memperbaiki kualitas otot, yang dapat mengurangi nosisepsi seiring berjalannya waktu dan bahkan mengurangi kemungkinan kekambuhan kejang otot pada masa mendatang (Frost dkk., 1998).

Dalam kajian terhadap berbagai studi mengenai penanganan rasa sakit kronis, Blanchard (1994) menyimpulkan bahwa pendekatan behavioral (pengkondisian operant) dan kognitif-behavioral yang ketat penting bagi penanganan efektif. Juga terdapat beberapa bukti bahwa biofeedbach terhadap ketegangan otot dapat efektif menghilangkan sakit punggung kronis dengan membantu para penderita melemaskan otot-otot punggung bawah sehingga mengurangi nosisepsi dari saraf pengindra rasa sakit pada ruas-ruas tulang belakang (Flor & Birbaumer, 1993). Memang rasa sakit dapat dirasakan berkurang jika relaksasi yang dikaitkan dengan jenis biofeedbach ini dapat menenangkan penderita dan memperbaiki moodnya.

Filed under : Bikers Pintar,