PENGERTIAN REDISTRIBUSI MURNI – Proses lain di mana barang disirkulasikan dalam masyarakat pra-kapitalis dikenal dengan redistribusi murni. Ketika redistribusi terjadi, produk digilir-kan dari satu rumah tangga ke sumber pusat dan kemudian dikembalikan lagi ke rumah-rumah tangga dengan cara yang sistematik. Redistribusi berbeda dengan resiprositas, karena redistribusi adalah proses yang lebih formal yang meliputi perpindahan barang ke tangan seseorang atau suatu kelompok yang merupakan titik pusat alokasi barang-barang tersebut.

Dikenal ada dua jenis redistribusi: redistribusi mumi dan redistribusi parsial (Moseley and Wallerstein, 1978), kadang-kadang disebut redistribusi egaliter dan redistribusiberstratifikasi ( Harris,1975). Dalam redistribusi mumi, proses redistribusi berlaku sempuma dalam arti bahwa agen-agen redistribusi merealokasikan semuabarang tanpa dan mengambiljatah ekstra untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, redistribusi murni berhubungan dengan kesamarataan ekonomi. Dalam redistribusi parsial, proses redistribusi berlaku tidak sempurna lantaran agen redistribusi mengambilbagian tertentu untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, redistribusi parsial berhubungan dengan ketidakrataan ekonomi.

Sistem ekonomi redistribusi murni, yang sangat umum dihubungkan dengan masyarakat hortikultura, cara berlakunya agak berbeda-beda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Salah satu versi ekonomi redistributif berlaku luas pada beberapa masyarakat hortikultura sederhana di Melanesia. Masyarakat ini memiliki orang-orang yang sangat ambisius yang dikenal dengan orang besar. Orang-orang besar adalah para individu yang mencari prestise dan kemasyhuran melalui peranan mereka seb agai pengorganisasi produksi ekonomis. Orang besar yang bercita-cita tinggi ini pada umumnya memulai karir dengan menanami kebun yang lebih besar dan memelihara peternakan babi yang lebih banyak. Dia*melakukan ini dengan bantuan para keluarga dan tetangga dekat, yang bertaruh untuk keberhasilannya. Jika dia berhasil dalam usahanya meningkatkan produktivitas kebun dan petemakan-nya, dia akhirnya akan mengakumulasikan bahan makanan yang cukup untuk inengadakan pesta besar, yang pada saat itu bahan makanan ini akan diredistribusikan kepada anggota desa lain. Prestise dan kemasyhuran jatuh ke tangannya melalui pengadaan pesta yang sukses. Tetapibiasanya ada individu lain di desanya dengan keinginan yang sama untuk mengadakan pesta sendiri. Apabila ia secara konsisten mampu mengadakan pesta yang lebih besar daripada yang diadakan pesaingnya, dia biasanya dianggap sebagai orang besar desa dan memperoleh prestise yang tinggi. Tetapi jika ia tersendat dalam usahanya ini, maka statusnya akan lenyap dengan segera, dan akan digantikan oleh pesaing lain yang mengalahkannya. Juga, dia diharapkan akan bermurah hati dalam distribusi berbagai produk dan memberikan penekanan kepada kesejahteraan seluruh desa. Orang besar yang tidak cukup murah hati dan terlalu banyak menyimpan untuk dirinya sendiri seringkali dibunuh.

Pencarian akan status yang tinggi pada sekelompok orang besar Mela-nesia yang bercita-cita tinggi ini menimbulkan konsekuensi-konsekuensi ekonomi yang nyata. Pencarian itu sangat memungkinkan produktivitas ekonomi, membawa kepada peningkatan secara umum dalam kuantitas produk kebun, binatang ternak, ikan dan berbagai produk ekonomi lainnya (Oliver, 1955). Sirkulasi barang juga meningkat secara substansial, karena persiapan pesta menyebabkan banyak terj adi pertukaran barang dan jasa. Disamping itu, biasanya ada peningkatan nyata dalam konsumsi banyak barang oleh anggota seluruh desa. ( Oliver,1955). Jadi, proses penyelenggaraan pesta yang kompetitif adalah bagian vital dari sistem ekonomi hortikultura masyarakat Mela_nesia. Para juru bicara-Kaoka, suatu kelompok hortikultura sederhana di Melanesia, dikarakterisasikan sebagai suatu sistem redistribusi orang besar klasik (Hogbin, 1964). Ungkapan asli untuk seorang pemimpin yang memiliki prestise dan kemasyhuran adalah mzvame-kama, secara harfiyah berarti “orang besar”. Penduduk asli pada umumnya setuju bahwa pada satu saat tertentu hanya ada satu orang besar yang sebenarnya dalam sebuah desa. Dia biasanya adalah seorang lelaki yang berumur lebih dari 40 tahun, terjamin kemakmur-annya dan bermartabat, tinggal di rumah yang dibangun dengan sangat kukuh, sangat ramah-tamah dan dihormati oleh desa-desa lain.

Untuk memperoleh dukungan keluarga dan tetangga, dalam rangka membentangkan karir untuk menjadi orang besar, seseorang harus kuat, juga lembut, cekatan, industrius dan pengorganisasi yang baik. Ambisi seseorang untuk mengejar karir tersebut biasanya menjadi tampak pada awal usianya yang ketiga puluh. Ketika seseorang cenderung berusaha keras menjadi orang besar, dia mulai dengan menanami kebun yang lebih besar, sebuah tugas yang untuk itu dia mendapatkan bantuan dari para keluarga dekatnya. Dia juga berusaha meningkatkan jumlah ternak babinya. Apabila pada saat itu kebunnyaisubur dan dia mempunyai sekitar sepuluh babi yang gemuk serta beberapa babi yang lebih kecil, orang tersebut mulai mengatakan bahwa ia ingin membangun tempat tinggal yang baru, yang lebih besar dan lebih baik dari biasanya. Tindakan ini biasanya dianggap sebagai pernyataan kepada orang banyak bahwa dia adalah calon orang yang paling terhormat di kampungnya. Perayaan menandai akhir pekerjaan pembangunan tempat tinggal, yang disebut para juru bicara-Kaoka sebagai “pesta-untuk menggeser saingan”, ini sangat rumit. Salah satu pesta tersebut adalah pesta yang diadakan Atana, seorang lelaki yang sudah terkenal tetapi belum menjadi saingan bagi orang besar desa yang sudah diakui. Untuk pesta ini, Atana dan kerabatnya menyediakan 250 pon ikan asin, 3000 kue yang terbuat dari ubi rambat, 11 mangkok pudding ubi rambat dan 8 ekor babi. Orang dari desa lain yang datang ke pesta juga membawa bahan makanan tambahan. Ketika bahan makanan ini dikumpul-kan dengan apa yang disediakan Atana dan kerabatnya, jumlah akhirnya adalah 300 pon ikan asin, 5000 kue dari ubi rambat, 19 mangkok pudding ubi rambat dan 13 ekor babi. Tugas Atana selanjutnya adalah meredistribusikan makanan ini kepada semua orang yang terkait dengan pesta tersebut. Ketika dia selesai, dia memiliki 257 bagian terpisah, dan hanya sisanya yang tertinggal untuk dirinya sendiri. Juru bicara-Kaoka menganggap ini sebagai kejadian yang benar. Ketika mereka berkata, “Sang pemberi pesta mengambil tulang dan kue apak; daging dan lemak dia berikan kepada orang lain”. Usaha untuk menjadi orang besar di desa memerlukan pesta yang makin banyak dan makin besar. Jika seseorang dapat melanjutkan ke tingkat ini, dia akhirnya mungkin akan menjadi orang besar di desanya. Namun, sekalipun dia sudah berhasil, dia tidak akan pernah berhenti untuk memperoleh kemenangan. Segera setelah ukuran kebun dan binatang ternaknya mulai menyusut, dia akan turun menjadi orang yang tidak penting. Dia selalu berhadapan dengan para pesaing yang menunggu merebut tempatnya ketika dia tidak mampu terus meningkatkan produktivitas ekonominya.

Bagaimana menerangkan evolusi sistem redistribusi tersebut? Harris (1974,1977) berpendapat bahwa orang besar adalah seorang pengintensif ekonomi. Perannya adalah meningkatkan tingkat produksi di balik apa yang tampak. Harris percaya bahwa peningkatan dalam tingkat produksiinimemiliki signifikansi adaptif bagi kelompok hortikultura berskala kecil. Sebagaimana ia terangkan (1974 : 118): “Dalam di mana setiap orang memiliki ekses yang sama kepada alat-alat subsis-tensi , pesta kompetitif tersebut berfungsi praktis untuk melindungi tenaga kerja dari menyurut ke tingkat produktivitas yang tidak menawarkan batas keamanan dalam berbagai krisis, seperti perang dan kegagalan panen”. Michael Harner (1975) memberikan penjelasan serupa, meski sedikit berbeda. Dia menteorisasikan bahwa sistem orang besar merupakan produk dari kelangkaan tenaga kerja. Apabila orang menanami tanah dengan metode hortikultura sederhana, hamparan tanah yang luas biasanya tidak tersedia, dan tenaga kerjanya, lebih dari tanahrty,a, merupakan sumber daya yang langka. Dalam kondisi kelangkaan tenaga kerja, peranan orang besar bangkit sebagai mekanisme penting untuk mencapai kekuasaan dan prestise. Dengan demikian, Harner memusatkan perhatian kepada evolusi sistem orang besar dari titik pandang keunturigan-keunt-unganbagi individu, sementara penjelasan Harris menekankan keuntungan masyarakat luas dari sistem orang besar.  demikian, penjelasan mereka tampak saling melengkapi daripada saling bertentangan; yakni, dalam situasi khusus ini, kepentingan diri sendiri individu dan kebutuhan ekonomi masyarakat secara bersamaan terpenuhi melalui berbagai aktivitas sosial yang sama.

Dengan memberikan penjelasan Harris tentang sistem orang besar, akan mudan dipahami kenapa orang besar tidak terdapat di kalangan masyarakat pemburu-peramu. Orang besar dalam masyarakat pemburu-peramu akan merupakan maladaptif secara ekonomi, karena mereka akan mengeksploitasi sumber daya alam melebihi perkembangan pemulihan alamiahnya dan dengan demikian akan menghancurkan dasar-dasar ekologis dan ekonomis masyarakat pemburu-peramu (Harris, 1974). Jadi, penghargaan yang sangat besar terhadap pribadi-pribadi tertentu yang sangat menguntungkan bagi banyak masyarakat hortikultura akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang mengenaskan bagi masyarakat pemburu-peramu.

Filed under : Bikers Pintar,