PENGERTIAN REFORMASI PROTESTAN ADALAH – Selama masa di mana Eropa mengalami transisi dari suatu ekonomi-dunia kapitalis, berlangsung pula suatu transformasi besar dalam dunia agama: Reformasi Protestan. Reformasi ini dapat dikatakan mulai pada tahun 1517, karena tahun illi merupakan tahun di mana Martin Luther menempelkan 95 tesisnya yang terkenal itu pada pintu gereja. Tentu saja Luther adalah pencetus ide-ide reformasionis dan pendiri cabang utama Protestantisme yang dikenal sebagai Lutheranisme. Keberatan Luther terhadap Katolikisme berpusat pada apa yang dipandangnya sebagai hal-hal yang keterlaluan dan korupsi yang tersebar luas dalam gereja, maupun pada keseluruhan doktrin Katolik mengenai keselamatan melalui pengampunan dosa oleh paderi. Luther berkeinginan untuk mendirikan suatu agama yang harus kembali kepada semangat Kekristenan yang asli sebagai yang dinyatakan dalam Kitab Injil, dan ia mengumumkan suatu doktrin keselamatan yang berakar dalam iman pribadi yang mendalam terhadap Tuhan, bukarmya terhadap tindakan para fungsionaris agama yang mewakili suatu birokrasi keagamaan (gereja).

Gagasan Luther mendapat perhatian dengan cepat dan tersebar dengan cepat dan meluas. Segera setelah diterima oleh beberapa negara berdaulat yang sekarang telah menjadi bagian dari Jerman modem, lalu tersebar sampai ke negara Skandinavia seperti Swedia dan Denmark (Tabel 18.2). Di Inggris telah berdiri suatu bentuk Protestantisme yang sangat mirip, yakni Anglikanisme. Luther segera kemudian diikuti oleh reformator-reformator Protestan lairmya, dan yang paling terkemuka adalah Huldrych Zwingli dari Swis dan orang Perancis bemama Jean Calvin (Jolm Calvin). Calvin jelas lebih penting. Meskipun ia orang Perancis, Calvin paling banyak menghabiskan waktunya di Jerman, SwitzerlEmd, sehingga kota itu menjadi tempat kelahiran Calvinisme. Ide-ide Calvin mengandung banyak persamaan dengan ide-ide Luther dan jelas dipengaruhi oleh Luther. Tentu saja ada banyak ciri yang berbeda dengan teologinya. Barangkali yang paling penting ialah doktrinnya yang terkenal tentang takdir, yang percaya bahwa Tuhan yang kekal telah menakdirkan sebagian orang mendapat keselamatan dan lailulya mendapat laknat. Doktrin ini merupakEm modifikasi dari pengertian Luther tentang keselamatan melalui iman, dan tentu saja merupakan suatu penyimpangan dari pendekatan Gereja Katolik terhadap keselamatan. Seperti halnya Lutheranisme, Calvinisme de-ngan cepat tersebar luas (Tabel 18.2). Agama ini diterima di banyak tempat di Swis, negeri Belanda, Jerman, Lowland Scotland, dan untuk beberapa lama di sebagian Polandia dan Hongaria.

Banyak daerah di Eropa sangat menentang reformasi itu. Di negara-negara. Eropa Laut-Tengah yang utama — Italia, Spanyol, dan Portugis — ide-ide Protestan sedikit saja mempunyai pengaruh, dan Katolisisme ietap dominan. Gereja Katolik tetap bertahan di beberapa tempat di Swis, sebagian Jerman berdaulat, Austria, Irlandia, Highland Scotland, dan di kebanyakan negara Eropa Timur. Perancis juga tetap Katolik, meskipun ide-ide Protestan tersebar dengan cepat pada awal pembentukannya. Ada sejumlah minoritas penting penduduk Perancis yang memeluk Protestan, tapi gerakan Protestan di Perancis dihancurkan secara kekerasan dan jumlah orang yang masih memeluk Protestan menjadi kecil jumlahnya.

Filed under : Bikers Pintar,