repression (represi)

Represi, dalam teori psikoanalisis, adalah ketika keinginan, pemikiran atau perasaan yang menyebabkan konflik dan kecemasan diasingkan atau diingkari aksesnya ke arah kesadaran (conscious awareness). Keinginan-keinginan yang tertekan terus mendesakkan pengungkapan, dan hanya bisa terwujud secara tidak langsung ketika sensor atau proses-proses defensif dari ego mengalami relaksasi; sebagai contoh, dalam bentuk mimpi saat tidur, atau dalam bentuk tindakan dan kata-kata keliru (parapraxes atau “Freudian slips”). Konsep represi merujuk pada model psikodinamika dari psikis di mana satu atau lebih sistem mental berinteraksi. Konflik akan muncul jika dorongan-dorongan yang menyenangkan bagi id mengimbangi orientasi realitas dari ego atau keprihatinan “moral” dari superego. Represi memerlukan penyaluran energi psikis dan dengan demikian mengalami pelemahan neurotik. Penting untuk dibedakan antara represi dan supresi. Dalam represi, individu tidak memiliki kesadaran akan keinginan. Sedangkan dalam supresi, kendati dorongan tidak dilibatkan, orang tersebut menyadari keberadaannya.

Karya awal Freud dengan Breur berfokus pada peran represi dalam neurosis, terutama dalam menghasilkan gejala histeria (Breur dan Freud 1896). Kesulitan dalam pengalaman minum dari salah satu pasien Breur Anna O (Bertha Pap- penheim) sebagai contoh, Freud dan Breur menghubungkannya dengan perasaan jijik yang ia alami dalam melihat anjing milik pengasuhnya dipaksa untuk minum dari gelas. Karena tidak mampu mengungkapkannya, ia merepresi perasaannya itu dari kesadarannya. Perasaan tertekan itu menyebabkan gejala-gejala histeria benipa hidrofobia. Kesulitan yang dialami pasien lain, Elizabeth von R, dalam berjalan, Freud menelusurinya pada fakta bahwa ia menyadari perasaan-perasaannya yang terpendam terhadap kakak iparnya yang dialami ketika berjalan bersamanya di hutan. Hal ini menyebabkan perasaan bersalah yang kuat ketika saudara perempuannya meninggal, dan Freud berkeyakinan bahwa hal ini adalah represi dari perasaan bersalah yang mengakibatkan timbulnya gejala-gejala tersebut.

Fokus dari teknik terapi awal Freud adalah mengangkat represi ini. Tujuannya adalah mendukung ekspresi emosional (“katarsis”) dari perasaan yang tertekan. Dalam kerja teoretis Freud berikutnya, represi tetap sangat menonjol sebagai proses defensif meski dipandang sering disertai oleh mekanisme pertahanan lain seperti proyeksi. Tetapi, bagi Freud, represi adalah ciri intrinsik dari kehidupan beradab, karena sosialisasi melibatkan frustrasi dalam pemenuhan keinginan.

Meskipun ia telah meletakkan batu pijakan bagi teori psikoanalisis, represi adalah sebuah konsep hipotetis yang hanya dapat didefinisikan dalam pengertian konsep-konsep lain dari teori psikoanalitis seperti id, ego, superego dan teori tentang ketidaksadaran. Namun, bidang ini termasuk salah satu dari sedikit bidang yang mendapat dukungan kuat dari karya eksperimental. Dalam kajian pertahanan perseptual, sebagai contoh, subyek diketahui memiliki ambang (thresholds) yang lebih tinggi bagi stimuli traumatis potensial. Blum (1955) juga telah menunjukkan bahwa pertahanan mulai beroperasi ketika subyek yang cenderung mempergunakan represi sebagai pertahanan dihadapkan dengan stimuli yang menimbulkan konflik.

Incoming search terms:

  • represi
  • represi adalah
  • pengertian represi
  • arti represi
  • contoh represi
  • apa itu represi
  • definisi represi
  • Apa itu Represif
  • pengertian terapi represif
  • represi artinya

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • represi
  • represi adalah
  • pengertian represi
  • arti represi
  • contoh represi
  • apa itu represi
  • definisi represi
  • Apa itu Represif
  • pengertian terapi represif
  • represi artinya