PENGERTIAN RESIPROSITAS – Resiprositas adalah kewajiban membayar kembali kepada orang lain atas apa yang mereka berikan atau lakukan untuk kita, atau dalam tindakan nyata membayar kembali kepada orang lain. Ada dua jenis resiprositas: balanced reciprocity dan generalized reciprocity. Balanced reciprocity terjadi manakala para individu diwajibkan memberikan pengembalian yang setara, seringkali, langsting, kepada orang lain. Balanced reciprocity dapat diidentifikasi dengan kenyataan bahwa individu dengan sengaja dan terbuka mengkalkulasi apa \yang mereka berikan kepada orang lain dan secara terbuka dinyatakan sifat pengembalian yang akan diperoleh. Setiap pihak yang berinteraksi mengharapkan keuntungan, tetapi ada harapan yang jelas akan adanya keuntungan timbal balik, dan jarang ada “eksploitasi”.

Generalized reciprocity terjadi manakala para individu diwajibkan memberikan kepada orang lain tanpa mengharapkan pengembalian yang setara dan langsung. Berlawanan dengan balanced reciprocity, generalized reciprocity tidak menggunakan kesepakatan terbuka atau langsung antara pihak-pihak yang terlibat. Ada harapan yang bersifat umum (general) bahwa pengembalian setara atau hutang ini akan tiba pada saatnya, tetapi tidak ada batas waktu tertentu untuk pengembalian, juga tidak ada spesifikasi mengenai bagaimana pengembalian itu dilakukan. Istilah pengembalian dalam generalized reciprocity sangat samar.

Marvin Harris (1974) menyatakan bahwa seseorang dapat mengatakan generalized reciprocity adalah bila pola distribusi berlaku dengan mencatat apakah orang mengatakan “Terima kasih”. Sebagaimana yang ditulis Harris  (1974,124), apabila generalized reciprocity merupakan pola distributif: Adalah tidak sopan secara terus terang mengucapkan terima kasih setelah menerima benda material atau jasa. Di kalangan masyarakat Semai, Malaysia Tengah, misalnya, tidak pernah ada orang yang menyatakan terima kasih atas daging yang diberikan pemburu dengan bagian yang betul-betul sama untuk semua kawannya. Robert Dentan, yang hidup bersama masyarakat Semai, menemukan bahwa mengatakan terima kasih sangat tidak sopan karena ucapan itu menunjukkan bahwa anda tidak mengkalkulasi besarnya potongan daging yang diberikan kepada anda, atau anda tidak merasakan surprise oleh keberhasilan dan kemurahan hati sang pemburu Seseorang juga dapat mengatakan bahwa mengatakan terima kasih tidak sopan manakala generalized reciprocity merupakan pola distribusi yang berlaku karena dalam pola seperti ini memberikan sesuatu kepada orang lain adalah tugas sosial, bukan tindakan kemurahan hati.

Walaupun generalized reciprocity terjadi dalam kadar tertentu dalam semua masyarakat (terjadi di antara kawan dan anggota keluarga dalam masyarakat kita sekarang, misalnya), ia membentuk esensi dasar dalam kehi-dupan ekonomi masyarakat pemburu-peramu, di mana ia seringkali berlaku. Masyarakat pemburu-peramu terkenal dengan pembagian makanan yang berlaku umum. Para individu secara teratur memberika.n makanan kepada orang lain dan menerima makanan sebagai pengembaliannya. Ketika seorang lelaki kembali ke perkemahan dengan binatang yang telah dibunuhnya, dia akan membaginya menjadi beberapa bagian dan membagikannya, biasanya pertama-tama kepada anggota keluarganya dan kemudian kepada anggota kelompok yang lain. Begitu juga, para wanita secara teratur memberikan bagian-bagian makanan yang mereka raffiu. Ketika seseorang pemburu memberikan daging kepada orang lain dia hanya berharap akan mendapatkan pengembalian pada saat yang lain. Pemburu mungkin memberikan kepada orang lain berkali-kali tanpa terjadi pengembalian dan tanpa menyebut-nyebutnya. Satu alasan kenapa generalized reciprocity merupakan pola distribusi yang dominan dalam masyarakat pemburu-peramu adalah karena adanya kecenderungan untuk berbagi yang terdapat di kalangan manusia yang belum terkena pengaruh buruk kekayaan pribadi. Namun, penjelasan ini nampak meragukan karena ia mengungkapkan gambaran yang terlalu romantik tentang masyarakat pemburu-peramu. Alasan yang lebih masuk akal adalah adanya keperluan akan bentuk kerja sama yang dekat di kalangan anggota kelompok tersebut. Para peramu-pemburu sangat saling tergantung satu sama lainnya agar dapat bertahan hidup. Walaupun sumber daya pada umumnya tidak terlalu terbatas, namun ketersediaarmya sangat fluktuatif. Dengan demikian, seorang lelaki mungkin saja menghadapi nasib sial yang panjang dalam perburuannya. Jika orang lain tidak memberikan daging kepadanya selama inasa itu, maka dia tidak akan bisa mendapatkan apa-apa. Mereka memberikan daging kepadanya karena mereka tahu bahwa mereka pun pada akhirnya akan mengalami nasib sial dalam perburuan, dan selama waktu itu mereka berharap akan menerima daging darinya. Karena itu, memberi orang lain secara teratur adalah membantu menjamin kesejahteraannya sendiri dalam jangka panjang ( Weissner, 1982; Cashden, 1985). Dengan demikian, generalized reciprocity adalah contoh khusus dari gejala yang pada bagian sebelumnya kita identifikasi sebagai kepentingan diri yang tercerahkan. Tidak ada sesuatu yang mengherankaft dalam kenyataan bahwa masyarakat pemburuperamu memperlihatkan penghinaan yang sangat tajam kepada seseorang yang kompetitif, mementingkan diri sendiri dan sombong. Orang semacam ini adalah ancaman langsung atas kesejahteraan ekonomi orang lain, dan harus ditekan dengan keras agar mengubah cara hidupnya.

Filed under : Bikers Pintar,