PENGERTIAN REVOLUSI INDUSTRI DALAM PERSPEKTIF SISTEM DUNIA – Dalam volume ketiga buku The Modern World System (1989), Wallerstein berpendapat bahwa catatan tentang Revolusi Industri adalah suatu mitos, atau paling tidak bahwa cara pembahasan sebagian besar sarjana tentang perubahan-perubahan ini sangat membingungkan. Wallerstein pada dasarnya membuat tiga hal yang saling berhubungan: pertama, bahwa perubahan tidak sedramatis atau serevolusioner yang biasa dibayangkan; kedua, bahwa yang disebut Revolusi Industri bukan suatu batas dari pembagian yang besar antara dunia masa lampau dan modern; dan terakhir, bahwa kita menyebut Revolusi Industri sebagai bagian dan bawaan dari evolusi ekonomi-dunia sebagai keseluruhan, bukan dari masyarakat tunggal yang ada di dalamnya.

Seperti ditulis sebelumnya, Wallerstein berpendapat bahwa salah satu arah kecenderungan evolusi yang besar dari ekonomi-dunia kapitalis ialah meningkatnya mekanisasi. Hal ini terjadi meliputi seluruh sistem, tapi muncul lebih cepat dan jauh lebih meluas dalam masyarakat pusat. Meningkatnya mekanisasi telah bergerak secara terus-menerus, bahkan bila tidak, sepanjang sejarah kapitalisme. Dari perspektif ini, Revolusi Industri pada abad xviii hanyalah satu fase dalam proses evolusi, dan karena itu tidak benar-benar revolusioner. Mekanisasi yang penting telah terjadi pada awal abad xiv, terutama selama periode 1540-1640 (Nef, 1964). Semua ini berarti bahwa “tapal batas” dalam sejarah dunia bukanlah Revolusi Industri, seperti dinyatakan banyak ilmuwan sosial, melainkan peralihan kepada kapitalisme yang terjadi sekitar tiga abad lebih awal. Selain itu, bila Revolusi Industri hanyalah sebagian dari evolusi dunia kapitalis secara keseluruhan, maka kita harus menggunakan seluruh sistem sebagai titik acuan dalam memahami mengapa Revolusi Industri terjadi. Di sini Wallerstein menyatakanbahwa apa yang kita sebut Revolusi Industri yang terjadi pada masyarakat-masyarakat pusat tertentu selama berlangsungnya apa yang disebutnya “masa kedua dari perluasan ekonomi-dunia kapitalis” (Wallerstein, 1989). Kapitalisme lahir di abad xv dan xvi dan meluas ke banyak negara pada waktu itu. Maka, pada abad xvii, ia lebih meluas lagi tapi pada tingkat yang lebih lambat daripada sebelumnya (Wallerstein, 1980). Setelah sekitar tahun 1730, ia memasuki fase ketiga, yaitu fase kedua dari perluasan yang cepat. Dengan berakhirnya fase ini —sekitar pertengahan abad ia telah meliputi sebagian besar dunia (sebagian besar sekitar akhir abad itu; lihat Gambar 8.1). Dan selama fase ketiga industrialisasi yang meluas terjadi dalam sebagian besar masyarakat pusat, alasan-alasan terjadi telah diterangkan di depan. Bagi saya, secara keseluruhan posisi Wallerstein pada dasarnya benar, tapi dengan kualifikasi penting bahwa ia sangat kurang mempedulikan keluasan perubahan teknologis dan ekonomis setelah pertengahan abad xviii. Dapat dipastikan, meningkatnya mekanisasi telah menjadi suatu proses yang terus menerus dalam sejarah kapitalisme, tapijuga sangat sporadis dan tidak merata. Adalah berlebihan mengartikan perubahan teknologis sebelum 1760 dalam skala Tang sama dengan yang terjadi setelah waktu itu. Karena itu, sementara banyak sarjana memandang lebih terhadap arti Revolusi Industri, Wallerstein ,justru memandang rendah.

Filed under : Bikers Pintar,