PENGERTIAN REVOLUSI NEOLITIK

35 views

PENGERTIAN REVOLUSI NEOLITIK – Walaupun masyarakat pemburu-peramu mungkin sudah mengetahui sejak sepuluh ribu tahun yang lalu bagaimana caranya menjinakkan (domesticate) tanaman dan binatang, belum sampai 10.000 tahun yang lalu sebagian mereka mulai hidup menetap di desa-desa dengan mempraktekkan pertanian. Transisi manusia ke pola kehidupan pertanian (bahasa teknisnya, hortikultura) dikenal dengan Revolusi Neolitik. Sebenarnya, istilah revolusi neolitik agak menyesatkan, karena tidak ada transisi revolusioner yang bersifat tunggal. Transisi ke pertanian terjadi secara independen di beberapa bagian dunia yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda.

Penerapan pertanian terjadi pada pertama kalinya di Timur Tengah. Tanaman terpenting yang didomestikasikan adalah gandum dan gerst (barley), sementara binatang piaraan terpenting adalah biri-biri, kambing, dan babi. Proses domestikasi tersebut tampaknya mengikuti munculnya desa-desa permanen yang diorganisasi di saat memanen tanaman liar seperti gandum dan gerst. Setelah munculnya pertanian di Timur Tengah, ia menyebar melalui difusi ke Eropa, walaupun tanaman yang didomestikasikan banyak mengalami perubahan agar sesuai dengan kondisi lingkungan yang berbeda di Eropa. Namun, begitulah keadaan saat itu, sebelum komunitas pertanian menjadi umum di Eropa, dan belum 5500 tahun sebelum sekarang pertanian menjadi umum dilakukan di seluruh kepulauan Britania.

Komunitas pertanian muncul secara independen di dua wilayah Dunia Lama (Old World) yang lain: Cina dan Asia Tenggara. Kehidupan desa menetap tampak sudah muncul di Cina 6000 tahun sebelum sekarang, walau belum dapat dipastikan kapan awalnya. Tanaman dan binatang yang didomestikasikan adalah biji-bijian dan babi, dan padi serta kedelai didatangkan kemudian. Pertanian di Asia Tenggara sudah mulai sejak 9000 tahun sebelum sekarang. Dan tanaman pokok yang didomestikasikan adalah padi, kedelai dan ubi rambat.

Pertanian juga diterapkan secara indei3enden di dua wilayah Dunia Baru ( New World): Mesoamerika dan Peru. Asal-usul pertanian di Dunia Baru diperkirakan mulai 9000 tahun sebelum sekarang, walaupun kehidupan desa menetap belum berkembang luas sampai beberapa ribu tahun kemudian. Tanaman terpenting yang didomestikasikan adalah maize ( semacam jagung), nenek moyang sejenis tanaman yang bernama teosinte. Secara umum, tanaman di Dunia Baru sangat berbeda dengan tanaman yang dikembangkan di Dunia Lama. Disamping maize, termasukjuga bunga bakung, qouinoa, buncis berbiji besar, labu, tomat, kentang, lada Chile dan Kakao. Berlawanan dengan Dunia Lama, Dunia Baru umumnya jarang mendomestikasikan binatang, nampaknya ini disebabkan oleh jarangnya species yang cocok untuk keperluan tersebut. Satu-satunya binatang yang benar-benar penting didomestikasikan di Peru (Dunia Barul adalah lama sekitar 5500 tahun sebelum sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *