Advertisement

Rotasi memberikan dua pengertian yang berkesinambungan, yaitu menunjukkan perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain dan kembali ke lokasi semula dalam masa waktu tertentu.

Pada dasarnya membuka ladang dirasakan sebagai suatu pekerjaan yang berat, namun harus dilakukan karena ia merupakan jalan hidup yang harus ditempuh oleh masyarakat. Oleh karena kesuburannya yang semakin menurun menyebabkan lahan tersebut ditinggalkan dan tidak digarap atau dibiarkan selama masa waktu tertentu. Semakin lama ia menetap di suatu lokasi berarti semakin lama juga ia akan berotasi ke lokasi berikutnya.

Advertisement

Ada beberapa persyaratan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menjadikan suatu kawasan sebagai lokasi pertanian menetap, ya’itu: (1) kemiringan lahan tidak lebih dari 15%, idealnya maksimal 8%, (2) hamparan cukup luas, (3) dikerjakan sepanjang tahun dengan pola tumpang sari dan tumpang gilir, dan (4) menggunrkan tanaman penyangga erosi berupa tanaman dari jenis kacang-kacangan.

Demikian pula siklus pindah ke tempat lokasi awal sangat tergantung pada masa penggunaan lahan dan ketersediaan lahan yang dapat dibuka. Oleh karena sebagian kawasan hutan di sekitar pemukiman penduduk sudah dikuasai oleh perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) menyebabkan semakin sempitnya ruang gerak masyarakat untuk membuka ladang.

Frekuensi pindah lokasi baru kembali ke lokasi semula. Di sini ditemui ada enam keadaan, yaitu:

  1. Satu kali siklus kembali ke lokasi awal setelah melakukan lima kali rotasi. Dengan asumsi 5 tahun di satu lokasi, waktu yang digunakan baru kem-bali ke lokasi awal adalah 25 tahun. Dapat dipastikan bahwa lokasi hutan tersebut sudah menjadi hutan primer kembali.
  2. Kembali ke lokasi awal setelah melakukan rotasi 4 kali, maka ia kembali ke lokasi awal sekitar 20 tahun.
  3. Dengan asumsi yang sama, jika 3 kali pindah sudah kembali ke lokasi awal maka dapat dibayangkan vegetasi lahannya sudah berupa pohon muda atau hutan sekunder.
  4. Jika pindah setelah dua kali rotasi, baru kembali ke lokasi awal maka ia kembali ke lokasi awal adalah 10 tahun dengan kondisi hutan mendekati hutan sekunder.
  5. Petani berladang tidak pindah-pindah berarti menjadikan ladangnya sebagai lahan pertanian menetap. Untuk masa yang akan datang tampaknya pola inilah yang selayaknya dikembangkan melalui pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat.
  6. Pindah tetapi tidak kembali ke tempat asal, ini menunjukkan bahwa petani ini berorientasi pada bisnis dalam arti berpikiran maju, yaitu mengharapkan lahan perkebunan karetnya semakin luas dengan bertambahnya lahan yang dapat digarapMenanam padi hanya sebagai batu loncatan untuk membuka kebun karet, yang nantinya diharapkan sebagai mata pencaharian atau sumber pendapatan keluarga.

Incoming search terms:

  • Pengertian ladang

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian ladang