Advertisement

Sastra ini terdiri atas sastra Eropa, Cina, India, Arab, dan Jepang.

Sastra Eropa. Pertama, epik Beowulf dari Inggris, terbit sekitar tahun 725. Penulisnya tak diketahui. Epik ini mengisahkan keksatriaan yang menjadi ciri utama sastra Eropa Abad Pertengahan. Dari Perancis terbit Chanson de Roland (Nyanyian Roland) yang bertemakan keksatriaan pada tahun 1100. Di Italia kisah ini menjadi Orlando yang memang berdasarkan peristiwa sejarah, yakni gugurnya Panglima Karel Agung, Hrulandus, ketika dalam perjalanan pulang dari penyerbuan ke Spanyol mereka diserang orang- orang Bask. Dari Jerman muncul Nibelungenlied (Nyanyian Kaum Nibelung) pada tahun 1200. Pada tahun 1200-an dari Skandinavia muncul kisah-kisah saga yang menceritakan keperwiraan para ksatria.

Advertisement

Sementara itu cerita-cerita roman {romance) yang berkisar pada kesetiaan ksatria kepada raja tersebar hampir di seluruh Eropa. Yang terkenal misalnya King Arthur’s Knights of the Roundtables (Para Ksatria Meja Bundar Raja Arthur). Karya terpenting periode ini ialah Divina Co media, karangan Dante Alighieri yang muncul sekitar tahun 1300. Karya ini penting karena ditulis untuk pertama kalinya dalam bahasa “nasional”, bahasa Italia, berbeda dengan sastra lain (ditulis dalam bahasa Latin) sehingga dianggap sebagai pelopor penulisan sastra dalam bahasa Er.opa modern. Karya puitis ini merupakan ringkasan ajaran agama dan filsafat Katolik Abad Pertengahan yang dijalin dalam percintaan abadi. Sifat epiknya berupa gambaran perjalanan ke neraka, api penyucian, dan surga. Terdapat pula dua karya penting lain, yaitu Roman Mawar (1280), karya alegoris yang ditulis oleh Guillaume de Lorris dan Jean de Meung, dan Kisah- kisah Canterbury oleh Chaucer. Karya lainnya antara lain Decameron karya Giovanni Boccaccio (1313-1375) yang melukiskan jaman penuh nafsu serta Lagu dan Soneta tentang cinta romantika karya Francesco Petrarca (1304-1374). Penyair Perancis, Francois Villon (1431-1463), banyak menyanyikan kehidupan kota Paris kuno dalam puisinya.

Pada abad ke-16 dan 17, Eropa mengembangkan kesusastraan yang berbeda dengan Abad Pertengahan (berbau keagamaan). Kesusastraan ini bersifat feodal dan formal, lebih rasional, bebas dan ingin tahu. Muncullah karya-karya “renaisans” seperti drama Doctor Faust oleh Christopher Marlowe (1564-1593), sejumlah drama William Shakespeare (1564-1616) seperti Hamlet, Julius Caesar, King Lear, Othello, Manasuka, Impian di tengah Musim, dll.

Dari Spanyol muncul Cervantes (1547-1681) dengan Don Quixote, di samping dramawan Calderon de la Barca (1600-1681) dan Lope de Vega (1622-1675). Dari Perancis muncul dramawan Moliere (1622-1675) yang terkenal dengan Si Bakhil, Dokter Gadungan, Misanthrope, Jean Racine (1639-1699) dengan karya Andromak dan Alexandre serta Pierre Corneille (1606-1684) dengan El Cid, Horace, Cinna. Di samping itu ada Jean de la Fontaine (1621-1695) dengan Dongeng-dongeng Perumpamaannya.

Sastra Cina. Antara tahun 500 dan 1700 di Cina berkembang karya sastra yang terkenal di dunia seperti puisi karya penvair Li Tai Po (705-762), Tu Fu (712-770), juga Wang Wei (699-759). Tu Fu disebut dewa sajak yang banyak menulis sajak bernada murung. Li Po, kritikus terkenal, memperkenalkan gaya romantik spontan dengan pandangan bahwa hidup ini singkat di tengah kenikmatan alam, anggur, dan cinta. Wang Wei dikenal sebagai pelukis sehingga muncul komentar “ada lukisan dalam puisinya, dan ada puisi dalam lukisannya”. Selain puisi, berkembang pula drama seperti karya Wang Shihfu (abad ke-13) Roman Kamar Barat (kisah percintaan) dan Kisah sebuah Seruling oleh Kao Ming (abad ke-14), Paviliun Peony oleh Tang Hsien-tsu (1550-1617), Istana Abadi oleh Hung Sheng (1646-1704).

Pada periode ini novel mengalami perkembangan, dan muncullah antara lain Batas Air (Shui Hu Chuan) karya Shih Naian (sekitar tahun 1350), yang berisikan kisah 108 pahlawan pembela rakyat, San Kuo atau Sam Kok yang dalam versi Indonesia ditulis oleh Lo Kuanchung pada akhir abad ke-14. Pada abad ke-16 muncul Perjalanan Ziarah ke Barat yang di Indonesia dikenal sebagai Kisah Sun Go Kong atau Monyet Siluman dan setelah beberapa versi disempurnakan oleh Wu Chengen (1510-1580). Novel rumah tangga dengan judul Lotus Emas diterbitkan tahun 1610. Pada tahun 1765 terbit Kisah Sebuah Batu yang penulisnya tak diketahui tetapi cukup menarik perhatian masyarakat saat itu. Karena karya itu belum selesai, tahun 1792 muncul karya lengkapnya yang diteruskan oleh Kao E dengan judul Impian Kamar Merah. Pada abad itu berkembang pula penulisan cerita pendek yang umumnya mengisahkan hantu dan makhluk jadi-jadian. Setelah periode ini, Cina memasuki sastra modern pada abad ke-20.

Sastra India. Sekitar tahun 730 muncul penulis drama bahasa Sanskerta yang terkenal, Bhawabhuti dengan karyanya Malati Madawa (Kawin Lari), Mahawiracarita (Kisah Pahlawan) dan Uttara Ramacarita (Kisah Terakhir Rama). Dari Kashmir, muncul penyair terkenal, Bilhana (sekitar 1100), yang menulis Lima Puluh Sajak Cinta Tercuri dan seouah buku sejarah Sejarah Raja Wikramangka. Sekitar tahun 651, Bhar- trihari, ahli bahasa Sanskerta dan penyair lirik, menulis Sringara Sataka (Abad Percintaan), Niti Sataka (Abad Hidup Duniawi) dan Wairagira Sataka (Abad Kebangkitan). Oleh kritikus Barat, Bhartrihari sering disamakan dengan penyair Romawi, Horatius. Panca-tantra karangan Pilpay (tak diketahui kapan ditulis), pada tahun 550 diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Selain itu seorang novelis, Dandin (abad ke-7), menulis karyanya dalam bahasa Sanskerta, antara lain Dasakumaracarita (Kisah Sepuluh Pangeran). Dan Somadewa (abad ke-11), brahmana legendaris Kashmir, menulis Samodra Cerita yang berisikan kumpulan kisah pendek masa-masa sebelumnya.

Sastra Arab. Dalam perkembangan sastra dunia, Arab dan Persia tergolong penyumbang yang cukup besar. Paling populer adalah Seribu Satu Malam yang disusun antara abad ke-8 dan 15. Kisah ini berisi 264 cerita dalam pola cerita berbingkai. Pada abad ke-11, 12 dan 13 terdapat banyak karya sastra Persia. Umar Kayam (sekitar tahun 1123), terkenal sebagai penyair melalui terjemahan Edward Fitzgerald. Karya ini kaya akan imajinasi dan simbol segar dunia Timur. Saadi (1184-1291), seorang filsuf, sufi dan militer, menulis Gulistan (Taman Mawar) yang berisi kumpulan anekdot moralistik dalam bentuk campuran puisi dan prosa. Farid Ud-Din Attar (1119-1230) bersama dengan Sanai dan Rumi adalah penyair mistikus terkenal dengan karya Pand-Namah, Mantic ut-Tayr, Elahi Namah. Firdausi (941-1025) atau Abui Kasim Mansur, penyair epik Persia yang kedudukannya sejajar dengan penulis epik besar dunia seperti Vergilius dan Homeros. Karya besarnya, Shah Namah, terdiri atas 60.000 bait sajak yang berisi legenda dan sejarah Per¬sia sejak jaman prasejarah sampai masuknya kekuasaan Arab. Penyair gazal terbesar, Hafiz atau Shams Ud-Din Mohammad (1320-1389), terkenal dengan karyanya Diwan yang terdiri atas 500 gazal bergaya satir dan mistik lembut. Pengaruhnya besar sekali terhadap sastra India serta Turki dan pada penyair Goethe. Penyair klasik yang terakhir dari Persia adalah Jami (1414-1492), dengan karya Diwan yang terdiri atas tiga jilid dan Masnawi yang terdiri atas tujuh jilid berupa himpunan berbagai prosa. Jalai Ud-Din Rumi (1207-1237), penyair Persia terkenal dan seorang mistikus besar, pada masa kini masih dianggap sebagai pembimbing rohani. Karyanya, Masnawi, berisikan cerita, fabel dan pandangan moral.

Mu’tamid (1040-1095), penyair Arab yang juga raja wangsa Abasiyah, pernah menjadi raja di Spanyol sebelum dibuang ke Moroko. Ia terkenal karena sajak liriknya. Fuzuli atau Mehmet Suleiman Oglou (1494- 1572), penyair Turki, juga menulis dalam bahasa Arab dan Persia. Ia dikenal sebagai penyair suasana hati. Karyanya antara lain Diwan, kumpulan ode pendek dalam bentuk gazal, dan Leila Majnun. Nizami (1140- 1203) dikenal sebagai penyair romantik Persia pertama. Untuk menyelesaikan karya utamanya, Khamsa (Lima Kazanah), dibutuhkan waktu 30 tahun. Bagian yang termasyhur dari karya tersebut adalah Khosru dan Shireen. Nizami mengabdi pada banyak penguasa tetapi selalu menolak jabatan tinggi. Selain itu ia menulis sajak religius dan moral. Gaya puisinya kaya al an imajinasi dan ornamentasi.

Sastra Jepang. Sastra Jepang mulai memasuki sastra dunia sejak bangsa ini dikenal para intelektual Barat, terutama setelah masuknya pengaruh Barat ke Jepang. Setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, semakin banyak karya sastra Jepang yang diperkenalkan ke dunia internasional. Dari beberapa sastrawan Jepang lama yang dikenal dunia adalah Hitomaio Kakinomoto sebagai penyair manyo, sajak panjang Jepang. Karyanya Manyoshu, kumpulan sajak manyo, dan beberapa ratus bentuk tanka. Seorang wanita dari kalangan istana, Sei Shonagon (966-1013), menulis catatan harian kehidupan istana secara anekdotal dan epigramatik dengan judul Catatan Harian. Seami Montokiyo (1363-1443), dramawan Noh paling termasyhur, menghasilkan hampir setengah dari naskah Noh Jepang. Montokiyo juga seorang aktor dan kritikus drama. Penulis wanita lainnya, Murasaki Shikibu (978-1015), dikenal sebagai penulis catatan harian, novelis, dan penyair dengan gaya realistik. Shikibu amat akrab dengan kehidupan istana. Karya yang membuatnya abadi di dunia adalah Genji Monogatari (Kisah Genji), yang terdiri atas 54 bagian. Karya ini diterjemahkan oleh Arthur Waley dalam bahasa Inggris dalam enam jilid.

Pendeta Saigyo (1118-1190) dikenal sebagai penyair tanka yang sejak usia 23 tahun melepaskan jabatan pegawai istana dan memilih hidup sebagai pertapa, sementara istrinya juga menjadi biarawati. Karyanya Sankashu. Tokoh lain, Basho (1164-1694) dikenal sebagai penyair haiku. Ia berasal dari keluarga samurai, tetapi kemudian menjadi pendeta Budhisme Zen. Ia menulis antologi sajak Fuyu no hi dan Horu no hi dan catatan perjalanannya, Nozarashikiko dan Oku no kosomichi. Jepang juga memiliki penulis drama kabuki dan wayang boneka yang sering dijuluki William Shakespeare Jepang, yaitu Chikamatsu Monzaemon (1644-1694). Dramanya ditulis secara konvensional sehingga sulit diterjemahkan ke bahasa lain. Monzaemon menggemari tema sejarah dan rumah tangga. Karyanya yang terkenal antara lain Pertempuran Kokusenya dan Dua Kali Bunuh Diri Sonezaki.

Incoming search terms:

  • pengertian sastra dunia
  • kesusastraan arthurian
  • sastra Dunia
  • sastrawan abad pertengahan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian sastra dunia
  • kesusastraan arthurian
  • sastra Dunia
  • sastrawan abad pertengahan