Advertisement

Periode ini terbagi atas sastra Eropa, Amerika, Rusia, dan negara-negara lain.

Sastra Eropa. Sastra Eropa Abad Pertengahan berhenti sekitar tahun 1500, tetapi periodisasi dunia ini terpaksa diundur sampai Jaman Renaisans dan bahkan sampai masuknya Jaman Rasionalisme. Dengan demikian perhitungan sastra Eropa untuk jaman ini dimulai dari Jaman Romantik pada abad ke-18.

Advertisement

Tahun 1700-an Inggris masih mengalami Jaman Rasionalisme yang mengetengahkan sastrawan Jonathan Swift (1667-1745) dan Alexander Pope (1688- 1744). Swift dikenal sebagai penulis satir terkemuka dengan bukunya Perjalanan Gulliver, sedang Pope terkenal dengan The Rape of the Lock dan The Dunciad yang berupa satir. Pada masa itu pula dikenal penulis Opera Pengemis, John Gay (1685-1732). Da-lam bidang novel muncul Daniel Defoe (1660-1731) yang menulis Robinson Crusoe dan Moll Flanders. Samuel Richardson (1689-1761) menulis Pamela yang ditanggapi oleh novelis Henry Fielding (1707-1754) dalam karya Joseph Andrews, di samping karyanya yang tersohor, Tom Jones. Laurence Sterne (1713-1768) menulis novel Tristam Shandy. Novel satirik Roderick Random ditulis oleh Tobias Smollet (1721-1771). Oliver Goldsmith (1730-1774) menulis drama lah untuk Menundukkan, novel Pendeta Wakefield dan sajak panjang Desa yang Ditinggalkan. Sementara itu, Richard Sheridan (1751-1816) menulis drama Para Pesaing, The Critic dan Sekolah Berandal yang berrifat komedi.

Pada Jaman Romantik, Inggris menyumbangkan penyair besar seperti William Blake (1757-1827), Robert Burns (1759-1796), William Wordsworth, Samuel Taylor Coleridge (1772-1834), Lora Byron (1788-1824), Percy Bysshe Shelley (1792-1822), dan John Keats (1795-1821). Blake memberontak terhadap konvensi politik jaman itu, kemudian menulis sajak imajinatif yang kuat disertai pengalaman mistik yang mendalam dalam buku Lagu Kemurnian dan Lagu Pengalaman. Burns menulis sajak tentang kaum papa dan miskin. Baik W’ordsworth maupun Coleridge menujis prinsip puitik romantik dalam pengantar Balada Lirik. Coleridge terkenal dengan sajak panjangnya, Nyanyian Pelaut. Byron dan Shelley adalah kaum liberal yang menggunakan sajak untuk menentang tirani. Byron menulis Perjalanan Jiarah Childe Harold, Beppo, dan Don Juan. Shelley menulis Prometheus Unbound serta sejumlah puisi lirik yang masyhur. Keats banyak menulis soneta dan ode yang dikumpulkan dalam La m ia, Isabella of St. Agnes, and Other Poems. Inggris juga melahirkan novelis Sir Walter Scott (1771-1832) dan Jane Austen (1775-1817). Scott terkenal dengan novel sejarah, Ivanhoe dan Waferley. Austen menulis Prasangka dan Keangkuhan, Northanger Abbey, dll. Penyair lain yang berbicara tentang kebesaran alam dan Tuhan adalah Francis Thompson (1859-1907) dan Gerald Manley Hopkins (1844-1889).

Pada periode terakhir abad ke-19 di Inggris lahir novelis masyhur seperti Charles Dickens (1812-1870), W.M. Thackeray (1811-1863), Thomas Hardy (1840- 1928), Emily Bronte (1818-1848), Charlotte Bronte (1816-1855), George Eliot (1819-1880), Samuel Butler (1835-1902), Robert Louis Stevenson (1850-1936), dan Rudyard Kipling (1865-1936). Dickens menggambarkan kemiskinan kaum bawah dalam Oliver Twist dan David Copperfield, kepahitan hidup dalam Rumah Suram dan Harapan-harapan Besar, dan sentimentalisme dalam Nyanyian Natal. Thackeray menganalisis tabiat manusia dalam The Egoist dan Cobaan Richard Feverel. Hardy mempunyai pandangan pesimistik terhadap manusia, dengan tokoh selalu terpenjara nasib dan tak mampu berbuat banyak. Novelnya terkenal mempunyai struktur kukuh seperti Jauh dari Kegaduhan Edan, Tess of the D’Urbervilles, Kembalinya Si Pribumi, The Major of Casterbridge, Jude the Obscure. Hardy juga menulis puisi dan drama. Emily Bronte mewariskan satu novel yang terkenal, yaitu Wuthering Heights, sedangkan saudaranya, Charlotte, menulis Jane Eyre. Eliot dikenal lewat novelnya yang tersohor, Silas Marner, sedang Butler lewat Cara Hidup Kejasmanian. Stevenson dan Kipling lebih terkenal lewat novelnya yang menggambarkan petualangan penuh ketegangan anak muda, seperti Diculik dan Pulau Harta oleh Stevenson dan Kim, Buku Rimba, Prajurit Tiga oleh Kipling. Keduanya pun menulis sajak.

Jerman menyumbangkan karya sastra untuk dunia mulai abad ke-18 dengan munculnya Rasionalisme dan aliran Romantik. Gotthold Ephraim Lessing (1729- 1781), seorang kritikus dan teoretikus sastra, mempersembahkan drama Nathan Sang Bijak. Ia disusul dua tokoh terkenal, Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) dan Friedrich Schiller (1759-1805) yang. termasuk Gerakan Sturm und Drang. Keduanya bersahabat dan menulis drama. Goethe menulis drama terkenal Faust, sedangkan Schiller menulis Perampok, Wallenstein, Wilhelm Tell. Goethe juga terkenal dengan novel Kepiluan Werther Muda serta drama Iphigenia, Herman und Dorothea. Heinrich von Kieist (1777-1811) menulis Jembangan Pecah, Pangeran Hamburg, Pertempuran Arminius, dll. Georg Buchner (1813-1837) menciptakan drama pesimistik yang mengakhiri Masa Romantik, Kematian Dalton dan Woyzeck. E.T.A. Hoffman (1776-1822) dikenal lewat cerita berbau horor dan gotik. Heinrich Heine (1797- 1856) lebih dikenal sebagai penyair lirik dengan karya Die Lorelei dan Du Bist Wie eine Blume, dll. Dan awal tahun 1800, Jakob dan Wilhelm Grimm mewariskan Dongeng-dongeng Rakyat.

Dari Perancis muncul Voltaire (1694-1778) dengan novel Candide dan Micromegas yang berpola amat ketat dan rapi, hampir menyerupai karya matematika. Karya Alain Rene Lesage (1668-1747), Gil Bias, adalah contoh novel jenis petualangan dengan pahlawan kocak yang digemari pada jamannya. Jika pada tahun 1600-an drama berkembang mencapai puncaknya, pada tahun 1700-an hanya muncul drama penting Pierre de Beaumarchis (1732-1799), Perkawinan Figaro dan Tukang Pangkas dari Sevilla. Pada jaman ini puisi mengalami perkembangan dengan munculnya penyair seperti Alphonse de Lamartine (1790- 1869) yang menulis sajak cinta, maut, alam, dan religi, Alfred de Vigny (1797-1863) yang memuja alam, dan Theophile Gautier (1811-1873). Ketiganya bersemboyan “seni untuk seni”. Pada tahun 1800-an, puisi lebih berkembang lagi di tangan kaum penyair Simbolik Perancis, Charles Baudelaire (1821-1867) menulis Mawar Sakit, Arthur Rimbaud (1854-1891), Paul Verlaine (1844-1896), Stephane Mallarme (1842-1898). Karya mereka sangat mempengaruhi perkembangan puisi dunia tahun 1900-an.

Selain itu pada abad ke-19, Perancis menyumbangkan karya novel besar untuk dunia. George Sand (1804-1876) menulis Indiana dan Leila. Victor Hugo (1802-1885) menulis puisi, drama dan novel seperti Les Miserables (Orang-orang Malang), Si Bungkuk dari Notre Dame, Hukuman-hukuman, Renungan- renungan, Legenda sepanjang Abad. Stendahl (1783- 1842) dengan karya penting seperti Si Merah dan Si Hitam dan The Charterhouse of Parma. Honore de Balzac (1799-1850) mewariskan serangkaian himpunan novel dan cerita pendek dalam bukunya yang terkenal, Madame Bovary. Emile Zola (1840-1902) menulis banyak novel naturalisme yang menunjukkan sisi gelap kehidupan antara lain Nana, Germinal, L ‘Assommoir, La Debacle. Dan akhirnya Guy de Maupassant (1850-1893) menulis ratusan cerita pendek ten¬tang petani Normandia.

Sastra Amerika. Sejak tahun 1800-an sastra Amerika mulai menarik perhatian dunia dengan munculnya sejumlah penulis novel, cerpen dan penyair. Washington Irving (1783-1859) menulis cerita pendek seperti Rip van Winkle dan The Legenda Sleepy Hollow yang dikumpulkan dalam Buku Sketsa. James Fenimore Cooper (1789-1851) dikenal dengan sejumlah novel kehidupan orang Indian, Suku Mohawk Tumpas, The Prairie, Sang Pemandu, Pembunuh Rusa.

Edgar Allan Poe (1809-1849) dikenal sebagai penyair dan penulis cerpen supranatural dan sastrawan Amerika pertama yang pengaruhnya sampai di Eropa. Nathaniel Hawthorne (1804-1864) menulis sejumlah novel kaum puritan di New England seperti Huruf Merah, Rumah dengan Tujuh Sayap, The Marble Faun, dan sejumlah cerpen. Herman Melville (1819-1891) dikenal dunia lewat novel utamanya Moby Dick yang mengupas sisi hitam hati manusia. Mark Twain (1835- 1910) dikenal di dunia humoris dan novelis dengan karya seperti Petualangan Tom Sawyer, Petualangan Huckleberry Finn, Hidup di Sepanjang Mississippi, dan Orang-orang Lugu di Luar Negeri. Henry James (1843-1916) mewariskan novel yang mempelajari hubungan psikologi manusia dengan lingkungannya dalam Daisy Miller, Potret Sang Putri, Sayap-sayap Merpati, The Ambassadors.

Dalam bidang puisi, munculnya Edgar Allan Poe, Ralph Walde Emerson (1803-1882), Henry Wadsworth Longfellow (1807-1882), yang dikenal dengan puisi panjangnya Evangeline, Kisah Acadie dan Lagu Hiawatha. Sementara itu Emily Dickenson (1830-1886) dikenal sangat individual dan revolusioner dalam sajak yang ekliptikal dan provokatif, seperti halnya Melville yang baru diakui kebesarannya selang puluhan tahun setelah ia meninggal. WTalt Whitman (1819-1892) terkenal dengan puisi Daun-daun Rumputan dan Nyanyian Diri.

Sastra Rusia. Sastra Rusia mulai memasuki khazanah dunia pada awal abad ke-19 dengan jaman emas Romantiknya. Tokohnya yang lerkenal Alexander Pushkin (1799-1837), penyair dan penulis fiksi yang hebat. Karyanya, Evgeny Onegin, Pique Dame, Boris Godunof (ketiganya digubah dalam musik oleh komponis Tchaikowsky dan Moussorgsky), Rusland dan Ludmila, Putri Sang Kapten, dan berbagai cerpen. Tokoh lain, Mikhail Lermontov (1814-1841), terkenal sebagai “Byron Rusia”, menulis puluhan puisi lirik dan sebuah novel Pahlawan dari Jaman Kita. Nikolai Gogol (1809-1852), penulis realis, menulis komedi patetik tentang kehidupan rakyat Ukraina (tanah kelahirannya) dalam kumpulan cerpen Sore Hari Dekat D ikanku, novel Tarras Bulba, Jiwa-jiwa Mati, dan sebuah drama Inspektur Jenderal. Masih banyak cerpen lain lagi seperti Baju Mantel.

Menjelang tahun 1840-an, sastra Rusia beralih ke Realisme dengan tokoh pertamanya Iwan Turgenev (1818-1883), penulis besar “westernis” dengan pemahaman yang mendalam terhadap masyarakat dan bangsanya. Simpatinya kepada kaum petani-budak dituangkan dalam Skets-skets seorang Olahragawan. Novel Rudin mengisahkan frustrasi seorang nihilis Rusia. Turgenev menggemari tema cinta muda seperti yang dituangkan dalam novel Cinta Petama, Asya, dan drama Sebulan di Kampung.

Realisme Rusia mencapai puncaknya pada karya Leo Tolstoi (1838-1910), Fyodor Dostoyevsky (1821- 1881), Anton Chekov (1860-1904) dan Maxim Gorki (1868-1936). Tolstoi mengupas makna cinta, kepahlawanan, rumah tangga dan konflik moral dalam novel Perang dan Damai, Anna Karenina, Kematian Ivan Illich, Rumah Tangga yang Bahagia, dan sejumlah cerpen serta dongeng. Dostoyevsky menekankan studi

kepribadian serta makna kejahatan dan kebaikan dalam diri manusia yang dituangkan dalam novel Kejahatan dan Hukuman, Karamazov Bersaudara, Si Idiot, Rumah Mati di Siberia, dll. Chekov adalah kampiun seni dan cerpen Rusia yang juga menulis beberapa drama masyhur seperti Kebun Ceri. Paman Vanya, Tiga Saudara, dll. Gorki merintis kesadaran sosial Rusia menjelang Revolusi Oktober namun akhirnya kecewa terhadap Stalin dan mati secara misterius. Semasa hidupnya, Gorki banyak menulis cerpen dan novel {Ibunda dan Perkara Artamanovs) serta drama {Lapisan Bawah). Wladimir Korolenko (1853-1921) menulis novel Impian Makar dan Pemusik Buta, juga cerpen bernada optimistik.

Sastra Negara-negara Lain. Dari wilayah Skandinavia muncul Hans Christian Andersen (1805-1875) yang banyak menulis dongeng simbolik baik untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa. Bjornstjerne Bjornson (1832-1910), penyair dan novelis, menulis Kebangkrutan, Sigurd Slembe, Di Balik Kekuatan Manusia. Mihail Eminiscu (1850-1889) adalah penyair dan novelis romantik Rumania yang bernada pesimistik. Knut Hamsun (1859-1952), novelis, penyair, dan dramawan, membenci materialisme dengan bukunya Pertumbuhan Bumi.

Dari Polandia, muncul Zygmunt Krasinski (1812- 1859), novelis dan penulis drama dengan karya Komedi NonIlahi. Alexander Petofi Sandor (1822-1849), penyair lirik Hungaria yang terkenal, bersifat patriot dan cinta kebebasan, menulis sejumlah sajak. Nikolaus Lenau (1802-1850) dari Austria dikenal sebagai penyair lirik. Penyair pesimistik Italia, Giacomo Leopardi (1798-1837), menganggap bangsanya mengalami dekadensi pada jamannya. Karyanya berjudul Kepada Italia, di Monumen Dante, Burung Gereja. Dari Spanyol, Benito Perez Galdos (1834-1920), novelis, penulis drama, penganut realisme, dan penyebar ide liberalisme, telah menulis 80 novel, 24 drama, antara lain Gloria dan Misericordia. Henryk Sienkiewicz (1846-1916), novelis sejarah Polandia, terkenal dengan buku Quo Vadis dan Dengan Api dan Pedang.

Sastra Asia pada masa itu mengalami kemunduran karena meluasnya penjajahan Barat di Asia-Afrika namun dari Jepang masih muncul seorang penyair tanka, Kagawa Kageki (1768-1843), dengan kumpulan sajak Keien isshi.

Incoming search terms:

  • cerpen tahun 1800an
  • Istilah galfos
  • siapa penulis novel terkenal pada tahun 1700 an

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • cerpen tahun 1800an
  • Istilah galfos
  • siapa penulis novel terkenal pada tahun 1700 an