Advertisement

Sastra abad ini tergolong kaya karena sistem komunikasi semakin membaik sehingga apa yang ditulis seseorang di sebuah negara jika dapat meningkatkan peradaban akan mudah tersebar di banyak negara. Pada kesempatan ini hanya akan disajikan beberapa sastrawan yang penting mengingat banyaknya jumlah sastrawan abad ke-20.

Sastra Eropa. Dari Perancis, Anatole France (1844-1924), menulis beberapa novel satiris-alegoris seperti Pulau Penguin, Pemberontakan Para Malaikat dan Kejahatan Sylvestre Bonnard. Marcel Proust (1871-1922) terkenal karena bukunya yang terdiri atas tujuh novel, Kenang-kenangan Masa Lalu, yang sangat sensitif. Romain Rolland (1866-1944) mewariskan novel Jean Christophe tentang pemusik miskin yang sukses dan menemukan kedamaian pada saat kematiannya. Jules Romain (1885-) menulis beberapa epos prosais yang disatukan dalam satu buku berju-dul Orang-orang Berkemauan Baik. Francois Mauriac (1885-) menulis novel Gurun Cinta, Therese, Darah dan Daging. Simone de Beauvoir (1908-), penulis eksistensialis, menghasilkan Kaum Mandarin tentan moral dan tingkah laku kaum intelektual Perancis setelah Perang Dunia Kedua. Andre Malraux (1895-) mewariskan novel Nasib Manusia dan Kaum Penakluk. Andre Gide (1869-1951) memberikan novel Immoralist dan Counterfeiters. Jean Paul Sartre (1905-), tokoh eksistensialis, menulis drama Tak Ada Jalan Keluar, dan Pelacur Terhormat. Jean Giraudoux (1882-1944) menulis drama Wanita Gila dari Chaillot dan Perang Troya Tak Akan Meletus. Jean Anouilh (1910/f menulis belasan drama antara lain Camar yang mengisahkan Jeanne d’Arc. Francois Sagan (1935-), yang menulis sejak remaja, antara lain menulis novel tragik cinta remaja, Bonjour Tristesse. Albert Camus (1913-1956) menulis drama Caligula dan novel seperti Sampar, Orang Asing. Paul Claudel (1868-1955), penyair dan dramawan Katolik, menulis drama bersajak Sandal Satin. Dari yang kontemporer terdapat Jean Genet, Allain Robbe-Grillet, Nathalie Sarraute, dll. Penyair-penyair surealis Louis Aragon (1897-), Paul Elouard (1895-1952), Pierre Reverdy (1889-1960) dan post-surealis Saint John Perse (1887-1975).

Advertisement

Dari Inggris, Joseph Conrad (1857-1924) terkenal lewat novelnya yang berlatar belakang Timur Tengah seperti Tuan Jim, Nostromo, Kegelapan Hati. John Galsworthy (1867-1933), yang terkenal di Indonesia lewat drama pendeknya, menulis trilogi Hikayat Saga. James Joyce (1882-1941) menonjol dengan karya monumental, Ulysses dan Potret Anak Muda sebagai Seniman. D.H. Lawrence (1885-1930) dikenal lewat novel seksnya Kekasih Gelap Lady Chatterley, Pelangi, dan Anak dan Asmara. Virginia Woolf (1882-1941) juga dikenal sebagai novelis avant-garde seperti James Joyce dengan karya Kepada sebuah Menara dan Orlando. Samuel Beckett (1906-) terkenal sebagai penulis drama Menunggu Godot serta novel Molloy dan Malone.

E.M. Forster (1879-) dikenal dengan Sebuah Pesan untuk India. George Orwell (1903-1950) menulis novel Kebun Binatang dan 1984. Somerset Maugham (1874-) dikenal dengan novel dan cerpennya, antara lain Tentang Belenggu Manusia dan Bulan dan Enam Keping Uang. C.P. Snow (1905-) menulis Saudara dan Orang Asing dan Para Pakar. Graham Greene (1904-) menulis novel Brighton Rock dan Kekuasaan dan Kemuliaan. Kingsley Amis (1923-) menulis Lucky Jim. Yang kontemporer antara lain novelis Lawrence Durrell, William Golding, dan Doris Lessing.

Dalam bidang puisi, muncul penyair A.E. Hous- man (1859-1899) dengan sajak yang dingin tetapi berhasil menyuarakan passi serta ilusi remaja, Bocah Shropshire. W.H. Auden (1907-), penyair, membahas masalah perbenturan dan perubahan budaya abad ini dalam buku Kumpulan Puisi. Penyair magis Walter de la Mare (1873-1956) menghasilkan karya Rima dan Sajak, yang berisi rahasia kehidupan penuh melodi. Thomas Stearns Eliot (1888-1986), penyair dan penulis drama terpenting, menulis karya seperti The Waste Land, Four Quartets dan drama Pembunuhan di Katedral. Yang kontemporer adalah Sir John Betjeman (1906-), Cecil Day-Lewis (1904-1972), Louis MacNeice (1907-1963), Stephen Spender (1909-), Dylan Thomas (1-14-1953).

Penulis drama antara lain George Bernard Shaw s (1856-1950) dengan karya Pygmalion, Perang dan ; Pahlawan, Joan of Arc, dll. William Butler Yeats (1865-1939) menulis sajak dan drama bersajak. Sean O’Casey (1880-1964) dan J.M. Synge (1871-1909) adalah penulis Irlandia. Yang kontemporer misalnya Harold Pinter (1930-), Christopher Fry (1907-), John Osborne (1929-) yang terkenal dengan Tengoklah dengan Berang, dan John Arden (1930-).

Dari Jerman, aliran naturalisme melahirkan Gerhart Hauptmann 0 862-1946) dengan drama Para Penenun. Aliran impresionisme melahirkan Thomas Mann (1875-1955) dengan novelnya Bukit Ajaib dan Kematian di Venezia-, Hermann Hesse (1877-1962) dengan Sidharta dan Steppenwolf serta novel filosofi; Arthur Schnitzler (1862-1931) dan Rainer Maria Rilke (1875-1926) yang menulis sajak dan cerita. Dalam pe¬rang dunia pertama muncul aliran ekspresionisme dengan tokoh utama seperti Franz Kafka (1883-1924) dengan novel Kastil, Jakob Wassermann, George Kaiser, dan Ernest Toller. Dramawan Bertold Brecht (1898-1956) menulis Lingkaran Kapur Putih, Perempuan dari Sezuan dan Opera Tiga Sen. Pada masa pemerintahan Nazi muncul sastrawan pemberontak seperti Erich Maria Remarque (1898-1970) dengan novel yang terkenal Semua Tenang di Front Barat. Dan yang kontemporer, Gunter Gras (1927-) dengan Genderang Timah dan novel yang lain, Heinrich Boll (1917-) dengan novel Ruang Billiard Jam 9.30, Rolf Hochhuth (1931 -) dengan drama Wakil yang menyerang Paus dalam hal pembunuhan orang-orang Yahudi, dan Friedrich Durenmatt (1921 -) dengan drama Kunjungan dan Romulus Agung.

Sastra Italia melahirkan novelis dan dramawan Luigi Pirandello (1867-1936) yang terkenal dengan Enam Watak Mencari Penulis. Novelis kelas menengah, Italo Svevo (1861-1928), dengan karya Pengakuan Zeno. Aldo Palazzeschi (1885-1974), novelis kelas bawah, dengan karya Materassi dan Saudari-saudarinya. Ignazio Silone (1900-), novelis di bawah tekanan diktator Fascist dengan novelnya Roti dan Anggur serta Fontamara. Alberto Moravia (1907-), novelis keruntuhan moral dan politik kaum menengah Italia dengan novelnya Wanita Roma, Dua Wanita, Roda Keberuntungan. Selain itu di Lampedusa ada juga novelis seperti Giorgio Bassani, Cesare Pavese, Ellio Vittorini dan Giuseppe. Penyair Italia yang pantas disebut adalah Fillippo Marinetti (1876-1944), Eugenio Montale (1896-), Salvatore Quasimodo (1901- 1968), Umberto Saba (1883-1957) dan Giuseppe Unga- retti (1888-1971).

Dari Spanyol, sejak tahun 1900-an banyak dilahirkan sastrawan kaliber dunia. Pertama Miguel de Unamuno (1864-1936), eseis, penyair dan novelis eksistensialis yang menghasilkan Rasa Tragik Hidup serta novel Kabut. Pio Baroja (1872-1956), novelis, menulis Pohon Pengetahuan dan Zalacain el Aven- turero. Jose Ortega Y Gasset (1883-1955), kritikus, filsuf dan sejarawan terkenal, menghasilkan buku se perti Dehumanisasi Seni dan Revolusi Massa. Juan Ramon Jimenez (1881-1958) dan Jacinto Benavente (1866-1954) adalah pemenang hadiah Nobel dengandrama Ikatan Kepentingan dan Bunga Duka. Dramawan lain seperti Joaquin Alvarez Quintiro dan Federico Garcia Lorca Perkawinan Darah dan Rumah Bernurda A lha.

Sastra Amerika berkembang dengan subur dalam abad ke-20 dan sangat berpengaruh dalam sastra dunia karena bahasa yang digunakan bersifat internasional, juga karena Amerika mempunyai kekuatan yang besar di dunia. Awal abad ke-20 muncul Stephen Crane (1871-1945) dengan novel yang jujur Sister Carrie dan Tragedi Amerika. Jack London (1876-1916) terkenal dengan novel kehidupan dan perjuangan manusia serta binatang di kutub, Panggilan Alam Bebas.

John O’Hara (1905-1970) dikenal sebagai novelis realistik kehidupan kelas menengah atas Amerika dalam Ten North Frederick dan From the Terrace. Sherwood Anderson (1876-1941) menulis Winesburg,

Ohio, dan Sinclair Lewis (1885-1951) yang mengarang Mainstreet adalah penulis kehidupan kota kecil Amerika. Thomas Wolfe (1900-1938) menulis empat novel besar tentang studi moral dan nilai Amerika, dimulai dengan Look Homeward, Angel. John Dos Passos (1896-1970) mengupas perang kelas dalam tri¬loginya, U.S.A. John Steinbeck (1902-1968), pemenang Nobel dan pelukis sosial terbaik Amerika me¬nyumbangkan karya The Grapes of Wrath, East of Eden, Tortilla Flat, dll. Ernest Hemingway (1899- 1940) menulis Gatsby Agung dan Sebelah Sini Surga. William Faulkner (1897-1962) dikenal sebagai novelis regionalis karena banyak mengisahkan kehidupan daerah selatan Amerika dalam novelnya, misalnya Intruder in the Dust, The Sound and Fury, The Wild Palms, dll. Erskine Caldwell (1903-) menulis perjuangan politik orang Selatan dalam All The King’s Men. Willa Cather (1873-1947) mengisahkan kaum pionir di daerah Barat dalam My Antonia sedang Pearl S. Buck (1892-1973) menulis kehidupan Cina dalam Bumi yang Baik. Sementara itu, William Saroyan (1908-) menulis tentang keturunan Armenia di Amerika dalam Namaku Aram, Komedi Manusia.

Dalam bidang puisi, muncul nama-nama seperti E.A. Robinson (1869-1935), Robert Frost (1874-1963), Carl Sandburg (1878-1967) dengan bukunya Puisi Chicago dan Rakyat, Ya, penyair epik Stephen Vincent Bennet (1898-1943), penyair epik, William Carlos Williams (1883-1963), Archibald MacLeish (1892-), Amy Lowell (1874-1925), Marianne Moore (1887- 1972), Wallace Stevens (1879-1955), dan E.E. Cum- mings (1894-1962).

Kebangkitan drama Amerika dimulai oleh Eugene O’Neil (1888-1953) yang mengangkat tema realistik dan perubahan teknik pentas yang berani dalam Di balik Horizon, Maharaja Jones, Berahi di bawah Pohon Palma, Perjalanan Panjang Memasuki Malam, dll. Ia disusul Elmer Rice (1892-1967) dengan Mesin Hitung dan Pemandangan Jalan, Maxwell Anderson (1888-1959) dengan lakon Winterset, Lillian Hellman (1905-) mengejutkan masyarakat dengan lakon The Children ‘s Hour dan Watch on the Rhein, dan Thornton Wilder (1897-) menulis lakon tanpa setting dalam Kota Kami dan Kulit Gigi Kita. Setelah Perang Dunia Kedua, drama Amerika mencapai puncak melalui karya Tennessee Williams (1911-) Mainan Gelas dan A Streetcar Named Desire, karya William Inge (1913-1973), Kegelapan di Ujung Tangga serta Stop Bus, karya Arthur Miller (1915-), Kematian Saudagar Keliling, Edward Albee (1928-), yang mula-mula penganut absurdisme, menulis Sandbox dan Impian Amerika tetapi terkenal dengan naskah realistik, Siapa Takut pada Virginia Woolf?.

Setelah Perang Dunia Kedua, novel Amerika semarak di bawah nama Norman Mailler (1923-), Herman Wouk (1915-), dan James Jones (1921 -) yang menulis tentang Perang Dunia dan akibatnya masing-masing dalam Yang dan Yang Mati, The Caine Mutiny dan From Here to Eternity. Munculnya kaum re- gionalis diprakarsai oleh John Updike (1932-) dengan karya Rabbit, Run dan Rabbit Redux serta penulis J.D. Salinger (1919-) dengan karya The Catcher in the Rye. Penulis Selatan seperti Carson MacCullers (1917-1967) terkenal dengan karya The Ballad of the Sad Cafe dan Clock Without Hands’, Truman Capote (1924-) dengan Other Voices, Other Rooms’, Flannery O’Connor (1925-1964) dengan The Violent Bear It A way dan Wise Blood.

Penulis Yahudi terdiri atas Saul Bellow (1915-) dengan Petualangan Augie March, Herzog, Planet Tuan Sammler; Isaac Bashevis Singer (1904-) dengan Musuh (sebuah kisah cinta), Mahkota Bulu; Bernard Mallamud (1914-) dengan Asisten dan Tong Gaib; Philip Roth (1933-) dengan Selamat Tinggal, Columbus. Penulis Negro antara lain Ralph Ellison (1914-) dan James Baldwin (1924-1987) dengan novel Beritakan di Gunung.

Penulis kontemporer antara lain Joice Carrol Oates, Vladimir Nabokov, Joseph Heller, Kurt Vonnegut Jr., John Barth, Jerzy Kosinski, dll. Dan penyairnya yang menonjol Karl Jay Shapiro, Theodore Roethke, Robert Lowell, Sylvia Plath, dan John Berryman.

Sastra Rusia. Setelah berkembangnya realisme pada abad ke-19, pada awal abad ke-20 muncul aliran simbolisme yang dipelopori oleh Lermontov dan Dostoyevsky. Penyair simbolis pertama adalah Alexander Blok dengan sajak religius Yang Dua Belas. Kemudian Andrey Bely, penyair dan novelis, menulis St. Petersburg yang mengisahkan konflik Barat-Timur di Rusia. Leonid Andreyev, penuiis cerita dengan novel pendeknya Tujuh Orang yang Digantung, mengisahkan pembelaan terhadap kaum revolusioner. I wan Bunin, pemenang Nobel, walaupun bukan simbolis tetapi menggarap tema yang mendekati simbolis dengan karya Gentelmen dari San Fransisco.

Setelah revolusi Oktober 1917, berkembang kembali realisme yang lebih mudah dicerna oleh rakyat. Wladimir Mayakowski adalah penyair komunis yang mengejutkan dengan imajinasi yang tak biasa dan bahasa yang kuat dalam kumpulan Awan dalam Celana, Lenyap dalam Konferensi. Boris Pasternak, penyair, mengumpulkan sajak lirik dalam Saudariku Kehidupan dan Kembar di Awan.

Kesusastraan Rusia baru muncul tahun 1920-an dengan munculnya Isaak Babel yang menulis kisah tentang keadaan setelah perang, Kavaleri Merah. Leonid Leonov, novelis psikologi yang mengikuti Dostoevski, juga menulis tentang keadaan setelah perang, Pembawa Panji dan Pencuri. Alexei N. Tolstoi menulis novel Jalan ke Kalvari. Sastra realisme-sosialis baru berkembang tahun 1930-an dan banyak menghasilkan karya sastra bersifat sejarah. Yang terpenting adalah Mikhail A. Sholokhov dengan novel epos seperti Sungai Don yang Tenang dan Tanah Perawan. Perang Dunia Kedua terekam lewat karya Konstantin Simonov, Siang dan Malam.

Setelah kematian Stalin kebebasan mencipta muncul kembali, dan tidak banyak sensor seperti pada masa realisme-sosialis. Beberapa sastrawan penting ialah Ilya Ehrenburg yang menulis novel pendek Padang Es tentang keadaan frustrasi rakyat; Wladimir Dudintsev yang mengisahkan korban korupsi atasan terhadap insinyur miskin yang terisolasi dalam novel Tidak Ijkanya dengan Roti; Alexander Solzhenitsyn yang kesengsaraan sebuah kamp pada jaman Stalin dalam Suatu Hari dalam Kehidupan Iwan Denisowits.

Tahun 1960-an berkembang aliran liberal yang dipelopori oleh Yevgeni Yevtushenko dengan Babi Yar yang mencela penindasan Yahudi di Rusia dan Andrei Voznesenski dengan sajak orisinal dan penggunaan gambaran-gambaran yang sangat rumit.

Sensor yang keras dari Partai mengakibatkan beberapa sastrawan menerbitkan karyanya di luar negeri. Antara lain, Eugene Zamiatin menerbitkan Kami (1924), Boris Pasternak menerbitkan Dokter Zhivago (1957), Andrei Synyawski menerbitkan cerita pendeknya Pengadilan Dimulai dengan nama Abram Tertz.

Sastra Negara-negara Lain. Sastra Amerika Latin termasuk sastra tua, sejak abad ke-16. Tahun 1900-an beberapa negara di Amerika Latin menyumbangkan karya sastra yang menarik perhatian dunia. Bahkan tahun 1945 salah seorang penyairnya (wanita) memperoleh hadiah Nobel, yaitu Gabriela Mistral. Pada awal abad ke-20 muncul gerakan nativisme yang menggarap masalah-masalah khas Amerika Latin. Benito Lynch dan Ricardo Guiraldes dari Argentina menulis novel Manusia Inggris sampai Tulang Sumsum (1924) dan Don Segundo Sombra (1926). Hutan tropis Kolumbia dikisahkan oleh Jose Eustasio Rivera dalam novel Vortex. Romula Gallegos menulis tentang kehidupan prairi Venezuela dalam Dona Barbara. Jorge Icaza dari Ekuador melukiskan eksploitasi tuan tanah terhadap kaum Indian dalam Huasipungo. Ciro Alegria dari Peru melukiskan perbudakan Indian oleh orang kulit putih dalam Dunia yang Luas dan Asing.

Dari Brasil, muncul novelis Euclydes da Cunha dengan Os Sertoes, Jose Pareira Graca Aranha dengan Canaan, Jose Lins do Rego dengan Kincir Gula, Graciliano Ramos dengan Saint Bernard, dan Jorge Ama- do dengan Jubiaba. Sementara itu dari Meksiko muncul .Mariano Azuela dengan novel Kaum Underdog dan Miguel Angel Asturias dari Guatemala dengan novel Tuan Presiden (1946) yang memenangkan Hadiah Nobel untuk sactra. Seorang eksitensialis Argentina, Eduardo Mallea, menulis Teluk Keheningan. Masih dari Argentina, lahir pula Jorge Luis Borges yang sangat terkenal di dunia Barat, Ernesto Sbato yang menulis novel Terowongan, dan Julio Cortazar yang menulis karya Hopscotch (1963). Dari Uruguay, Juan Carlos Onetti menulis novel Hidup Pendek. Manuel Rojas dari Chile menulis Putra Seorang Pencuri. Alejo

Carpentier dari Kuba menulis Jejak-jejak yang Hilang dan Abad Hilang. Selain Jorge Luis Borges dan Vin- cente Huidobro yang eksperimental dan surealis, muncul pula penyair terkenal dari Chile, Pablo Meruda. Dan dari Meksiko muncul dua novelis dengan teknik bercerita yang kompleks, yaitu Carios Fuentes dan Juan Ruifo yang menulis Pedro Paramo dengan latar belakang daerah perkampungan.

Dari Belanda muncul Multatuli (1820-1887) dengan novel Max Havelaar, Surat-surat Cinta, Sekolah Raja- raja; Louis Couperus (1863-1923) dengan karya Tenaga Gaib, Komedian-komedian, Eline Vere. Willem Elsschot (1882-1960) menulis novel Keju dan sajak- sajak. Maria Dermout (1880-1962) menulis Taman Kate-kate dan Jan Jacob Slauerhoff (1898-1936) menulis sajak. Dari Yunani muncul Nikos Kazantzakis (1885-1957) dengan karya yang terkenal Passi Yunani serta Odysee dan penyair pemenang Nobel, George Seferis (1900-1971). Lebanon memunculkan Kahlil Gi- bran (1883-1931) dengan karya Sang Nabi dan beberapa kisah lain.

Dari Republik Rakyat Cina muncul Yeh Shao-chu (1894-) dengan karya Pelindung, Orang Rumput dan Kebakaran. Lu Hsun (1881-1936) menulis Catatan Harian Orang Gila, Kisah Sebenarnya Ah Q dan Panggilan Senjata. Mao Tun (1896-), novelis, menghasilkan Tengah Malam, Gerhana dan Pelangi. Kuo Mojo (1892-) menulis novel Semasa Muda dan Daun yang Gugur.

Jepang banyak menyumbangkan karya sastra, antara lain Suasana Hati dan Parade yang Lewat karya Natsume Soseki (1866-1916), novel Dusun Minani-Koizumi karya Seika Mayam (1879-). Ryuno- suke Akutagawa (1892-1927) menulis Kappa dan cerpen-cerpennya. Naoya Shiga (1883-1916) menulis Di Kinosoki. Junichiro Tanizaki (1886-) menyumbangkan Wajah Shun k in, Perguruan Sunkin, Kunci, dll. Pemenang Hadiah Nobel Yasunari Kawabata (1899-) menulis novel Seribu Burung Jenjang, Negeri Salju, Penari Izu, Rumah Perawan, dll. Yukio Mishima (1925-1970) terkenal dengan novel Haus Cinta, Senandung Ombak, Kuil Kencana, Kuda Lepas, Warna-warna Terlarang, Salju Musim Semi, dll.

India terkenal dengan Rabindranath Tagore (1861- 1941) yang menulis puisi, cerpen drama dan novel seperti Gitanyali, Citra, Di dalam dan di luar Lingkungan Rumah Tangga, dll.

Sebenarnya masih banyak nama dan karya yang belum sempat disebutkan, terutama dari Asia-Afrika yang sejak abad ke-20 memunculkan sastrawan penting. Dari penjelasan ini dapat dilihat bangsa-bangsa mana di dunia yang banyak menyumbangkan kekayaan sastranya bagi dunia. Memang yang menonjol adalah bangsa Barat, karena salah satu bahasa mereka menjadi bahasa dunia sehingga karya mereka mudah dipahami oleh seluruh bangsa dunia tanpa terjemahan, juga karena di masa lampau bangsa ini sempat menguasai bangsa lain sehingga pengaruh mereka dalam kebudayaan cukup besar terhadap bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin.

Incoming search terms:

  • karya drama inggris abad 20
  • sastra kontemporer di amerika
  • sastra kontemporer amerikq
  • sastra kontemporer amerika
  • periode sastra inggris abad 20
  • periode puisi kontemporer di inggris
  • periode abad ke 20 kesusastraan
  • penulis sastra inggris kontemporer
  • pengertian sastra prancis kontemporer
  • sastra kontemporer di inggris

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • karya drama inggris abad 20
  • sastra kontemporer di amerika
  • sastra kontemporer amerikq
  • sastra kontemporer amerika
  • periode sastra inggris abad 20
  • periode puisi kontemporer di inggris
  • periode abad ke 20 kesusastraan
  • penulis sastra inggris kontemporer
  • pengertian sastra prancis kontemporer
  • sastra kontemporer di inggris