Advertisement

SATELIT CUACA
Selain balon cuaca, sejak tahun 1960-an, digunakan berbagai alat pengumpul informasi termasuk kamera cahaya, detektor sinar inframerah, dan satelit. Satelit cuaca merupakan alat tercanggih yang membantu para ahli menyelidiki perilaku atmosfer. Satelit umumnya dilengkapi kamera televisi yang dapat mengambil gambar bumi. Satelit mengirimkan isyarat-isyarat gambar menuju stasiun pengamat di bumi yang kemudian mengubahnya menjadi foto. Dengan mempelajari foto-foto itu, ahli meteorologi dapat melihat noda-noda badai guntur dan badai lainnya yang berkembang di atas lautan, sehingga mereka dapat memberi tanda bahaya sebelum badai menimpa daratan.

Ada dua macam satelit cuaca, yaitu jenis edaran-kutub dan geostasioner. Satelit cuaca edaran-kutub mengelilingi bumi pada ketinggian sekitar 1.400 kilometer, dengan garis edar melintasi kutub selatan dan kutub utara. Karena bumi berputar pada porosnya, satelit melewati daerah yang berbeda sementara melintasi bumi. Gambar-gambar yang diambil oleh kamera dalam satelit jenis ini mencakup daerah seluas 10 juta kilometer persegi (lebih kurang 2 persen luas permukaan bumi).

Advertisement

Satelit cuaca geostasioner mengorbit di atas khatulistiwa pada ketinggian 36.000 kilometer. Gerakannya bersamaan dengan putaran bumi, bila bumi berputar satu kali, satelit membuat satu putaran. Jadi, satelit berada dalam satu posisi di atas permukaan bumi. Satelit jenis ini dapat mengambil gambar daerah yang lebih luas dibanding satelit edaran-kutub karena mengorbit pada tempat yang sangat tinggi. Empat satelit geostasioner jika berada dalam posisi yang tepat dapat mengambil gambar bumi secara keseluruhan.

Incoming search terms:

  • Pengertian satelit cuaca
  • penjelasan tentang satelit cuaca

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian satelit cuaca
  • penjelasan tentang satelit cuaca