Advertisement

Sebuah satelit komunikasi v g dirancang dan dibuat oleh Hughes Aircraft Company untuk Perumtel, perusahaan umum telekomunikasi pemerintah Indonesia. Satelit ini berfungsi sebagai satelit pengulang (repeater) komunikasi bagi berbagai media, termasuk telepon, televisi, faksimili, dan transmisi data. Selain Indonesia, satelit Palapa juga melayani komunikasi di beberapa negara Asia Tenggara. Hingga kini telah dikenal dua generasi satelit Palapa. Palapa-Al dan Palapa-A2 sebagai generasi pertama, dan Palapa-B 1, Palapa-B2, Palapa-B2P, dan Palapa-B2R sebagai generasi kedua.

Palapa-yang mengorbit pada ketinggian 35.900 kilometer di atas khatulistiwa – merupakan satelit geostasioner. Satelit geostasioner adalah satelit yang gerakannya mengelilingi bumi bersamaan dengan rotasi bumi, sehingga bila bumi berputar sekali, satelit pun membuat satu kali putaran. Jadi satelit itu selalu berada di atas suatu posisi tertentu di bumi. Karena Palapa-B 1 mengorbit pada garis 108° Bujur Timur dan Satelit Palapa-B2P berada pada garis 113° Bujur Timur (Indonesia terletak pada 95° – 141° Bujur Timur) sedangkan keduanya berada pada posisi yang sangat tinggi, jangkauan komunikasinya meliput secara langsung Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Papua Niugini.

Advertisement

Generasi Pertama. Palapa-Al dan Palapa-A2 – satelit generasi pertama yang masing-masing diluncurkan pada Juli 1976 dan Maret 1977 – memiliki 12 transponder dan satu panel sel matahari untuk mengisi ulang baterai pembangkit dayanya. Palapa-A berben- tuk silinder dengan diameter 2,16 meter dan tinggi 2,84 meter. Agar dapat sampai pada orbitnya, satelit ini dipasang pada roket tingkat dua. Sejak awal peluncuran hingga saat siap beroperasinya, satelit ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Masa pakai efektif satelit ini – yang bergantung pada persediaan bahan bakar penyala roketnya untuk mengoreksi kedudukan satelit- sekitar 7 tahun. Namun Palapa-Al mampu bertahan 9 tahun dan Palapa-A2 bertahan hingga 11 tahun. Kedua satelit ini kini telah menjadi sampah angkasa. Dengan berakhirnya masa pakai satelit generasi pertama pada tahun 1983, diluncurkanlah satelit generasi kedua, Palapa-B.

Generasi Kedua. Satelit Palapa-B 1 diangkut menuju* orbit geostasionernya pada bulan Juni 1983 oleh pesawat ulang-alik Columbia – dalam penerbangan ketujuh yang merupakan penerbangan komersial ketiga. Palapa-Bl adalah satelit jenis HS-376. Tak lama kemudian, pada Februari 1984 diluncurkan Palapa-B2 sebagai pasangan Palapa-Bl, juga dengan pesawat ulang-alik; penerbangan ini merupakan penerbangan pesawat ulang-alik kesebelas. Namun sesaat setelah keluar dari punggung pesawat dan memasuki orbit-nya, roket perigeum satelit – roket pendorong menuju titik orbit terdekat dengan bumi – tak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya satelit Palapa-B2 masuk dalam orbit yang salah. Setelah terkatung-katung di angkasa luar selama 8 bulan, akhirnya dalam November 1984 pesawat ulang-alik Discovery mengambil satelit ini dan membawanya kembali ke bumi. Sebagai gantinya, dengan memakai Roket Delta (roket bertingkat tiga), diluncurkanlah satelit Palapa-B2P pada bulan Maret 1987. Dan sebagai ganti satelit Palapa-Bl yang masa pakainya diperkirakan habis pada awal 1991, dalam bulan April 1990 dengan Roket Delta (juga bertingkat tiga) diluncurkanlah satelit Palapa-B2R.

Seluruh satelit generasi kedua memiliki kapasitas 24 transponder, perangkat elektronik yang berfungsi sebagai pengirim sinyal bila menerima getaran sinyal pasangannya. Satelit ini dilengkapi dua panel sel matahari teleskopik silinder, sehingga sumber dayanya empat kali lipat lebih banyak dibanding Palapa-A. Meskipun transponder ini mampu menggunakan daya sebesar 10 watt, umumnya tenaga maksimum pakai-nya 8 watt. Transponder Palapa-B beroperasi pada band C dan bisa menerima gelombang berfrekuensi 5,925 GHz (Giga Hertz) sampai 6,425 GHz dan memancarkan gelombang pada frekuensi 3,7 GHz sam-pai 4,2 GHz. Penentuan lebar gelombang ini dilakukan oleh IFRB (International Frequency Registration Board) yang merupakan bagian ITU (International Telecommunication Union). Setiap satu dari 24 trans-ponder aktif mampu melayani 1.000 jalur suara satu arah dan transmisi televisi berwarna. Di samping itu, satelit generasi kedua ini membawa enam transponder tak aktif yang memenuhi fungsi 5 untuk 4 redundansi, artinya dari setiap lima transponder hanya empat yang aktif, dan sisanya (satu) berfungsi sebagai cadangan yar>e akan terpakai bila satu dari kelima transponder dalam kelompok ini tak berfungsi.

Diameter Palapa-B adalah 2,16 meter dan diameter antenanya 1,80 meter. Tinggi keseluruhan, termasuk tinggi muatannya, adalah 6,96 meter. Beratnya, pada awal masa pengoperasian, 652 kilogram. Panel sel mataharinya, yang menempel di sebelah luar, terdiri atas dua panel sel matahari jenis K-7 yang mampu membangkitkan listrik 1.062 watt pada awal masa aktifnya. Panel sel matahari juga akan mengisi dua baterai nikel-kadmium yang menghasilkan tenaga penuh selama gerhana, yakni sewaktu satelit melintasi daerah bayangan bumi. Baterai ini mampu diisi ulang sebanyak 1.000 kali, dan setelah itu baru akan rusak. Dengan rusaknya baterai nikel-kadmium, berakhir pulalah masa aktif satelit; dan satelit menjadi sampah angkasa yang tak berguna.

Posisi satelit stabil, bila kecepatan putarnya mencapai 50 putaran per menit. Saat satelit berputar, posisi antena komunikasi dan perangkat elektronikanya tak ikut bergeser relatif terhadap bumi, dengan penye-lewengan yang kurang dari 0,05°. Sorotan yang dik – rima dan dipancarkan satelit diciptakan oleh celah mata dan antena dengan dua permukaan polarisasi yang saling mengimbangi. Permukaan antena bagian depan peka terhadap sorotan polarisasi horizontal, sedangkan permukaan belakang peka terhadap sorotan polarisasi vertikal. Setiap polarisasi memantulkan sinyal-sinyal untuk memisahkan jaringan yang masuk.

Sewaktu peluncuran dengan pesawat ulang-alik, satelit disimpan dengan posisi tidur di dalam bagasi khusus mirip ayunan yang memiliki sistem penginjeksian. Pada saat pintu bagasi dibuka, satelit ditegakkan di atas meja pelontar yang terletak di dasar bagasi. Pelepasan pengunci mengakibatkan empat pegas menekan satelit keluar dari pesawat. Setelah mengorbit setengah lingkaran bumi, satelit mulai menyalakan modul pembantu beban berguna (payload assist module) yang mendorong satelit menuju orbit elipsnya. Motor apogeum – motor pendorong satelit menuju titik orbit terjauh dari bumi – menempatkan satelit ke dalam orbit geostasionernya. Setelah mengapung pada orbit tetapnya, satelit digerakkan oleh motornya yang lain agar tepat berada pada posisi operasinya, yang tegak lurus terhadap bumi. Untuk mengontrol posisi satelit di ketinggian selama masa aktifnya yang lebih dari 8 tahun, di dalam satelit disimpan empat roket pendorong berbahan bakar hidrazina (N2H4).

Incoming search terms:

  • pengertian satelit palapa
  • fungsi satelit palapa
  • arti satelit palapa
  • satelit palapa adalah
  • apa itu satelit palapa
  • satelit palapa termasuk satelit dalam
  • satelit palapa termasuk jenis satelit
  • mengapa satelit palapa dikatakan jenis satelit geostasioner
  • definisi satelit palapa
  • satelit palapa termasuk satelit

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian satelit palapa
  • fungsi satelit palapa
  • arti satelit palapa
  • satelit palapa adalah
  • apa itu satelit palapa
  • satelit palapa termasuk satelit dalam
  • satelit palapa termasuk jenis satelit
  • mengapa satelit palapa dikatakan jenis satelit geostasioner
  • definisi satelit palapa
  • satelit palapa termasuk satelit