PENGERTIAN SEBAB-SEBAB SISTEM RESIDENSI DAN KETURUNAN ADALAH – Sebagaimana dikemukakan oleh Robin Fox (1967), banyak sarjana telah berbicara mengenai sis tem tempat tinggal dan sistem keturunan seolah-olab sistem itu begitu saja turun dari langit kepada masyarakat yang mempraktekkannya. Pandangan demikian jarang dapat memberi keterangan jelas mengenal dinamika penyebab dari sistem-sistem itu. Suatu pendekatan yang lebih baik ialah dengan menyelidiki sistem tempat tinggal dan sistem ketumnan itu sebagai konsekuensi adaptif daripada kondisi-kondisipraktis kehidupan sosial (Keesing, 1975, Harris, 1979; Goody, 1976). Suatu premis pertama yang essensial percaya bahwa sistem-sistem tempat tinggal secara logis mendahului sistem-sistem keturunan. Ini berarti bahwa anggota-anggota suatu masyarakat pertama-tama harus mengorganisasi diri dalam susunEm rumah tangga yang teratur sebelum mereka menyusun pola-pola keturunanmereka. Dari sudut pandangan ini, sistem-sistem keturunan sebagian besar mencerminkan dan berfungsi untuk mensyabkan jenis-jenis pengaturan rumah tangga yang sudab dibentuk. Untuk melengkapi mata rantai penyebab ini, masalahrtya ialah masalah menentukan kondisi-kondisi yang cenderung untuk menghasilkan salah satu pola tempat tinggal versus yang lainnya. Pendekatan ini menghasilkan beberapa hasil yang kuat. Akan tetapi perlu kiranya diingat bahwa, sekali pola itu ada, maka pola-pola keturunan dengan sendirinya memperoleh arti sebagai penyebab. Kadang-kadang ada beberapa pola tempat tinggal yang sesunggul-mya merupakan hasil dari penetapan jenis sistem keturunan tertentu. Yang demikian itu, misalnya, agaknya perlu agar dapat memahami gejala avunkulokalitas yang mimbingungkan itu.

Filed under : Bikers Pintar,