PENGERTIAN SEBUAH REFLEKSI PERANAN PASAR DALAM MASYARAKAT – Walaupun pandangan tentang peranan pasar dalam masyarakat manusia ini telah diterima secara luas oleh para ilmuwan sosial komparatif, dalam beberapa tahun terakhir ini sebagian ilmuwan sosial menantangnya secara keras. Kajsa Ekholm dan Jonathan Friedman (1982), misalnya, telah mengemukakan berbagai aktivitas pasar dan produksi untuk dijual yang mengambil peranan dalam masyarakat pra-kapitalis lebih besar daripada peranan yang umumnya diketahui orang. Mereka menolak pembagian tradisional “sejarah dunia ke dalam sistem pasar dan non-pasar atau kapitalis/pra-kapitalis,” dan mempertahankan “sudut pandang bahwa ada suatu bentuk ‘kapitalisme’ di dunia kuno” (1982:87-88). Dengan kata lain, Ekholm dan Friedman menolak konseptualisasi mendasar tentang masyarakat pasar periferal, atau setidaknya mengklaim bahwa kategori konseptual ini tidak berlaku seluas apa yang biasanya dipikirkan.

Ekholm dan Friedman tidak mengklaim bahwa tidak ada perbedaan antara masyarakat kuno dan kapitalisme modern; mereka hanya menyatakan bahwa perbedaan tersebut tidak sebesar apa yang diyakinkan kepada kita. Adalah terlalu dini untuk menyatakan bagaimana pastinya, tetapi sangat mungkin itu dapat diketahui. Mungkin ilmu pengetahuan tradisional telah memandang remeh luas dan pentingnya hubungan pertukaran dalam sistem ekonomi masyarakat hortikultura dan agraris kuno. Dan mungkin hubungan ini sama dalam beberapa aspek dengan kapitalisme modern. Namun, rasanya Ekholm dan Friedman beranjak terlampau jauh dalam klaim mereka. Sebelum abad xvi di Eropa Barat, hubungan produksi untuk dipakai masih mendominasi kehidupan ekonomi, dan hubungan pertukaran yang ada tidak dapat diperbandingkan terlalu dekat dengan yang ada dalam dunia kapitalis modern. Oleh karena itu, analisis tradisional masih kukuh, walaupun agaknya memerlukan modifikasi.

I. Semua masyarakat memp unyai sistem ekonomi, atau cara mengorganisasikan produksi, distribusi dan pertukaran barang dan jasa. Dua jenis aktivitas ekonomi yang berbeda secara fundamental adalah produksi-untuk-dipakai dan produksi-untuk-dijual. Walaupun kedua bentuk aktivitas ekonomi ini terdapat dalam masyarakat pra kapitalis, produksi-untuk-dipakai jelas dominan. Dalam kapitalisme modern, produksi-untuk-dijual telah secara besar-besaran menggantikan produksi-untuk-dipakai.

2. Beberapa pola pemilikan sumber daya dapat dibedakan dalam masyarakat pra-kapitalis dan dilihat dari perspektif evolusioner. Dalam masyarakat pemburuperamu, komunisme primitif sangat dominan. Dalam kebanyakan masyarakat hortikultirra sederhana, suatu pola pemilikan komunal berlaku, tetapi pemilikan terbatas kepada para anggota kelompok keluarga tertentu (lineage ounwrship). Permulaan keka\ yaan pribadi ada dengan munculnya pemilikan oleh pemimpin dalam masyarakat hortikultura yang lebih maju. Dalam masyarakat agraris bentuk pemilikan yang sangat ketat yang dikenal dengan pemilikan seigneurial berlaku. Di sini satu kelas tuan tanah yang sangat kecil mengklaim pemilikan atas tanah dan memaksakan berbagai tujuan kepada kelas petani yang sangat besar jumlahnya, yang harus memperoleh ekses atas tanah ini. Ada kecenderungan yang jelas ke arah evolusi pola pemilikan yang semakin pribadi dan ketat.

3. Generalized reciprocity adalah pola distribusi sumber daya dimana para individu memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan pengembalian setara dan langsung. Bentuk pe’rilaku ini dikarakterisasikan oleh tuntutan yang sangat kuat akan kemurahan hati, kerja sama, dan keramah-tamahan. Generalized reciprocity berada pada pusat perilaku ekonomi kebanyakan masyarakat pemburu-peramu.

4. Masyarakat hortikultura biasanya menekankan beberapa pola redistribusi alokasi sumber daya. Redistribusi murni berlaku manakala para individu seperti “orang besar” mengembalikan kepada setiap orang semua barang yang sudah ia kumpulkan. Redistribusi parsial ada dalam masyarakat hortikultura yang lebih maju dan umumnya mencakup aktivitas pemimpin politik yang lebih kuat yang meredistribusikan hanya sebagian dari apa yang dia kumpulkan.

5. Pesta Potlatch berbagai suku pantai barat laut Amerika dapat dipahami sebagai sistem redistribusi ekonomi yang khas yang memiliki karakteristik redistribusi murni dan redistribusi parsial sekaligus. Sistem ini nampaknya muncul sebagai akibat dari kekhususan ekologi wilayah mereka .

6. Ekspropriasi surplus ada dalam masyarakat agraris. Di sini pemilik tanah yang kuat memaksa mereka yang menanaminya untuk memproduksi surplus ekonomi yang besar dan menyerahkannya kepada pemilik tanah.

7. Eksploitasi ekonomi ada manakala satu pihak memaksa pihak lain untuk memberikan sesuatu yang lebih besar sebagai ganti apa yang mereka terima. Eksploitasi harus dilihat sebagai gejala obyektif, bukan sesuatu yang tergantung kepada perasaan subyektif orang atas situasi yang dialami. Apabila resiprositas dan redistribusi murni berlaku, maka eksploitasi tidak ada. Eksploitasi ada dalam kadar tertentu dimana terdapat sistem redistribusi parsial, dan ini merupakan gambaran fundamental kehidupan ekonomi dalam masyarakat agraris dengan pemilikan seigneurial dan ekspropriasi surplus.

8. Pasar ada dalam masyarakat prakapitalis, tetapi tidak mendominasi aktivitas ekonomi. Namun, dalam masyarakat prakapitalis yang lebih maju, pasar biasanya memiliki signifikansi ekonomi cukup kuat. Namun dalam berbagai pasar ini, aktivitas ekonomi diorganisasikan dengan cara yang berbeda dari ekonomi pasar kapitalisme modern yang rumit. “Rasionalitas” yang luar biasa pada kapitalisme modern pada umumnya tidak ada dalam sistem ekonomi prakapitalis.

Filed under : Bikers Pintar,