Advertisement

Atau Salatus Salatin, adalah sastra sejarah Melayu yang memberitakan masyarakat Melayu lama dan istana Malaka. Sejarah Melayu ditulis dalam bahasa yang mdah, dan sudah lama sastra sejarah ini menarik perhatian para serjana. Pada tahun 1931, sejarah Melayu telah diterbitkan, dan pada masa-masa sesudahnya Sejarah Melayu ini berulang kali diterbitkan kembali dan dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Perancis, dan Cina.

Umumnya berpendapat bahwa Sejarah Melayu ditulis atau disusun oleh Tun Sri Lanang, bendahara Johor. Diceritakan bahwa asal mula Sejarah Melayu adalah hikayat yang dibawa orang dari Goa. Dalam suatu pertemuan pembesar-pembesar kerajaan pada perayaan Maulid Nabi 13 Mei 1612, Raja Abdullah, adik Sultan Johor Alauddin Shah III, memerintah bendahara agar memperbaiki hikayat yang dibawa dari Goa, agar sesuai dengan adat-istiadat Melayu. Perin-

Advertisement

ini dilaksanakan, akan tetapi tak lama kemudian (tahun 1613), Johor diserbu oleh Aceh. Semua pembesar Johor termasuk Bendahara, dibawa ke Aceh. Sultan Alauddin Shah, Raja Abdullah, mendapat Pengampunan, dinikahkan dengan saudara peremPuan Sultan Iskandar Muda, raja Aceh, dan diangkat kembali menjadi penguasa di Johor.

Raja Abdullah memerintahkan Bendahara supaya menyelesaikan perbaikan hikayat yang diperintahkan dahulu. Bendahara Tun Sri Lanang, akhirnya dapat menyelesaikan penulisan sejarah Melayu sampai cerita yang ke 34. Pada tahun 1615, Aceh menverbu lagi, akan tetapi Raja Abdullah berhasil menyelamatkan diri, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Masa-masa ini diceritakan dalam cerita ke-35 sampai cerita ke-38. Setelah ini, sejarah Melayu ditambah dengan delapan buah cerita lagi.

Wilkinson, R.O. Winstedt menolak anggapan bahwa Sejarah Melayu ditulis oleh Tun Sri Lanang. Menurut Wilkinson, orang Melayu tidak bisa menyebut diri sebagai pengarang. Apabila ia menyebutkan, selalu disebutkan dengan kata-kata yang merendah, seperti “fakir yang jahil murabbab” (sangat bodoh). Penulis Sejarah Melayu, setelah menamakan dirinya sebagai orang yang bodoh, kemudian menyebutkan gelarnya serta sejarah nenek moyangnya. Bendahara Tun Sri Lanang menyebut dirinya “fakir alladi murabbabun ala jahlin”. Di samping itu disebutkan pula nenek moyangnya yang berasal dari keluarga penguasa di Malak. Ini menyalahi kebiasaan orang-orang Melayu.

R.O. Winstedt menolak Tun Sri Lanang sebagai penulis Sejarah Melayu, karena namanya tidak disebut-sebut dalam sejarah Melayu yang tertua. Juga tidak disebut-sebut tentang adanya majelis orangorang besar. Menurut R.O. Winstedt. Sejarah Melayu mungkin berasal dari kerja seorang peranakan Tamil yang kenal betul akan kehidupan dalam istana. me-ngenai bahasa Sanskerta, Rusia, Tamil, dan Arab. Ia tahu juga sedikit bahasa Tionghoa dan bahasa Siam. Mungkin ia seorang ahli sufi, yang mempunyai pengetahuan banyak tentang India, Jawa, dan Islam. Karyanya ini kemudian disempurnakan sebagai Sejarah Melayu oleh Tun Bambang yang bergelar Sri Nara Wangsa, anak Sri Abar, Raja Patani. Menurut Rouffaer, seorang sarjana Perancis, Tun Bambang mungkin kemenakan Raja Abdullah. Sultan Ali Jalal Abdul Jalil dari Johor, selain mempunyai anak Alauddin dan Raja Abdullah, juga mempunyai beberapa orang putra lagi. Salah satunya kawin dengan anak perempuan Raja Patani. Tun Bambang mungkin anak mereka ini.

  1. Roolvink berpendapat lain. Naskah asli sejarah Melayu mungkin suatu Salatus Salatin, yakni daftar keturunan raja beserta keterangan masa pemerintahannya. Salatus Salatin ini kemudian diperluas dan ditambah-tambah dengan beberapa cerita lainnya. Inilah sebabnya, menurut R. Roolvink, sejarah Melayu yang ada sekarang ini merupakan cerita-cerita masa lampau yang lepas-lepas.

Menurut telaah R. Roolvink, naskah Sejarah Melayu dapat dibedakan ke dalam tujuh kelompok.

  1. Naskah Raffles 18, atau yang menyerupainya, yakni naskah yang menurut R.O. Winstedt adalah “hikayat Melayu yang dibawa orang dari Goa”. Ada dua jenis naskah ini.
  2. Enam buah naskah penggalan-penggalan.
  3. Lima naskah versi pendek-pendek. Versi ini pernah diterbitkan Munshi Abdullah di Singapura tahun 1831. Termasuk di dalamnya versi Shellabear.
  4. Dua naskah pendek seperti yang diterbitkan oleh Munshi Abdullah.
  5. Versi panjang yang berjumlah sembilan naskah. Versi panjang ini berakhir dengan cerita serangan Jambi atas Johor pada tahun 1673.
  6. Satu naskah versi yang diperluas. Versi ini menceritakan Malaka sampai abad ke-18, menurut pandangan orang Siak, dan juga disebut Hikayat Raja Akil.
  7. Versi Palembang. Versi ini berakhir dengan serangan Portugis atas Malaka.

Sejarah Melayu mempunyai kedudukan penting dalam penulisan sejarah bangsa Melayu, terutama sejarah kemasyarakatannya. Dari Sejarah Melayu kita dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di Malaka abad ke-15. Malaka adalah kota dagang yang ramai sekali. Pedagang-pedagang dari berbagai tempat dan suku bangsa berkumpul di sana, seperti Jawa, Arab, Tamil, Tionghoa, dan sebagainya. Dari sejarah Melayu kita ketahui adatistiadat suku bangsa Melayu pada umumnya dan adat raja-raja Melayu. Dari Sejarah Melayu kita ketahui pula bahwa Siam berkali-kali menyerang Malaka, informasi ten-tang alur hubungan yang lancar antara Malaka, Cina, India dan Jawa, dan sebagainya.

Betapapun, seperti halnya babad, tambo, dan penulisan-penulisan tradisional lainnya, tidak jarang Sejarah Melayu memuat peristiwa-peristiwa yang tidak rasional atau yang bersifat mitos, seperti munculnya keturunan raja Suran dari dasar laut, usaha menyusurgalurkan raja-raja Melayu dengan Iskandar Zulkarnain dari Masedonia, munculnya seorang dari buih, dan sebagainya. Oleh karena itu, penggunaan Sejarah Melayu sebagai sumber penulisan sejarah memerlukan telaah yang mendalam serta sikap yang kritis. Dengan cara ini unsur-unsur mitos sejarah Melayu dapat dipisahkan dari fakta-fakta sejarahnya.

Incoming search terms:

  • pengertian melayu
  • pengertian sejarah melayu
  • penjelasan sejarah melayu
  • apa fungsi dinitis penulisan sejarah menurut sejarah melayu
  • pengertian melayu adalah
  • pengertiam melayu
  • maksud melayu para ahli
  • maksud dari hikayat sejarah melayu
  • Konsep sejarah menurut bahasa melayu
  • definisi melayu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian melayu
  • pengertian sejarah melayu
  • penjelasan sejarah melayu
  • apa fungsi dinitis penulisan sejarah menurut sejarah melayu
  • pengertian melayu adalah
  • pengertiam melayu
  • maksud melayu para ahli
  • maksud dari hikayat sejarah melayu
  • Konsep sejarah menurut bahasa melayu
  • definisi melayu