PENGERTIAN SEJARAH PEMBENTUKAN ANTROPOLOGI ADALAH – sejarah pembentukan antropologi tetap penting dibicarakan. Kebanyakan antropolog sependapat bahwa antropologi muncul sebagai suatu cabang keilmuan yang jelas batasannya pada sekitar pertengahan abad ke-19, tatkala perhatian orang pada evolusi manusia berkembang. Antropologi sebagai disiplin akademik baru dimulai tidak lama setelah itu, ketika pengangkatan pertama antropolog profesional di universitas, museum, dan kantor-kantor pemerintahan (Garbarino, 1984; Koentjaraningrat, 1991). Namun, tidak ada keraguan bahwa gagasan antropologi sudah ada jauh sebelumnya.Tapi, ihwal kapan adalah yang diperdebatkan rneski tidak khusus. Setiap antropolog dan ahli sejarah memiliki alasan sendiri-sendiri untuk menentukan kapan antropologi dimulai. Dari sudut pandang”sejarah gagasan”, tulisan-tulisan filsuf, dan peziarah Yunani, sejarawan Arab kuno, peziarah Eropa kuno, maupun masa renaisans, dan filsuf, ahli hukum, ilmuwan berbagai bidang dari Eropa, semuanya bisa dianggap pendorong bagi dibangunnya tradisi antropologi (Koentjaraningrat, 1991).

Sebagai contoh, Alan Barnard (2000) berpendapat bahwa kelahiran antropologi adalah ketika konsep “kontrak sosial” lahir (lihat, misalnya, Rousseau, 1762), dan persepsi mengenai hakikat manusia, masyarakat, dan keanekaragaman kebudayaan tumbuh dari konsep “kontrak sosial” tersebut. Selain itu, ada konsep lain yang secara esensial tidak begitu berkaitan dengan konsep “kontrak sosial”, yaitu gagasan “Rantai Besar Makhluk Hidup” (great chain of being) yang menempatkan spesies manusia di antara Tuhan dan binatang. Gagasan ini dalam beberapa hal adalah pelopor dalam teori evolusi. Hal ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam Bab 4, khususnya dalam bahasan mengenai pertautan dan analogi teori evolusi, sistem sosial, biologi, dan alamiah.

Perdebatan pada abad ke-18 mengenai asal usul bahasa dan mengenai hubungan antara manusia dengan apa yang kita sebut primata yang lebih tinggi juga relevan, sebagaimana halnya perdebatan pada abad ke-19 antara poligenesis (keyakinan bahwa setiap `ras’ mempunyai asal usul terpisah) dan monogenesis (keyakinan bahwa manusia memiliki asal usul keturunan yang sama, dari Adam atau dari makhluk semacam kera). Gagasan demikian itu tidak hanya penting sebagai `fakta’ sejarah, tetapi juga karena gagasan itu membentuk persepsi antropologi modern mengenai dirinya sendiri. 

Filed under : Bikers Pintar,