PENGERTIAN SIFAT DAN TIPE-TIPE SISTEM PENDIDIKAN ADALAH

70 views

PENGERTIAN SIFAT DAN TIPE-TIPE SISTEM PENDIDIKAN ADALAH – Pendidikan adalah suatu universal kebudayaan, tapi sifat spesifiknya sangat berbeda antara yang satu masyarakat dengan yang lailulya. Randall Collins (1977) mengemukakan tiga tipe dasar pendidikan yang ditemukan di seluruh masyarakat dunia: pendidikan dalam keterampilan praktis, pendidikan untuk keanggotaan kelompok status, dan pendidikan birokratis.

Pendidikan keterampilan praktis dirancang untuk memberikan kete-rampilan dan kemampuan teknis tertentu yang dipandang penting dalam melakukan kegiatan-kegiatan pekerjaan dan lain-lain. Pendidikan in.i didasarkan pada suatu bentuk pengajaran guru-magang (inaster-apprentice). Pada hakikatnya jenis pendidikan i11i adalah satu-satunya pada masyarakat primitif. Juga dijumpai dalam masyarakat agraris (misalnya, para tukang mengajarkan keterampilan mereka kepada calon-calon baru) dan, sampai tingkat tertentu, juga ditemukan pada masyarakat industri modern.

Pada masyarakat primitif, pertukangan seperti pekerjaan logam penting kedudukannya, dan peranan sosial yang penting seperti shaman pada umumnya dipelajari melalui permagangan. Dalam peradaban agraris, permagangan friga merupakan basis untuk mengalihkan isi daripada peranan-peranan pekerjaan seperti dokter, insinyur konstruksi, dan arsitek. Salah satu keterampil-an penting yang diajarkan secara formal ialah baca-tulis (1iteracy). Latihan bacatulis formal telah dimulai. di Mesopotamia kuno dan Mesir, di mana telah dibangun sekolah-sekolah khusus untuk melatih anak-anak untuk karir seba-gai penulis (R. Collins, 1977).

Dalam perspektif historis, pendidikan lebih sering digunakan untuk mengorganisasi kelompok-kelompok status ketimbang untuk tujuan-tujuan lain. Karena lokus kegiatan kelompok-status yang membatasi adalah waktu luang dan konsumsi, maka pendidikan kelompok-status dibedakan secara , tajam dari pendidikan praktis dengan diabaikannya keterampilan produktif secara material. Karena kelompok-kelompok status menggunakan kebudayaan umum sebagai suatu sasaran keanggotaan kelompok, maka pendidikan kelompok status mengambil bentuk suatu perkumpulan (club) dan memasukkan banyak seremoni untuk memperlihatkan solidaritas kelompok dan untuk secara terbuka membedakan anggotanya dari yang bukan anggota. Aspek-aspek perkum-pulan ini memberi ciri khas kegiatan para pria terpandang Cina yang bertemu untuk perbincangan yang bersifat kebangsawanan dan menulis puisi, maupun sebagai festival periodik yang dilakukan para siswa untuk publik Gerika, suatu sektor elit penduduk.

Jadi, pendidikan kelompok status bersifat seremonial, aestetik, dan terlepas dari kegiatan-kegiatan praktis. Ritualnya jarang mempunyai peringkat-peringkat yang dramatis di dalam kelompok; kenaikan kelas, ujian kompetitif, dan derajat biasanya tidak ada. Perbedaan utama adalah di antara orang-dalam dan orang-luar, bukan di antara anggota-anggota kelompok. Seringkali tidak diperlukan pengawas formal, dan tidak adanya derajat formal mencerminkan kenyataan bahwa pencapaian kebudayaan kelompok status merupakan tujuan pendidikan. Di Cina hal masa lampau orang-orang terdidik pertama ialah para peramal atau cerdik pandai, yang membacakan nasihat-nasihat keraton dan barangkali melanjutkan keterampilan mereka itu melalui permagangan. (Dalam masa kemudian) pekerjaan waktuluang golongan terpelajar Cina berpusat pada menulis puisi dan melukis; bentuk sosiabilitas berprestis ini ialah “pertemuan kesusasteraan” di mana karya-karya sastra dibacakan dan didisku-sikan. Di India, sejak awal baca-tulis dikenal, pendidikan erat kaitannya dengan prestise ke.lompok status. Pei ideta-pendeta Brahmana memonopoli pengetahuan tradisi Veda sehingga bukan saja ikut menutup pintu ke kasta mereka tapi juga mensahkan sistem kasta itu. Sama halnya, dalam keraton Heian peradaban Jepang masa lalu (A.D. 1000), anggota-anggota keraton pria dan wanita telah mengembangkan suatu kebudayaan penulisan puisi dan permagangan seni dan malah telah menghasilkan karya fiksi prosa Jepang pertama yang besar, sebagian besar melalui pendidikan keluarga melalui praktek informal. Dalam dunia Islam, pendidikan dikembangkan keagamaan berdasar kitab suci dan hukum sampai kepada suatu bentuk kebudayaan yang, dalam kota-kota kosmopolitan masa-masa makmur, memberi kesenangan dan status kepada yang kaya. Di Eropa, pendidikan informal sebagai basis ikhtiar status sangat menonjol selama abad Renaisans, khususnya di kota-kota dagang yang makmur di Italia, tapi juga di Jerman, Belanda, Perancis, dan Inggris. Penulisan puisi dan kiasankiasan bagi orang-orang klasik merupakan tanda-tanda prestise dalam kehid upan sosial sehari-hari. Pendidikan birokrasi diciptakan oleh pemerintah untuk melayani salah satu atau kedua tujuan: sebagai alat seleksi tmtuk merekrut orang-orang untuk posisi-posisi di pemerintahan, atau sebagai cara mensosialisasikan dan mendisiplinkan massa agar memenangkan tuntutan politik mereka. Tipe pendidikan pada umurrmya rnemberi penekanan pada ujian, syarat kehadiran, peringkat, dan derajat. Pendidikan bersifat umum pada berbagai peradaban historis yang besar, khususnya pada peradaban yang mempunyai negara birokrasi yang tersentralisasi. Di Cina klasik, misalnya, terdapat suatubentukpendidikan birokratis yang sempurna. Inti daripada sistem pendidikan ini ialah sistem ujian. Ujian-ujian yang ketat harus dilewati agar itu dapat masuk ke dalam posisi-posisi penting dalam birokrasi pemerintahan. Semakin tinggi sesuatuposisi, semakin rumit rangkaian ujian yang harus ditempuh oleh seorang calon. Biasanya hanya sebagian kecil dari calon-calon sarjana itu yang lulus pada setiap ujian (R. Collins, 1977). Pendidikan birokratis juga telah menjadi ciri khas masyarakat yang lebih kontemporer. Sebagaimana dicatat oleh Collins (1977:19): Perkembangan sistem sekolah modem timbul dari adanya konsolidasi nega ra-negara birokrasi Eropa yang kuat yang tidak bergantung pada gereja Katolik. Sistem-sistem sekolah sekuler itu mengajar dalam bahasa nasional bukannya dalam bahasa Latin gereja pan-Eropa. Negara Prusia yang birokratis secara ketat dan ekspansif secara militer memimpin jalan pada abad xvii dan xviii dalam membangun suatu sistem sekolah umum pada tingkat dasar dan un iversitas dan mengangkat pejabat-pejabat negara yang berasal dari sarjana-sarjana universitas. Tipe-tipe pendidikan yang berbeda itu seringkali ada dalam masyarakat yang sama. Masyarakat agraris, misalnya, menggabungkan ketiga tipe itu, meskipun mungkin ada tipe yang diberi penekanan melebibi yang lainnya. Masyarakat industri modern mempunyai sistem pendidikan yang terutama merupakan kombinasi pendidikan kelompok status dan birokrasi, di mana pendidikan birokrasi mendapat prioritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *