PENGERTIAN SIFAT KETERBELAKANGAN

75 views

PENGERTIAN SIFAT KETERBELAKANGAN – Para ilmuwan sosial semula menyebut masyarakat Dunia Ketiga sebagai “bangsa-bangsa tertinggal (backward nations)”, tapi kemudian meninggalkan ungkapan ini karena bernada menghina, dan menggantinya jika tidak dengan “bangsa-bangsayang kurangberkembang (underdevelopednations)”, atau dengan “keterbelakangan (underdevelopment)”. Walaupun istilah-istilah ini juga telah dikritik dan istilah-istilah 14-1 diajukan, istilah-istilah tersebut masilt terus dipakai oleh sebagian besar para ilmuwan sosial. Untuk mengerti dengan tepat apa yang dimaksud dengan keterbelakangan, atau bangsa yang kurang berkembang, langkah pertama yang bermanfaat ialah dengan membedakan antara keterbelakangan (underdevelopment) dan ketertinggalan (undevelopment) (Frank, 1966). Masyarakat-masyarakat yang tertinggal (undeveloped societies) mungkin dianggap sebagai masyarakat-masyarakat yang berada di luar ke-rangka ekonomi-dunia kapitalis yang belum sampai pada tahap pra-industri atau perkembangan teknologis dan berada pada tahap perkembangan ekonoMi pra-kapitalis. Masyarakat yang hidup dari berburu dan meramu, bercocok tanam, menggembala, atau cara produksi pertanian dan menjalankan produksi-untuk-clipakai, ekonomi pra-pasar dirujuk sebagai tertinggal. Istilah keter-belak:angan ial-ah ihwal mas.yarakat-masyarakat yang bekeria sama dalam ekonomi-dunia kapitalis dan dalam beberapa: hal berfungsi didalamnya. Masyarakat,Masyarakat yang terbelakang mungkin dengan ,clen-likian-dianggawsebagai anggota-anggota yang mempunyai kemajuari teknologi dan ekonomi terendah dalam sistem-dunia modern. Ukuran kemajuan ekonomi yang paling sering dipakai ialah GNP (penghasilan kotor nasional) perkapita negara, yaitu nilai total dari baran g dan jasa yang dihasilkan per orang selama setahun. Ukuran-ukuran keterbelakang-an ini dan yang lain diperlihatkan dalam Tabel 9.1. Dapatlah dilihat bahwa sebagian besar negara kurang berkembang mempunyai GNP per kapita yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Semua negaranegara di Afrika terlihat dalam Tabel 9.1, misalnya, mempunyai GNP per kapita kurang dari $1.000. Tingkat produktivitas ekonomi ini sangat rendah sekali ketika dibandingkan dengan negara-negara maju, yang mempunyai rata-rata GNP per kapita kira-kira $14.000 setahun bagi negara-negara kapitalis dan hampir $8.000 pertahun untuk negara-negara sosialis. Sebagian besar negara Asia mempunyai tingkat produktivitas yang sama dengan negara-negara Afrika. Tingkat produktivitas negara-negara Amerika Latin nampak lebih tinggi, tapi inipun tak seberapa bila dibandingkan dengan dunia maju. Dua kejanggalan mencolok dalam Tabel 9.1 ialah Kuwait dan Qatar, bangsa-bangsa yang secara khusus mempunyai GNP per kapita yang tinggi. Kuwait, kenyataannya ialah salah satu negara yang mempunyai GNP per kapita tertinggi di dunia. Tapi kenyataan tersebut tidak menunjukkan bahwa negara-negara ini salah diklasifikasikan. Kajian yang teliti dengan ukuran lain mengenai keterbelakangan yang mengungkapkan bahwa Kuwait dan Qatar pada dasarnya sama dengan negara-negara kurang berkembang lainnya. Lebih lanjut, GNP per kapita yang sangat tinggi ini merupakan gejala yang terjadi akibat penjualan minyak kepada negara-negara maju. Kuwait dan Qatar masih harus mengembangkan industrialisasi, menciptakan ekonomi seperti yang ada di negara-negara maju. Selain itu, tingkat GNP yang tinggi ini tidak berakibat meratanya pendapatan dan kekayaan bagi seluruh penduduk. Peran Kuwait dan Qatar sebagai pengekspor minyak masih harus menghasilkan kemakmuran masyarakat dalam kenaikan standar umum kehidupan. Sebagian besar pengbasilan dan kekayaan masih menjadi keuntungan dari segelintir keluarga-keluarga kaya dan berkuasa saja.

Ukuran umum kemajuan teknologis yang digunakan dalam Tabel 9.1 adalah tentangjumlah ahli, insinyur, teknisi yangbekerja dalam penelitian dan percobaan. Rata-rata negara maju memiliki sekitar 450 ilmuwan, insinyur, dan teknisi penelitian per 100.000 penduduk. Tapi negara-negara yang kurang berkembang hanya mempunyai rata-rata 35 tenaga peneliti dan percobaan per 100.000 penduduknya. Dalam sebagian besar dunia yang kurang berkembang saat ini, pertanian masih mendominasi kegiatan ekonomi, dan jumlah petani melebihi jumlah tenaga kerja dari jenis apapun. Sebagian besar petani ini mengerjakan lahan yang sempit dengan teknik yang diwarisi dari nenek moyang mereka ratusan tahun yang lalu. Walaupun industrialisasi telah tumbuh dalam semua negara-negara kurang berkembang, tapi belum berjalan terlalu jauh. Dalam banyak negara yang kurang berkembang yang diperlihatkan Tabel 9.1 separuh atau lebih dari penduduk menanganipekerjaan pertanian, dan di beberapa negara ini jumlahrtya mendekati atau mencapai tigaperempat dari jumlah penduduk. Berbeda sekali dengan negara maju, jumlah petani kurang dari sepuluh persen jumlah penduduk, dan di beberapa negara (seperti Amerika Serikat dan Inggris) petani hanya merupakan kelompok yang sangat kecil sekali. Keterbelakangan lebih dari sekadar tingkat perkembangan teknologi dan ekonomi yang rendah. Keterbelakangan juga menyangkut dimensi-di-mensi sosial yang penting. Ketidaksamaan/ketidaksetaraan (inequality) sosial-ekonomi merupakan sifat khusus yang penting dari masyarakat terbelakang. Dalam hampir semua masyarakat yang terbelakang, sebagian besar kekayaan memusat pada tangan segelintir elit yang pada umumnya mendominasi perekonomian di sektor-sektor manufaktur dan pertanian. Di Brazil, misalnya, setengah persen penduduk kaya memiliki separo dari seluruh tanah pribadi (Anderson dan Gibson, 1978), suatu situasi yang biasa di Amerika Latin dan negara-negara terbelakang lainnya. Ketidaksetaraan tingkat kekayaan juga merupakan akibat dari ketidaksetaraan tingkat penghasilan. Seperti ter-lihat dari Tabel 9.2, ketidaksetaraan tingkat penghasilan di negara-negara terbelakang nampak mencolok dibandingkan dengan yang terjadi di negaranegara industri. Data tentang ketidaksetaraan tingkat penghasilan ini, walau cukup berguna, masih belum memberitahukan apa yang ingin kita ketahui mengenai negara-negara terbelakang: bagaimanakah standar hidup untuk mayoritas penduduk? Tabel 9.3 memperlihatkan prosentase penduduk dari masing-masing negara terbelakang yang pendapatan per kapita setahunnya jatuh di miskin dan serba kekurangan. Bagaimana kita juga dapat menerangkan tidak hanya problem historis keterbelakangan ini, tetapi kegagalan nyata dari sebagian besar dunia terbelakang memajukan status menjadi negara maju?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *