PENGERTIAN SIFAT UMUM PENDEKATAN MATERIALIS

53 views

PENGERTIAN SIFAT UMUM PENDEKATAN MATERIALIS – Pendekatan teoritis materialis yang dipakai dalam buku ini menegaskan bahwa infrastruktur masyarakat merupakan penentu utama bagi strukturnya, dan pada giliran berikutnya struktur merupakan penentu superstrukturnya. Yakni, kondisi-kondisi infrastruktural merupakan penentu utama pola-pola dasar perilaku interpersonal suatu masyarakat, dan pola-pola perilaku ini pada gilirannya melahirkan pola-pola pemikiran khas yang memberikan justifikasi dan interpretasi terhadap kenyataan-kenyataan perilaku. Karena itu, berbagai gagasan menemukan asal-asulnya dalam pola-pola perilaku kongkrit yang secara sistematis dilakukan oleh para anggota suatu masyarakat, dan pola-pola perilaku ini berkesesuaian dengan kondisi-kondisi infrastruktural di mana orang memecahkan problem dasar eksistensi manusia.

Tentu saja, pendekatan materialis adalah suatu cara menjelaskan, baik struktur maupun evolusi sistem sosiokultural. Sebagai sebuah pendekatan terhadap evolusi, ia menyatakan bahwa perubahan biasanya berawal dari satu atau lebih faktor infrastruktural. Perubahan-perubahan dalam infrastruktural selanjutnya melahirkan perubahan-perubahan yang mempengaruhibaik struktur maupun suprastruktur. Jadi, perubahan dalam pola berpikir biasanya tergantung kepada perubahan-perubahan yang terjadi sebelumnya dalam pola perilaku, dan pola perilaku ini sendiri pada umumnya merupakan akibat dari perubahan-perubahan infrastruktural yang terjadi sebelumnya.

Strategi materialis menyatakan bahwa faktor-faktor infrastruktural merupakan penentu utama, tetapibukan satu-satunya, berbagai gejala struktural dan suprastruktural. Sebenarnya, superstruktur dan struktur memiliki independensi parsial dari infrastruktur, dan ia kadang-kadang dapat berlaku sebagai kekuatan-kekuatan kausal pada dirinya sendiri. Namun dampak struktur dan superstruktur terhadap infrastruktur lebih kecil daripada sebaliknya.

Satu kelebihan utama pendekatan materialis adalah karena ia memberikan serangkaian prioritas penelitian yang logis bagi pengkajian terhadap kehidupan sosiokultural. Sebagaimana dinyatakan Marvin Harris (1979), ia mengarahkan peneliti untuk memulai penelitiannya tentang faktor-faktor penentu gejala-gejala sosiokultural dengan mempertimbangkan kondisi-kondisi infrastruktural. Bisa saja, kondisi-kondisi ini memberikan kunci untuk menjelaskan gejala yang dipersoalkan. Jika sebuah penelitian yang tekun gagal mengungkapkan dampak kausal dari faktor-faktor infrastruktural, seorang peneliti dibenarkan mengalihkan pengujian kepada kondisi-kondisi struktural sebagai sebab-sebab yang mungkin bagi suatu gejala. Kegagalan menemukan sebab-sebab struktural, selanjutnya, membolehkan peneliti untuk memeriksa kemungkinan ada sebab-sebab yang bersifat superstruktural. Dengan demikian, sebab-sebab superstruktural mungkin dicari hanya setelah peneliti gagal menunjukkan berlakunya sebab-sebab infrastruktural dan struktural. Jenis pendekatan ini jauh lebih baik dari dengan pendekatan lain yang dipakai oleh para peneliti lain: yang membalikkan prosedur yang bergerak dari super-struktur ke struktur ke infrastruktur, atau yang mengasumsikan bahwa ketiga komponen tersebut mempunyai pengaruh kausal timbal-balik satu sama lain.

Pembahasan singkat tentang pendekatan materialis ini sangat menye-derhanakan hakekat sebab-musabab dalam sistem sosiokultural. Ia tidak mem-pertajam, misalnya, faktor atau faktor-faktor infrastruktural khusus yang secara kausal paling penting dalam situasi yang ada. Namun, adalah tidak mungkin untuk mengungkapkan pengaruh ini secara abstrak. Dertgan meng-andalkan gejala yang sedang diteliti, suatu faktor (atau kombinasi faktorfaktor) infrastruktural barangkali merupakan sebab utama yang terpenting. Dalam kasus tertentu, faktor teknologi mungkin merupakan faktor terpenting, sementara dalam kasus lain, faktor ekologis, demografik dan ekonomi dapat dipandang sebagai faktor utama. Spesifikasi untuk menentukan pernyataan yang tepat tentang sebab infrastruktural hanya dapat diberikan setelah melalui penelitian terhadap gejala-gejala sosiokultural yang kongkrit.

Berkaitan dengan problem di atas, fakta menunjukkan bahwa hubungan-hubungan kausal ada di dalam, dan bukan hanya di antara, berbagai komp onen sosiokultural itu sendiri. Faktor ekologis dan demografik, misalnya, termasuk determinan utama terhadap tingkat teknologi, dan tingkat teknologi selanjutnya merupakan faktor penting yang mempengaruhi sistem ekonomi. Lebih dari itu, adanya stratifikasi sosial, yang merupakan unsur

Cara lain untuk menjustifikasi pilihan ini adalah karena strategi materialis lebih mendasarkan dirinya kepada dasar-dasar logis daripada empiris. Dinyatakan bahwa faktor-faktor infrastruktural mempunyai prioritas kausal vang logis atas faktor-faktor struktural dan superstruktural. Materialis memandang variabel-variabel infrastruktural lebih utama karena ia membantu cara-cara dasar di mana manusia memecahkan problem kehidupannya yang paling dasar. Sebelum manusia dapat memformulasikan aturan perkawinan, mengorganisasikan sistem politik dan membangun konsep keagamaan yang abstrak, mereka harus mengorganisasikan cara bagaimana mereka dapat bertahan hidup. Marx dan Engels jelas memahami kenyataan dasar ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *