Advertisement

Adalah salah satu surat kabar terkemuka milik peranakan Cina di Indonesia, yang mula-mula terbit sebagai mingguan pada tanggal 1 Oktober 1910 dan kemudian diubah menjadi harian sejak tanggal 1 April 1912. Surat kabar yang terbit di Jakarta ini, m. ‘ mula dipimpin oleh Lauw Giok Lan, yang menjadi pemimpin redaksi. Pada waktu yang sama ia juga memimpin surat kabar Perniagaan. Sejak tahun 1925 sampai tahun 1947, pemimpin redaksi Sin Po dijabat oleh Kwee Kek Beng, wartawan terkemuka yang meninggal di Jakarta pada bulan Mei 1979. Surat kabar ini menerbitkan dua edisi, mula-mula berbahasa Cina dan kemudian juga dalam bahasa Indonesia.

Sesudah diproklamasikan Republik Cina pada tahun 1912, Sin P o menyuarakan nasionalisme Daratan Cina. Selama 20 tahun surat kabar ini mencerminkan haluan politik sebagian masyarakat Cina peranakan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Surat kabar ini berpendirian bahwa masyarakat Cina di Hindia Belanda harus mempertahankan kewarganegaraan asalnya dan menolak ikut serta dalam percaturan politik kolonial Belanda.

Advertisement

Sin Po merupakan surat kabar pertama yang, pada bulan November 1928, menyiarkan lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman. Ia adalah wartawan harian ini sejak tahun 1925.

Advertisement