Advertisement

Pohon hutan yang tingginya mencapai 40 meter, tidak berbanir, dan galarnya seperti tugu dengan tajuk pohon berbentuk payung. Pepagannya berwarna gelap atau kehitaman dengan cincin-cincin transversal dan bintil-bintil kasar pada permukaannya. Daunnya majemuk menyirip ber-pasangan tiga. Pinak daunnya membun- dar telur sungsang hingga melonjong membundar telur dan tidak simetris. Perbungaannya tersusun dalam malai di ketiak daun atau ujung batang. Bunganya sangat harum. Kelopak bunganya berbintik- bintik hijau dan sepanjang tepinya berwarna merah. Mahkota bunganya merah jambu di bagian tengah, dan cokelat muda di bagian ujung. Ketika berbunga, pohon ini tampak jelas dari kejauhan, karena bunganya lebat. Polong sindur berbentuk melonjong atau membundar telur memipih, tidak berduri seperti kerabat dekatnya, dan berujung seperti paruh yang melengkung. Daerah penyebaran-nya Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Di Kalimantan, jenis ini biasa tumbuh di hutan primer yang bertanah liat dan tidak tergenang, terutama di lereng dengan kemiringan cukup tajam. Di Sumatra pohon ini banyak dijumpai di sekitar Palembang, terutama di daerah yang tanahnya berpasir dan miring, biasanya di tepi sungai atau sekitar selokan. Kayu gubalnya berwarna putih, berbau harum, dan biasanya mencapai tebal 10-25 sentimeter. Kayu galihnya abu-abu kemerahan, agak lunak tetapi mudah dikerjakan, dan tidak mudah terbelah. Kayu sindur memiliki kelas awet II – V dan kelas kuat II – III. Karena kurang awet, kayu pohon sindur tidak banyak digunakan sebagai bahan bangunan, kecuali sebagai bahan papan, dinding pemisah ruangan ataupun peralatan dapur dsb. Buah mudanya berwarna hijau gelap dan berasa getir dan pahit. Pohon sindur yang cukup tua dapat disadap minyaknya. Pengambilan minyak dilakukan dengan membuat lubang sampai menembus galihnya. Minyak sindur sering digunakan sebagai minyak gosok untuk reumatik dan pergelangan yang terkilir atau keseleo.

Kelompok tanaman sindur dikenal pula sebagai tanaman obat. Di kalangan masyarakat Jawa Barat, pohon ini dikenal dengan nama samparantu. Nama tersebut berkaitan dengan khasiat buahnya, yang berbentuk bundar pipih dan berduri pendek tajam pada permukaan kulit buah, untuk obat. Di kalangan masyarakat pembuat jamu di Jawa Tengah, buah sindur ini (terutama dari jenis Sindora sumatrana) dipakai sebagai bahan ramuan jamu untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • cara membuat sindoor
  • bahan membuat sindoor
  • cara membuat sindur
  • bahan membuat sindur
  • cara membuat sindor
  • buah sindur
  • bubuk sindoor
  • bahan bahan sindur
  • Bagaimana cara membuat sindoor
  • bahan pembuatan sindur

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • cara membuat sindoor
  • bahan membuat sindoor
  • cara membuat sindur
  • bahan membuat sindur
  • cara membuat sindor
  • buah sindur
  • bubuk sindoor
  • bahan bahan sindur
  • Bagaimana cara membuat sindoor
  • bahan pembuatan sindur