Advertisement

Dari kata Yunani syn dan kretizein yang artinya mempersatukan bersama unsur-unsur yang tidak cocok, merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Plutarch pada abad ke-2. Dalam filsafat, sinkretisme memiliki banyak arti. Dalam eseinya Dc Fraterno Amove (Cinta Saudara-saudari), Plutarch menyatakan bahwa sekali pun terjadi pertengkaran antarsaudara mereka akan bersatu dalam menghadapi tantangan dari luar. Di sini ia mencoba mengangkat prinsip hidup orang Kreta (Yunani) yang senantiasa menjaga harmoni dalam menghadapi tantangan dari luar. Menurutnya, sinkretisme merupakan sikap hidup untuk selalu menjaga keseimbangan dalam perbedaan.

Setelah Plutarch, pada abad ke-4 sinkretisme memiliki arti lain dalam kalangan neoplatonis, juga filsuf-filsuf Renaisans dari abad ke-15 dan ke-16. Menurut mereka, sinkretisme merupakan suatu gerakan yang menciptakan harmoni antara dua posisi dalam filsafat dan agama yang saling bertentangan.

Advertisement

Dalam filsafat, sinkretisme muncul mencolok pada abad ke-15 dalam pengikut Bessarion yang mencoba mempersatukan pandangan Plato dan Aristoteles serta mengatasi kontroversi tajam antara pengikut-pengikut kedua filsuf itu.

Sinkretisme lebih mencolok dalam agama. Studi perbandingan agama memandang sinkretisme sebagai fenomena perpaduan dari berbagai ajaran dan kultus agama. Sinkretisme dianggap kecenderungan yang tidak disadari namun kerap dikukuhkan oleh kepentingan-kepentingan politis yang lebih luas. Dalam si-tuasi ini ide-ide religius disesuaikan dengan prinsip- prinsip religius agama lain. Jadi, gerakan sinkretisme dalam agama kerap didahului dan dipercepat oleh kepentingan politis. Namun hasil sinkretisme tetap sama, yaitu terjadinya unifikasi konsep-konsep ketuhanan. J. Toutain menjelaskan, unifikasi konsep ketuhanan dapat terjadi menurut dua cara: pertama, konsep-konsep itu diasimilasi dalam perbandingan- perbandingan tertentu; kedua, konsep-konsep disatukan dalam sintesis yang lebih baru. Umumnya motif dasar gerakan sinkretisme adalah kesadaran bahwa suatu agama tetap tidak memadai dalam memperkenalkan konsep-konsep ketuhanan.

Incoming search terms:

  • sikap-sikap dalam mencegah sinkretisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • sikap-sikap dalam mencegah sinkretisme