Advertisement

Suatu peranti pemercepat partikel. Sinkrosiklotron yang sanggup mempercepat partikel sampai berenergi 730 MeV akan menuntut magnet seberat 4.000 ton. Untuk lebih besar lagi, biaya dan segi teknis tidak memungkinkan. Maka direka pemercepat mirip sinkrosiklotron tetapi dengan medan magnet yang bisa diubah. Alat ini disebut sinkrotron. Dengan dinaikkan kuat medan magnet, lintasan partikel tidak akan membesar meskipun energinya dan kecepatannya telah bertambah. Sinkrotron menggunakan medan magnet yang lebih kecil dan berbentuk gelang. Di dalam kesenjangannya ditaruh ruang vakum yang mirip kue donat. Secara keseluruhan sebuah sinkrotron tidak lagi tampak seperti siklotron yang mempunyai bentuk dua D, melainkan lebih mirip pemercepat linear yang pendek.

Namun untuk mencapai energi partikel sebesar 2 GeV (Gigaelektronvolt; 1 GeV = 109 e V) dituntut magnet yang sudah terlalu besar, untuk mencakup partikel-partikel yang tersesat. Untuk mengumpulkan partikel semacam ini sepanjang sumbu (pemfokusan aksial), medan magnet itu secara radial harus dikurangi kekuatannya. Tetapi “cara ini justru menyebabkan pemusatan secara radial terganggu. Untuk dapat memfokuskan baik secara aksial maupun secara radial, gelang magnet itu dibagi-bagi dalam beberapa sektor. Secara selang-seling ada sektor yang kuat medan magnetnya secara radial dikurangi dan ada sektor yang ditingkatkan. Sinkrotron semacam ini disebut sinkrotron gradien-bolak-balik (AG synchrotron atau Alternating-Gradient Synchrotron).

Advertisement

Untuk mempercepat proton sampai 400 GeV digunakan deret: generator Cockcroft-Walton (keluar dengan energi 750 keV), kemudian proton memasuki sebuah pemercepat linear (keluar dengan energi 200 MeV), lalu memasuki sinkrotron gradien-bolak-balik kecil (keluar dengan energi 8 GeV) dan akhirnya memasuki sinkrotron gradien-bolak-balik besar.

Incoming search terms:

  • prinsip kerja sinkrotron

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • prinsip kerja sinkrotron