Advertisement

Atau Sipatahoenan pada masa ejaan lama masih berlaku, adalah surat kabar berbahasa Sunda yang terbit di Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak tanggal 20 April 1923. Dipimpin oleh Mohammad Kendana sebagai pemimpin redaksi, penerbitan ini termasuk surat kabar pergerakan pada masa penjajahan Belanda.

Gagasan menerbitkan surat kabar ini dicetuskan oleh Bakrie Soeraatmadja dalam Kongres Pagoe- joeban Pasoendan di Bandung pada tahun 1923. Ia bukan hanya seorang aktivis politik, tetapi juga tokoh organisasi wartawan yang ikut mendirikan Persatoean Djoernalis Indonesia (Perdi) pada bulan Desember 1933.

Advertisement

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada masa Perang Dunia II, di Bandung diterbitkan surat kabar Tjahaja yang merupakan gabungan beberapa penerbitan pers. Satu di antaranya ialah Sipatahunan, yang tidak dapat terbit di bawah namanya sendiri. Setelah proklamasi kemerdekaan, wartawan Atje Bastaman memimpin penerbitan kembali surat kabar ini di Bandung pada tahun 1947, sebagai mingguan. Kedudukan pemimpin redaksi Sipatahunan terakhir kali masih dijabat oleh Atje Bastaman.

Ketika diberlakukan ketentuan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), sesuai dengan Undang-undang No. 21 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers, surat kabar ini tidak mengajukan permintaan izin baru sebagai pengganti Surat Izin Terbit (SIT). Karena itu, dan karena cukup lama tidak terbit lagi, Departemen Penerangan memutuskan untuk membatalkan izin terbit Sipatahunan.

Incoming search terms:

  • Arti Sipatahunan
  • arti sipattahunan
  • arti verslag

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Arti Sipatahunan
  • arti sipattahunan
  • arti verslag