Advertisement

Dalam arti luas adalah sistem pengungkapan bilangan. Dalam arti lebih sempit, seperti dalam ilmu komputer, sistem bilangan adalah cara untuk menyusun bilangan dalam bentuk tulisan. Dalam sistem bilangan ini, kita mengenal berbagai macam bilangan. Ada bilangan kardinal, bilangan asli, bilangan bulat, bilangan pecahan, bilangan rasional, bilangan takrasional, bilangan nyata atau real, bilangan khayal, dan bilangan kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menggunakan bilangan bulat dan bilangan pecahan. Bilangan pecahan dapat dinyatakan dalam bentuk pembilang dan penyebut serta dalam bentuk koma desimal (decimal point).

Lambang berbentuk angka dapat dinyatakan dalam banyak bentuk. Ada cara pengungkapan dengan angka berbeda untuk bilangan berbeda seperti halnya pada angka Romawi. Ada pula cara pengungkapan dengan cara letak atau digit seperti halnya pada angka Hindu-Arab. Pada cara letak, angka yang sama pada letak yang berbeda memiliki arti yang berbeda. Misalnya bilangan 313. Angka 3 paling kanan mempunyai arti berbeda dengan angka 3 paling kiri.

Advertisement

Pada cara letak ini, kita menemukan pula dasar bilangan. Dalam bentuk pertanyaan, dasar bilangan jnj adalah sampai berapa banyakkah angka satu letak atau digit kita perlukan sebelum kita beralih ke bilangan dua letak? Banyaknya angka itu merupakan dasar bilangan. Bilangan kita sehari-hari memiliki dasar bilangan sepuluh dan dikenal sebagai bilangan desimal. Jika dasar bilangan itu dua, kita menemukan bilangan biner. Dasar bilangan delapan menghasilkan bilangan oktal, dan dasar bilangan enam belas menghasilkan bilangan heksadesimal. Bilangan biner dan heksadesimal sangat sering digunakan dalam program komputer.

Advertisement