Advertisement

PRICE SYSTEM OR MARKET MECHANISM / SISTEM HARGA ATAU MEKANISME HARGA adalah suatu karakteristik perekonomian di mana keputusan-keputusan dasar tentang apa yang diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan bagaimana produk-produk (pendapatan-pendapatan) didistribusikan ditentukan oleh interaksi antara pembeli dan penjual dalam pasar faktor dan produk, Dalam suatu PEREKONOMIAN PERUSAHAAN SWASTA (PRIX’ATE-ENTERPRISE ECONOMY) , atau suatu PEREKONOMIAN CAMPURAN (MIXED ECONOMY) dengan sektor swasta yang lebih besar, tingkat output dan konsumsi sekarang atas produk merupakan hasil dari keputusan-keputusan yang beraneka ragam dari rumah tangga dan perusahaan yang akan diterapkan melalui sistem harga tersebut pada saat mereka melaksanakan transaksi dalam pasar. Perusahaan merupakan sebuah elemen kunci dalam sistem pasar yang beroperasi dalam pasar-pasar produk di mana ia menjual produk, dan dalam pasar- pasar faktor dimana ia membeli atau menyewa sumber daya. Sistem harga mencakup baik jenis-jenis pasar maupun operasi-operasi yang luas untuk menjamin sumber-sumber daya dialokasikan sesuai dengan permintaan konsumen.
Contoh, pada awalnya umpamakan bahwa harga wortel dan kacang panjang mempunyai penawaran dan permintaan yang sama untuk produk- produk ini dalam pasarnya masing-masing, akan tetapi kemudian terdapat suatu peralihan dalam permintaan. Permintaan yang meningkat untuk kacang panjang bersamaan dengan penawaran kacang panjang yang tidak berubah dalam jangka pendek akan mengakibatkan suatu kelebihan permintaan untuk kacang panjang pada harga yang berlaku, dan harga ini akan meningkat pada saat kacang panjang yang langka ini dijual di antara para konsumen. Permintaan yang menurun untuk wortel bersamaan dengan penawaran wortel yang tidak berubah dalam jangka pendek pada mulanya akan mengakibatkan Perubahan harga ini akan mempengaruhi laba para pemasok wortel dan kacang panjang. Pada saat permintaan dan harga naik dalam pasar kacang panjang, petani kacang panjang akan mengalami peningkatan laba, sementara petani wortel yang dihadapkan dengan permintaan dan harga yang menurun akan mengalami penurunan laba. Dalam jangka panjang, produsen kacang panjang akan melakukan investasi dalam tanah tambahan dan mesin serta mempekerjakan tenaga kerja yang lebih ba-nyak untuk memperluas penawaran, dan laba yang tinggi akan mengakibatkan perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar kacang panjang. Perluasan yang terjadi dalam penawaran kacang panjang akan memaksa harga yang tinggi turun kembali pada tingkat yang lebih rendah, yang akan membuat perusahaan yang memproduksi kacang panjang hanya memperoleh LABA NORMAL (NORMAL PROFIT) , yaitu tingkat laba di mana tidak terdapat lagi insentif yang menggoda perusahaan baru memasuki pasar kacang panjang atau yang mengakibatkan total penawaran meningkat. Sebaliknya, pada saat permintaan dan harga turun dalam pasar wortel, para pemasok akan mengalami penurunan laba mereka sehingga produsen yang kurang efisien akan meninggalkan usaha tersebut pada saat mereka mengalami kerugian, sementara produsen yang lain akan mengurangi output wortel mereka. Penurunan yang terjadi dalam penawaran wortel akan berlangsung terus hingga penawaran wortel sesuai dengan permintaan yang lebih rendah tersebut dan perusahaan yang tinggal dalam pasar wortel yang bersangkutan akan memperoleh laba normal.
Perubahan dalam pasar-pasar produk akan mempengaruhi pasar faktor. Dalam usaha memperluas penawaran kacang panjang, maka sumber daya manusia dan modal harus ditarik ke produksi kacang panjang dan hal ini hanya dapat dilaksanakan dengan menawarkan pada mereka suatu pembayaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mereka terima di tempat lain. Permintaan yang meningkat untuk kacang panjang akan mengakibatkan permintaan yang meningkat juga untuk MASUKAN-MASUKAN FAKTOR (FACTOR INPUTS) dalam produksi kacang panjang. Kelebihan permintaan masukan-masukan faktor dalam industri kacang panjang ini akan meningkatkan pengembalian terhadap faktor-faktor yang digunakan dalam industri ini. Sebaliknya, industri wortel akan melepaskan sumber-sumber daya pada saat perusahaan meninggalkan industri tersebut, dan pengangguran faktor-faktor produksi dalam perdagangan wortel akan mengurangi pengembalian faktor pada saat permintaan terhadap faktor-faktor ini menurun. Hal ini mendorong dibentuknya distribusi pendapatan di antara mereka yang bekerja dalam produksi kacang panjang dan produksi wortel.
Contoh di atas memperlihatkan bahwa sistem harga tersebut mengakibatkan realokasi dari sumber-sumber daya dalam menanggapi isyarat- isyarat yang diberikan oleh konsumen tentang permintaan mereka yang berubah terhadap produk yang pada gilirannya akan mempengaruhi harga dari masukan-masukan faktor. Akan tetapi perubahan yang otonom dalam harga masukan-masukan faktor dengan sendirinya dapat mempengaruhi harga produk dan pola permintaan konsumen melalui sistem harga tersebut. Contoh, asumsikan bahwa produksi wortel adalah suatu proses yang secara relatif padat karya, sementara penanaman dan pemetikan kacang panjang dilakukan dengan mesin otomatis yang mutakhir. Akibatnya, suatu pergeseran ke atas yang tajam dalam tarif upah akan mempengaruhi kedua industri tersebut secara berbeda-beda, biaya dan harga wortel akan meningkat secara substansial sementara harga dan biaya kacang panjang hanya mengalami sedikit perubahan, maka para konsumen akan cenderung mengubah pola konsumsi mereka yaitu membeli lebih sedikit wortel yang relatif mahal dan membeli lebih banyak kacang panjang yang relatif murah. Konsekuensinya, output dan kesempatan keija dalam industri wortel akan cenderung menurun sementara output kacang panjang meluas, dan realokasi sumber-sumber daya dari wortel ke kacang panjang dapat diharapkan. Proses realokasi tersebut mungkin dapat lebih langsung dibandingkan dengan hal di atas, walaupun perusahaan berusaha untuk memproduksi wortel dengan biaya yang minimal melalui kombinasi masukan-masukan faktor yang paling efisien, kemudian dihadapkan dengan suatu peningkatan dalam tingkat upah, perusahaan akan merubah metode-metode produksi yang menggunakan masukan-masukan tenaga keija yang relatif tidak begitu mahal dan modal yang relatif lebih murah. Tingkat upah yang meningkat akan mempercepat otomatisasi dalam industri wortel, yang akan mengurangi permintaan tenaga keija. Sistem harga tersebut dapat memberikan suatu mekanisme yang mutakhir untuk mengalokasikan sumber-sumber daya dengan suatu cara yang otomatis. Akan tetapi, hal itu tidak berarti sesempurna seorang pengalokasi sumber daya. Pertama, reaksi dari penawaran dalam sistem harga tersebut terhadap perubahan dalam permintaan konsumen mungkin sangat lambat dan merugikan, karena perusahaan-perusahaan yang kurang efisien tidak dihapuskan secara cepat tetapi bertahan membuat kerugian-kerugian. Kedua, sumber-sumber daya dilihat dari sudut pekerjaan dan geografis tidak selalu bergerak seperti apa yang tersirat dalam model tersebut, khususnya ketika para pekerja memerlukan latihan yang penting untuk mendapatkan keahlian yang memadai. Ketiga, sistem harga tersebut tidak dapat menjamin penyediaan PRODUK KOLEKTIF (COLLECTIVE PRODUCTS) tertentu seperti pertahanan yang dinikmati secara umum oleh semua konsumen, karena tidak ada pasar-pasar yang tersedia untuk produk- produk yang demikian. Keempat, sistem harga tersebut hanya memperhitungkan biaya-biaya swasta yang dikeluarkan oleh para pemasok dalam memproduksi dan mendistribusikan produk-produk, tetapi mengabaikan BIAYA-BIAYA SOSIAL (SOCIAL COST) polusi EKSTERNALITAS (EXTERNALITY). Akhirnya, berfungsinya sistem harga tersebut dengan efisien tergantung pada karakteristik struktural dari pasar-pasar produk dan faktor.
Dengan adanya PERSAINGAN SEMPURNA (PERFECT COMPETITION) dalam pasar- pasar produk dan faktor, sistem harga tersebut mungkin dapat berjalan dengan baik seperti dalam berbagai contoh yang disebutkan di atas. Sebaliknya, apabila pasar-pasar mempunyai sifat MONOPOLI (MONOPOLY) atau OLIGOPOLI (OLIGOPOLY) dengan HAMBATAN UNTUK MASUK (BARRIERS TO ENTRY) dan HAMBATAN UNTUK KELUAR (BARRIERS TO EXIT) yang tinggi, maka perusahaan- perusahaan menjadi tidak bebas untuk memasuki atau meninggalkan pasar produk sesuai dengan keinginan sendiri, sejalan dengan kemungkinan laba dapat dinikmati. Contoh, jika pasar kacang panjang didominasi oleh seorang pemasok monopoli, kemudian terjadi suatu peningkatan dalam permintaan, maka perusahaan monopoli tersebut mungkin memutuskan untuk tidak memperluas penawaran kacang panjang akan tetapi memanfaatkan permintaan yang meningkat tersebut dengan meningkatkan harga penjualan. Akibatnya dalam jangka panjang perusahaan tersebut memperoleh laba di atas normal dan tidak ada masukan-masukan faktor tambahan disediakan untuk produksi kacang panjang sebagaimana dikehendaki konsumen. Lihat CENTRALLY PLANNED ECONOMY, THEORY OF MARKETS, CONSUMER SOVE-REIGNTY, REVISED SEQUENCE.

Incoming search terms:

  • mekanisme harga
  • sistem harga
  • Pengertian mekanisme harga
  • pengertian sistem harga
  • mekanisme harga adalah
  • apa yang dimaksud dengan mekanisme harga
  • mekanisme harga pasar
  • sistem harga pasar
  • maksud mekanisme harga
  • sistem harga adalah

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • mekanisme harga
  • sistem harga
  • Pengertian mekanisme harga
  • pengertian sistem harga
  • mekanisme harga adalah
  • apa yang dimaksud dengan mekanisme harga
  • mekanisme harga pasar
  • sistem harga pasar
  • maksud mekanisme harga
  • sistem harga adalah