Advertisement

(operating system), dalam ilmu komputer, merupakan sumber daya lunak yang diperlukan oieh semua komputer. Setiap pekerjaan yang dimasukkan ke dalam komputer untuk diolah selalu berhubungan dengan sistem operasi pada komputer itu. Pada umumnya, ada tiga pengertian yang sering diberikan orang kepada sistem operasi komputer.

Pengertian pertama adalah pelaksana perintah. Biasanya, setiap perintah kepada komputer melibatkan puluhan dan bahkan ratusan langkah elektronika. Untuk memudahkan pemakai komputer, di dalam komputer disediakan program yang melaksanakan langkah elektronika itu. Program demikian dikenal sebagai sistem operasi.

Advertisement

Pengertian kedua adalah pengelola sumber daya. Kegiatan di dalam komputer memerlukan sumber daya seperti prosesor, memori, panel kunci ketik, penggerak disk, monitor, dan sebagainya. Pada saat sejumlah pemakai komputer secara bersama-sama memerlukan sumber daya itu, permintaan mereka itu perlu dikelola melalui suatu sistem tertentu. Program yang bertugas untuk pengelolaan sumber daya itu dikenal sebagai sistem operasi.

Pengertian ketiga adalah pelaksana program aplikasi. Program aplikasi merupakan suatu daftar instruksi yang ditujukan untuk mengolah data. Instruksi itu hanya dapat dilaksanakan apabila diberi sumber daya yang diperlukannya. Program yang menyajikan sumber daya kepada instruksi dalam program aplikasi dikenal sebagai sistem operasi.

Pada saat bekerja, sistem operasi terletak di dalam memori kerja. Namun, pada mulanya sebelum komputer dihidupkan, biasanya sistem operasi tidak terletak di dalam memori kerja. Hanya sebagian kecil sistem operasi yang diperlukan di dalam memori kerja yang secara tetap diletakkan di dalam memori kerja. Bagian kecil sistem operasi ini dikenal sebagai inti {nucleus) atau kernel. Salah satu tugas kernel adalah memuat (boot) sistem operasi dari disk atau disket ke dalam memori kerja.

Dari ketiga pengertian ini, tampaklah bahwa pemakai komputer beserta program aplikasinya selalu berhubungan dengan sistem operasi. Mereka tidak dapat berhubungan langsung dengan sumber daya keras pada komputer itu. Dengan demikian, pemakai melihat sistem operasi sebagai pengganti mesin komputer itu sendiri. Karena itu, dapat dikatakan bahwa sistem operasi bertindak selaku mesin komputer dalam bentuk semu atau mesin semu (maya) atau virtual machine. Umumnya sistem operasi yang ada sekarang ini dirancang untuk komputer dengan prosesor tunggal. Namun, belakangan ini, dikenal juga sistem operasi untuk komputer dengan prosesor jamak yang dapat melakukan proses paralel {parallel processing) dan pipelining, yakni memecah pekerjaan ke dalam bagian kecil dan melakukannya secara serentak.

Dengan adanya sistem operasi di dalam memori, terdapat dua program di dalam memori, yakni program sistem, termasuk sistem operasi, dan program aplikasi. Dalam hal ini, sistem operasi bertempat atau residen di dalam memori (system residence). Sistem operasi itu berlaku sebagai pengawas atau supervisor di dalam memori. Sementara pemakai komputer dapat mengakses program aplikasi, mereka tidak dapat mencapai sistem operasi. Bagian memori yang ditempati sistem operasi diproteksi (memory protection) terhadap pemakai.

Pemuatan sistem operasi ke dalam memori kerja pada saat awal pemakaian komputer dikenal sebagai boot atau IPL (initial program load). Pemuatan sistem operasi secara utuh pada awal pemakaian komputer dikenal juga sebagai pemuatan dingin (cold). Pemuatan sebagian setelah komputer dipakai, dikenal sebagai pemuatan sejuk (cool) atau hangat (warm). Mereka lebih banyak membawa proses ke awal atau mulai lagi (restart) daripada pemuatan sesungguhnya.

Sistem operasi merupakan program sistem yang besar. Di dalam sistem operasi terdapat banyak komponen atau bagian atau modul yang melaksanakan berbagai tugas di dalam komputer. Ada modul untuk pengelolaan prosesor, ada modul untuk pengelolaan memori, ada modul untuk pengelolaan monitor tampilan, demikian seterusnya. Kalau semua modul itu terkumpul tanpa hierarki, kita menemukan sistem operasi yang monolitik. Sebaliknya, kalau kita menyusun mereka dalam hierarki yang berlapis-lapis, kita menemukan struktur sistem operasi lapisan (layered).

Untuk mencapai modul tertentu di dalam sistem operasi, biasanya, prosesor mengalami interupsi. Dengan demikian, prosesor tidak hanya mengalami interupsi oleh program aplikasi, melainkan juga oleh sistem operasi. Kita dapat mencapai modul pada sistem operasi itu melalui perintah (command) yang dilaksanakan melalui bahasa kendali proses atau JCL (job control language).

Sistem operasi dapat menyajikan berbagai cara kerja pada sistem komputer. Ada cara tumpang tindih atau overlay, yakni menindih bagian program di dalam memori dengan bagian program yang sedang diperlukan pada saat itu. Ada cara sharing atau time sharing yang memungkinkan lebih dari satu pemakai menggunakan komputer pada saat yang sama. Ada cara real time yang meminta olahan segera pada kom-puter. Ada cara spooling atau SPOOL (simultaneous peripheral operation on line) yang memungkinkan periferal bekerja pada saat prosesor sedang mengolah data.

Setiap bagian program yang sedang bekerja dikenal sebagai proses. Melalui sistem operasi, proses itu memperoleh sumber daya (resource). Ada sumber daya seperti data reentran yang boleh dipakai bersama pada saat yang sama. Ada juga sumber daya seperti data non-reentran yang tidak boleh dipakai bersama pada saat yang sama. Pengaturan untuk tidak dipakai bersama ini dikenal sebagai seksi kritis; salah satu cara untuk melaksanakan seksi kritis ialah dengan menggunakan semafora.

Dalam hal tertentu, ada proses yang memerlukan lebih dari satu jenis sumber daya. Beberapa proses semacam ini dapat saja menimbulkan keadaan buntu. Sistem operasi perlu mencegah, menghindari, atau mengatasi kebuntuan (deadlock) pada pemakaian sumber daya. Selain itu, sistem operasi juga dapat melindungi data melalui sistem proteksi atau sekuriti agar berkas data itu tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berhak.

Incoming search terms:

  • bagaimana suatu program tidak resident
  • cara kerja program resident
  • pengertian protektion pada sistem operasi
  • perbedaan sistem prosesor tunggal jamak
  • sistem operasi nucleus

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bagaimana suatu program tidak resident
  • cara kerja program resident
  • pengertian protektion pada sistem operasi
  • perbedaan sistem prosesor tunggal jamak
  • sistem operasi nucleus