Advertisement

Yang dalam bahasa Inggris disebut Generalized System of Preferences, dan lebih populer dengan singkatan GSP, adalah sistem penurunan atau pembebasan tarif bea masuk oleh beberapa negara maju atas barang-barang industri yang dihasilkan negara-negara sedang ber-kembang.

Tujuan pokok penerapan GSP adalah sebagai beriku:

Advertisement

(1) meningkatkan pendapatan devisa negara-negara berkembang melalui peningkatan ekspor. Penurunan atau pembebasan tarif akan menjamin produk- produk negara berkembang memiliki daya saing yang lebih kuat di negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang memperoleh lebih banyak peluang untuk mengekspor produk hasil industrinya;

(2) meningkatkan pertumbuhan industri di negara berkembang. Dengan meningkatnya ekspor, pasar untuk produk industri meluas. Perluasan pasar dengan sendirinya akan mendorong pertumbuhan industri di ma- sine nasing negara;

(3) mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.

Pada .dasarnya perlakuan khusus dalam dunia perdagangan bertentangan dengan salah satu prinsip dasar GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) yang non-diskriminatif, sebab memberikan keringanan (preferensi) pada satu pihak berarti melakukan diskriminasi terhadap pihak lain. Melalui pende-katan-pendekatan khusus, tercapai kompromi dan GATT mengecualikan GSP dari ketentuan-ketentuan prinsipnya.

Konsep GSP dicetuskan dalam sidang ke-I UN- CTAD di Jenewa pada tahun 1964, dan disetujui pelaksanaannya dalam sidang ke-2 UNCTAD di New Delhi pada tahun 1968. Beberapa negara anggota Masyarakat Eropa (ME) dan Jepang merupakan kelompok negara pertama yang menerapkan GSP pada tahun 1971, disusul oleh Australia, Austria, Kanada, Denmark, Finlandia, Irlandia, Jepang, Selandia Baru, Norwegia, Swedia, Swis, dan Inggris. Amerika Serikat adalah negara industri maju terakhir yang menerapkannya, yaitu pada tahun 1976.

K entuan-ketentuan Umum dalam Pemberian Fasilitas GSP. Meskipun skema penerapan fasilitas GSP tiap negara maju berbeda satu dengan yang lain, pada dasarnya mereka menggunakan kerangka acuan sama, yang meliputi cakupan produk, tingkat potongan tarif, ketentuan asal barang, dan mekanisme pengamanan.

Negara-negara pemberi fasilitas preferensi memiliki hak penuh untuk mencabut kembali perlakuan preferensi apabila terjadi keguncangan pasar yang dapat menyebabkan kerugian dalam pertumbuhan industri dalam negeri mereka. Mekanisme pengamanan ini dapat dilakukan secara langsung, yakni dengan mencoret produk-produk yang dianggap mengancam industri dalam negeri dari daftar; atau secara tidak langsung, misalnya melalui sistem kuota dan sistem ceiling.

GSP dan Politik Internasional. Karena GSP merupakan bantuan atau fasilitas yang diberikan oleh negara maju kepada negara berkembang, keputusan pemberian GSP adalah sebagian dari politik luar negeri negara-negara pemberi fasilitas. Untuk itu setiap negara pemberi preferensi menentukan sendiri negara- negara berkembang yang diberi fasilitas GSP. Selain kriteria umum, masing-masing donor juga menentukan kriteria-kriteria khusus yang disebut skema; jenis komoditas ekspor negara-negara berkembang yang menikmati fasilitas GSP; kurun waktu suatu negara berkembang atau komoditas tertentu dapat menikmati fasilitas tersebut.

Dengan demikian, sebenarnya GSP tidak dapat lagi disebut sistem yang umum, karena penerapannya di negara-negara maju dipengaruhi oleh tekanan-tekanan sosial, ekonomi, dan politik masing-masing. Pengaruh sosial, ekonomi, dan politik ini mengakibatkan perubahan-perubahan dalam penerapan GSP dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, Amerika Serikat menetapkan kurang lebih 2.700 jenis komoditas industri dari negara-negara berkembang yang mendapat preferensi, antara lain berbagai jenis kayu olahan, barang-barang kerajinan tangan, mainan anak-anak, alat-alat olahraga, produk barang perhiasan, alat-alat rumah tangga, produk farmasi, alat-alat fotografi, mesin-mesin khusus, dan produk barang-barang plastik.

Negara-negara yang berhak menikmati fasilitas GSP Amerika Serikat dibatasi dengan beberapa persyaratan khusus yang disebut eligibility. Menurut batasan tersebut, negara-negara yang tidak berhak menikmati fasilitas GSP dari Amerika Serikat adalah: negara-negara berhaluan komunis; negara-negara anggota kartel internasional, seperti OPEC; negara yang memberikan fasilitas reserve preference pada negara-negara anggota Masyarakat Eropa, artinya, negara-negara yang mengenakan bea impor barang-barang dari ME lebih murah daripada bea yang dikenakan pada barang-ba-rang dari Amerika Serikat; negara yang mengambil alih atau menasionalisasikan hak milik warga negara atau perusahaan Amerika Serikat tanpa memberikan kompensasi wajar; negara yang tidak mau bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam membasmi perdagangan narkotika internasional; negara yang tidak menempuh atau mengikuti aturan arbitrase internasional dalam menyelesaikan perselisihan dalam hal penanaman modal asing hingga merugikan warga atau perusahaan milik warga Amerika Serikat.

Incoming search terms:

  • pengertian gsp
  • arti spu
  • apa itu gsp
  • pengertian generalized system of preference
  • syarat gsp
  • keuntungan dan manfaat eksportir generalized gsp
  • pengertian system preferences
  • jelaskan yang dimaksud dengan preferensi perdagangan
  • gsp-2 arti
  • gsp arti

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian gsp
  • arti spu
  • apa itu gsp
  • pengertian generalized system of preference
  • syarat gsp
  • keuntungan dan manfaat eksportir generalized gsp
  • pengertian system preferences
  • jelaskan yang dimaksud dengan preferensi perdagangan
  • gsp-2 arti
  • gsp arti