Advertisement

Yang juga dikenal dengan Sistem Partai Tunggal, dapat diartikan sebagai:

(1) suatu sistem dengan hanya ada satu partai yang diakui dalam negara itu, biasanya partai yang berkuasa (yang memegang kekuasaan). Partai lain dilarang hidup. Sistem seperti ini misalnya berlaku di Uni Soviet (sebelum Perestroika) dan Cina yang hanya mengakui Partai Komunis sebagai satu-satunya partai politik di negara itu. Di negara seperti ini secara teoretis tidak ada persaingan dalam dunia politik. Mereka yang mengaku dirinya sebagai kaum oposisi dianggap pengkhianat negara.

Advertisement

Satu-satunya partai yang diakui itu berfungsi sebagai pengendali aspek kehidupan secara monolitik dan pemaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan cara kehidupan yang sejalan dengan kepentingan partai. Dalam rangka mencapai tujuan partai itu, propaganda biasanya dilakukan secara besar-besaran, bahkan acap kali dilakukan dengan intimidasi atau pemaksaan.

(2) Sistem Partai Tunggal dapat juga berarti bahwa di dalam suatu negara hanya harus ada sebuah partai yang dominan (biasanya partai pemerintah). Ada partai-partai lain, tetapi mereka harus tunduk dan menerima dominasi partai yang dominan. Dalam negara ini, tidak dibenarkan terjadinya persaingan secara bebas di antara partai-partai yang ada, apalagi untuk melawan partai yang berkuasa. Pola seperti ini dapat terjadi karena:

{a) adanya penekanan dari negara lain, misalnya yang terjadi di negara-negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur sebelum berlangsungnya Perestroika. Melalui tekanan politik dan militer Uni Soviet, negara-negara seperti Jerman Timur, Bulgaria, Polandia, Cekoslowakia, dan Rumania akhirnya mengakui bahwa partai-partai komunis di negaranya, yang umumnya dikendalikan oleh Moskwa, merupakan partai yang berkuasa. Tetapi setelah dilancarkannya glas- nost dan perestroika oleh pemimpin Uni Soviet, Michael Gorbachev, partai-partai komunis itu ternyata tidak dapat mempertahankan dominasinya. Dalam pemilihan umum, partai-partai komunis itu justru mengalami kekalahan;

(b) alasan untuk meningkatkan integrasi suatu negara. Hal seperti ini antara lain terjadi di negara-negara berkembang di Afrika, misalnya Ghana di bawah pimpinan Presiden Kwame Nkrumah, Guinea, Mali, Pantai Gading, Nigeria, dan Angola. Karena semangat kesukuan dan kedaerahan begitu kuat di negara- negara itu, persatuan yang sangat dibutuhkan sulit tercapai. Perang saudara, atau perang suku, sangat sering berkecamuk sehingga pembangunan nasional sulit dilaksanakan.

Untuk menghindari hal-hal seperti itu, didirikanlah satu partai yang kuat (biasanya menjadi partai pemerintah) yang mampu mendominasi percaturan politik di negara tersebut. Dengan demikian gerakan separatisme yang akan memecah belah bangsa dapat diredam. Pembentukan partai tunggal di beberapa negara Afrika yang semula bertujuan meningkatkan integrasi dan persatuan itu, dalam perkembangannya tidak jarang justru menimbulkan praktik-praktik politik yang tidak sejalan dengan hak-hak asasi manusia. Penindasan di luar batas, bahkan dengan pembunuhan-pembunuhan keji, acap kali terjadi di negara- negara Afrika.

Sementara itu di negara Indonesia pun pernah muncul keinginan untuk menganut sistem satu partai. Di dalam suatu keputusan sidangnya tahun 1945, KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) merencanakan pendirian satu partai politik yang diberi nama Partai Nasional Indonesia (bukan PNI yang kemudian berfusi ke dalam Partai Demokrasi Indonesia). Tetapi karena terjadi perubahan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dengan terbentuknya Kabinet Sjahrir, maksud ini diurungkan, dan bahkan sebelum terbentuknya Kabinet Sjahrir itu, pada tanggal 3 November 1945 keluar Maklumat Pemerintah yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta tentang pembentukan partai-partai politik. Maklumat ini memberi kesempatan kepada rakyat untuk mendirikan partai- partai politik.

Incoming search terms:

  • sistem partai tunggal
  • sistem satu partai
  • partai tunggal
  • pengertian sistem satu partai
  • demokrasi satu partai dan komunisme
  • pengertian partai tunggal
  • sistem partai tunggal digunakan oleh negara
  • negara satu partai
  • demokrasi satu partai
  • pengertian sistem partai tunggal

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • sistem partai tunggal
  • sistem satu partai
  • partai tunggal
  • pengertian sistem satu partai
  • demokrasi satu partai dan komunisme
  • pengertian partai tunggal
  • sistem partai tunggal digunakan oleh negara
  • negara satu partai
  • demokrasi satu partai
  • pengertian sistem partai tunggal