Advertisement

Yang biasa disingkat Sista Udara TNI-AU, adalah totalitas kekuatan tempur udara sistem gelar operasional matra udara TNI-AU. Sista Udara TNI-AU terorgan sasi dalam wujud Komando Operasi TNI-AU – atau lebih tepat Komando Operasional TNI-AU – dan mengandung seluruh unsur kekuatan tempur udara dan daya dukungan operasi bagi kekuatan tempur udara tersebut.

Dalam konsepsi gelar sista udara, pesawat terbang, peluru kendali, dan radar adalah alat-alat utama (disingkat Alut) dalam sista udara ini.

Advertisement

Kekuatan tempur udara tersebut tersusun dalam wujud berbagai Skadron Udara TNI-AU, yang berada dalam paduan operasional dengan gelar Unit Radar, Unit Intelijen, Satuan Teknik-Pemeliharaan-Pembekalan, Satuan Komunikasi dan Elektronika, Unit Meteo, dan Skadron Tempur Pasukan Khas TNI-AU, baik bagi perlindungan dan pengamanan alut sista maupun bagi pelbagai tindakan taktis lain. Satuan-satuan ini bertugas mendukung operasi, misalnya membimbing gempuran udara dari darat dengan menerjunkan terlebih dahulu unit kecil berperan pandu bagi serangan udara yang dilancarkan. Selain itu, satuan- satuan ini juga berperan dalam berbagai operasi khusus bagi perolehan intelijen operasi udara dan pencarian dan penyelamatan/SAR terhadap korban yang jatuh di pihak sendiri.

Format dan terminologi sistem senjata, sebagaimana dipergunakan dalam TNI khususnya, dipakai untuk menyebut cara gelar operasi yang melibatkan persenjataan-persenjataan berpola teknologi dengan kompleksitas dan kecanggihan tertentu yang harus diimbangi oleh peran manusia yang menjalankannya. Misalnya, di kalangan TNi-AU terdapat pemeo yang mengatakan bahwa alut-alut sista udara adalah “…persenjataan yang diorangi, dan bukan orang yang dipersenjatai…”

Karena majunya pola paradigma teknologi persenjataan, kini persenjataan kompleks dan canggih juga terdapat dalam gelar matra laut maupun matra darat. Satuan Setingkat Pangkalan dan Satuan Setingkat Skadron. Satuan induk operasional tempur utama adalah Komando-komando Wing, yaitu Komando- komando Pangkalan Udara Operasional yang di dalamnya berpangkalan Skadron-skadron Udara Alat-alat Utama Sista berserta unit-unit pendukung dan pengaman operasi udara. Komando-komando tersebut berada dalam Komando-komando Operasi TNI- AU (disingkat Koops), yang terdiri atas dua bagian, yaitu Koops I untuk kawasan operasi Indonesia Bagian Barat, dan Koops II untuk kawasan Indonesia Bagian Timur.

Sistem Senjata Pertahanan Udara (Matra) TNI-AD. Perkembangan teknologi dan sistem gelar operasi sista udara diimbangi dengan perkembangan gelar persenjataan darat yang menghadapinya. Oleh sebab itu, pola gelar sistem senjata juga terdapat di TNI-AD, misalnya Sistem Senjata Artileri TNI-AD, yaitu sebuah sistem unit lengkap gelar operasional meriam atau peluru kendali yang lengkap dengan prajurit yang mengawakinya. Di dalam perkembangan gelar mutakhirnya kini, pucuk-pucuk (disingkat cuk) persenjataan artileri pertahanan udara itu lazimnya ditata dalam suatu organisasi Sistem Senjata Artileri.

perlengkapan-perlengkapan elektronika generasi ter{ a semakin menjadi bagian vital peranti keras Sistem Senjata Artileri Pertahanan Udara, yaitu untuk: (1) deteksi/pencarian sasaran; (2) penentuan/pengukuran sasaran; (3) pembidikan dan penembakan sasaran, yang harus dilakukan secepat mungkin. Lazimnya dibutuhkan proses yang lebih cepat dalam sistem senjata artileri pertahanan udara daripada dalam artileri jenis lainnya.

Dalam artileri pertahanan udara (disingkat Arhanud TNI-AD), deteksi, penentuan lokasi, dan pengukuran jarak sasaran dengan radar atau peralatan lain adalah faktor-faktor esensial dan vital. Bidang pimpinan penembakan (disingkat Pibak), yakni unsur pusat sistem senjata Arhanud, yang dilengkapi dengan peranti elektronika lengkap mutakhir adalah kebutuhan dasar.

Dalam perang elektronika, kemampuan dan pengalaman para pimpinan penembakan, di samping kelengkapan perantinya, sangat penting bagi upaya meraih kemenangan. Unit-unit Arhanud TNI-AD kini memiliki unit-unit peluru kendali Rapier, yang dapat digerakkan secara cepat dari sebuah posisi gelar ke posisi gelar lainnya.

Selain pucuk-pucuk persenjataan artileri, Arhanud TNI-AD memiliki sejumlah unsur lain, di antaranya Pibak, yang dalam perkembangan mutakhirnya dilengkapi dengan Kalkulator Penembakan (FCC atau Fire Control Calculator). FCC, dalam wujud yang relatif kecil, praktis dan ringan, merupakan kalkulator pengatur dan pengontrol pimpinan penembakan, yang mampu mengolah dan menyimpan data pimpinan penembakan, selain melakukan pengukuran medan. Dengan FCC penembakan dapat lebih akurat dan lebih cep daripada dengan cara manual.

Unsur awal sistemik adalah unsur pencari dan penemu sasaran, yang diperlengkapi dengan peralatan elektronik untuk itu, biasanya beragam jenis detektor suara maupun detektor cahaya/visual, atau RP S/Radio Portable Station untuk mendeteksi radar lawan.

Satu pucuk persenjataan artileri dipimpin oleh seorang komandan pucuk (disingkat Dan Pucuk); dan beberapa pucuk diorganisasi dalam baterai, yang dipimpin oleh komandan baterai (disingkat Dan Rai) setingkat komandan kompi infanteri, biasanya berpangkat kapten, yang adalah pula jabatan komandan flight dalam unit-unit operasional TNI-AU. Format lebih besar dari baterai adalah batalion, sebagaimana halnya satuan-satuan infanteri maupun kavaleri TNI-AD, yaitu sebuah format satuan setingkat skadron dalam jajaran-jajaran Koops TNI-AU.

Incoming search terms:

  • pengertian matra udara
  • matra dalam tni
  • komando operasi disingkat
  • komandan pucuk adalah
  • gelar perlengkapan tni artinya
  • arti matra di tni
  • arti matra dalam tni
  • arti kata matra dalam tni
  • arti istilah matra dalam TNI
  • arti danrai

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian matra udara
  • matra dalam tni
  • komando operasi disingkat
  • komandan pucuk adalah
  • gelar perlengkapan tni artinya
  • arti matra di tni
  • arti matra dalam tni
  • arti kata matra dalam tni
  • arti istilah matra dalam TNI
  • arti danrai