Advertisement

Terutama bagi pesawat ruang angkasa, didapatkan dari baterai (lihat BATERAI), sel surya (lihat SEL SURYA), sel bahan bakar (lihat SEL BAHAN BAKAR) atau peranti isotop nuklir.

Di antara sumber-sumber tenaga tersebut, sel surya lebih banyak dipilih karena berlimpahnya sinar matahari dan kemudahan mengubahnya menjadi tenaga listrik melalui proses fotovoltaik. Sel surya biasanya digunakan bersama-sama dengan aki atau baterai yang berfungsi memberikan tenaga listrik bagi pesawat ruang angkasa saat sinar matahari terhalang oleh bayangan bumi. Jadi selain langsung digunakan untuk memberi daya listrik pada seluruh perangkat pesawat, tenaga listrik dari sel surya digunakan juga untuk mengisi aki-aki sebagai tenaga listrik cadangan. Puluhan ribu keping sel surya digunakan untuk mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Satelit OGO 4 yang diorbitkan tahun 1967, misalnya, memerlukan 33.000 keping sel surya untuk menghasilkan tenaga listrik sebesar 560 watt. Kelemahan sel surya adalah harganya yang sangat mahal, bobotnya yang cukup berat, volumenya yang besar dan kemungkinannya rusak oleh debu antariksa atau radiasi korpuskular.

Advertisement

Dalam sistem pembangkitan tenaga listrik yang menggunakan sel bahan bakar, bahan bakar dioksidasi untuk menghasilkan tenaga. Dibandingkan dengan beratnya, daya listrik yang dihasilkan oleh sel bahan bakar dinilai lebih efisien daripada sumber tenaga lainnya, tetapi hanya dapat digunakan untuk misi jangka pendek.

Sumber tenaga lain yang juga dapat dimanfaatkan adalah generator termionik. Generator termionik merupakan peranti yang terdiri atas dua elektroda logam yang disebut emiterdan kolektor. Dua elektroda dipasang berdekatan (terpisah sejauh seperempat milimeter) dan ruang di antara kedua elektroda tersebut diisi uap sesium bertekanan 1 sampai 10 mmHg. Uap sesium diionisasi positif untuk mencegah timbulnya ruang muatan negatif yang menghambat aliran elektron pada ruang antarelektroda. Tenaga panas diberikan untuk mengeluarkan elektron dari emitor yang kemudian mengalir menuju kolektor melalui ruang antarelektroda. Generator termionik merupakan kon- verter tenaga bersuhu tinggi. Emiter biasanya dipanasi sampai suhunya mencapai 1.900 K sampai 2.000 K dan kolektor bersuhu 800 K sampai 1.000 K.

 

Advertisement