PENGERTIAN SKIZOFRENIA – Simtom-simtom skizofrenia mencakup delusi, hendaya kognitif, halusinasi, dan simtom-simtom negatif seperti afek datar. Prevalensi skizofrenia pada orang lanjut usia secara keseluruhan lebih rendah dibanding prevalensi dalam populasi total. Perbedaan tersebut dapat diatribusikan pada dua faktor. Pertama, beberapa orang yang menderita skizofrenia meninggal sebelum mencapai usia tua; kelompok individu yang menderita gangguan ini memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibanding orang-orang dalam populasi umum. Kedua, banyak orang yang menderita skizofrenia menunjukkan sangat berkurangnya, dan kadang hilangnya secara total, simtom-simtom skizofrenia ketika mencapai usia tua. Meskipun demikian, orang lanjut usia yang menderita skizofrenia cenderung hidup dalam kemiskinan, memiliki tingkat pendidikan rendah, dan tingkat pengangguran tinggi.

Apakah skizofrenia pernah timbul untuk pertama kali pada usia tua? Perdebatan mengenai pertanyaan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan Kraepelin meragukan apakah selamanya sesuai untuk menggunakan kata sifat prekoksyang berarti timbul di usia muda—untuk menggambarkan skizofrenia. Diperkirakan 90 persen kasus skizofrenia timbul sebelum seseorang mencapai usia 60. Dengan demikian, skizofrenia yang timbul di usia lanjut memang langka meskipun ada.

Bila skizofrenia terjadi untuk pertama kali pada usia lanjut, sering kali disebut parafrenia. Simtom-simtomnya berbeda dengan skizofrenia yang timbul pada usia muda; parafrenia umumnya mencakup halusinasi dan delusi paranoid yang lebih banyak. Para pasien cenderung orang yang tidak menikah, hidup dalam kesendirian, hanya memiliki sedikit kerabat yang masih hidup, mengalami kerusakan pendengaran, memiliki riwayat skizofrenia dalam keluarga, dan berasal dari kelas sosioekonomi rendah.

Di Amerika Serikat istilah parafrenia digunakan secara tidak konsisten. Beberapa peneliti meyakini bahwa sejumlah pasien berusia lanjut yang didiagnosis mengalami parafrenia sebenarnya mengalami gangguan mood, karena pada banyak orang yang mengalami simtom-simtom utama, fungsi kognitif dan fungsi secara keseluruhan tidak terganggu; yaitu, hidup mereka tidak menga-lami kemunduran dan gangguan yang umum dialami para pengidap skizofrenia. Dalam sebuah studi terhadap para pasien yang tampaknya mengalami skizofrenia untuk pertama kalinya di atas usia 65 tahun, sekitar dua pertiganya sebenarnya mengalami demensia atau gangguan kondisi perasaan. Pada orang lanjut usia, faktor-faktor biologis yang hanya memiliki sedikit atau sama sekali tidak berhubungan gangguan mental itu sendiri harus dipertimbangkan dengan serius pada saat menegakkan diagnosis penyakit mental seperti parafrenia. Contohnya, beberapa masalah kesehatan dan pembedahan yang dapat disembuhkan dapat menimbulkan gejala-gejala dan simtom-simtom yang mirip dengan skizofrenia termasuk hipertiroidisme, hipotiroidisme.

Filed under : Bikers Pintar,