Advertisement

Berasal dari kata Latin solus yang artinya sendirian, dan ipse, sendiri. Solipsisme dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni solipsisme epistemologik dan solipsisme metafisik. Solipsisme epistemologik beranggapan bahwa kesadaran manusia tidak mempunyai dasar untuk mempercayai adanya sesuatu, kecuali diri sendiri dan kesadarannya Ada dan tidak adanya segala sesuatu ditentukan oleh kesadaran manusia sendiri. Jadi semua pengetahuan bertitik tolak dari kesadaran diri sendiri. Contoh solipsisme epistemologik tampak dalam pandangan skeptisisme Agustinus dan Rene Descartes dalam pernyataannya, Cogito ergo sum.

Solipsisme metafisik secara harfiah dapat diungkapkan dalam pernyataan “Yang sungguh-sungguh ada hanyalah diriku sendiri.” Aku sendiri dan gambaran-gambaran dalam kesadarankulah yang menentukan realitas seluruhnya. Segala sesuatu merupakan ciptaan kesadaran seseorang. Adaan-adaan yang lain bukanlah adaan-adaan yang bebas melainkan ditentukan, dan dapat dikembalikan ke dalam kesadaranku sendiri. Jenis solipsisme ini tampak dalam pandangan idealisme subjektif dan karya-karya Von Schubert- Soldern.

Advertisement

Advertisement