PENGERTIAN SOSIOLOGI MIKRO VERSUS SOSIOLOGI MAKRO – Sosiologi adalah kajian ilmiah tentang kehidupan sosial manusia. Sosiolog berusaha mencari tahu tentang hakekat dan sebab-sebab dari berbagai pola pikiran dan tindakan manusia yang teratur dan dapat berulang. Berbeda dengan psikolog, yang memusatkan perhatiannya kepada karakteristik pikiran dan tindakan orang perorangan, sosiolog hanya tertarik kepada pikiran dan tindakan yang dimunculkan seseorang sebagai anggota suatu kelompok atau masyarakat. Namun, perlu diingat, sosiologi adalah disiplin ilmu yang lus dan mencakup banyak hal, dan ada banyak jenis sosiolog yang mempelajari sesuatu yang berbeda dengan tujuan yang berbeda-beda.

Secara konvensional, dibedakan dua tipe penting sosiologi: so siologi mikro dan sosiologi makro. Sosiologi Mikro menyelidiki berbagai pola pikiran dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang relatif berskala kecil. Orang-orang yang mengidentifilsasi diri mereka sebagai sosiolog mikro tertarik kepada berbagai gaya komunikasi verbal dan non-verbal dalam hubungan sosial face-to-face, proses pengambilan keputusan oleh para hakim, formasi dan integrasi kelompok perkawanan, dan pengaruh keanggotaan seseorang dalam suatu kelompok terhadap pandangan dunianya.

Sebaliknya, Sosiologi Makro mempersembahkan segala usahanya untuk mengkaji berbagai pola sosial berskala besar. Ia memusatkan perhatiannya kepada masyarakat sebagai keseluruhan dan berbagai unsur pentingnya, seperti ekonomi, sistem politik, pola kehidupan keluarga dan bentuk sistem keagamaannya. Ia juga memusatkan perhatiannya kepada jaringan kerja dunia dari berbagai masyarakat yang saling berinteraksi. Banyak sosiolog makro yang membatasi diri mereka dengan hanya mengkajimasyarakat tertentu pada satu penggalan sejarah tertentu pula. Para sosiolog makro di Amerika Serikat, misalnya, seringkali membatasi penelitiannya kepada karakteristik berbagai pola-sosial masyarakat Amerika kontemporer. Sementara sosiolog makro lainnya memilih bidang penelitian yang lebih luas; mereka memperluas perha-tiannya hingga mencakup kajian komparatif tentang berbagai masyarakat kontemporer. Sebagian sosiolog makro bahkan melangkah lebih dari itu, dengan memusatkan perhatian kepada kajian komparatif tentang seluruh rentang kehidupan masyarakat manusia, baik masa lalu maupun masa depan.

Buku ini secara khusus memberikan perhatian kepada sosiologi makro, dan pembahasannya bersifat makro-sosiologis dalam pengertian yang paling luas (tetapi menyajikan Topik Khusus pada akhir setiap bab). Ia berusaha melakukan pengujian sistematik tentang kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan penting di antara berbagai masyarakat. Disamping itu, ia juga memperhatikan sifat-sifat perubahan yang dialami berbagai masyarakat tersebut.

Versi sosiologi makro yang disajikan dalam buku ini adalah versi yang sangat riuh dan sangat banyak menggunakan berbagai konsep, teori dan temuan dari dua ilmu sosial yang berbeda : Antropologi dan Sejarah.

Antropologi adalah bidang kajian yang sangat luas tentang manusia. Ia sebenarnya merupakan disiplin ilmu gabungan yang terdiri dari empat subbidang yang berbeda, meski mempunyai keterkaitan yang dekat. Antropologi budaya bertujuan memahami pola-pola kehidupan sosial yang terorganisasi di kalangan masyarakat pra-industrial atau primitif. Perhatian utama antropolog budaya adalah pembuatan berbagai etnografi atau laporan deskriptif yang rinci tentang cara-cara hidup masyarakat primitif yang hidup pada zaman sekarang. Namun, perhatian antropolog budaya tentu saja lebih dari sekadar deskripsi tentang berbagai kebudayaan belaka. Banyak di antara mereka yang menghabiskan banyak waktu untuk berusaha membangun teori yang bertalian secara logis tentang kenapa terdapat pola-pola budaya yang berbeda-beda. Karena itu, upaya antropolog budaya bersifat menjelaskan dan juga deskriptif.

Antropologi fisik pada dasarnya memusatkan diri kepada upaya memahami perjalanan evolusi biologis manusia dengan memanfaatkan catatan tentang sisa-sisa kehidupan manusia purbakala yang sudah memfosil. Antropologi Linguistik mengkaji sifat dan formasi berbagai bahasa manusia dan hubungan antara berbagai bahasa dan pola kehidupan sosial ini. Arkeologi adalah cabang antropologi yang memusatkan diri kepada peninggalan manusia kuno. Dengan mengkaji peninggalan manusia terdahulu, arkeolog ingin mempelajari berbagai pola kehidupan sosial mereka dan juga berbagai perubahan sosial penting yang terjadi di masa lalu. Sub-sub bidang antropologi ini mempunyai hubungan yang dekat satu dengan lainnya, dan praktisi dari salah satu sub-bidang ini seringkali memanfaatkan temuan-temuan dari salah satu atau lebih sub-bidang yang lain.

Sejarah adalah bidang kajian yang sangat luas dan beragam dan berke-pentingan mendeskripsikan serta menjelaskan apa yang telah terjadi di masa lalu, dan banyak sejarawan mengkaji berbagai aspek karakteristik kehidupan sosial masyarakat di masa lalu.

Banyak temuan dan teori sejarah dan antropologi (terutama antropologi budaya dan arkeologi) yang menjadi bagian penting buku ini. Berbagai temuan dan teori ini dihubungkan dengan berbagai temuan dan teori yang dihasilkan para sosiolog tentang sifat masyarakat industrial kontemporer. Hasilnya adalah sosiologi makro yang didasarkan atas kajian komparatif dan historis yang sangat luas. Hanya melalui pendekatan yang luas inilah, sifat dan rangkaian sebab-akibat dalam kehidupan sosial manusia dapat dimengerti secara tepat. Inilah sebenamya tujuan utama penelitian sosiologis.

Incoming search terms:

  • Sosiologi makro mengarahkan perhatian pada

Filed under : Bikers Pintar,

Incoming search terms:

  • Sosiologi makro mengarahkan perhatian pada