sociology of sport (sosiologi olahraga)

Karena olahraga merupakan komponen sentral dalam budaya populer maka olahraga menjadi target yang cocok untuk analisis sosiologi. Di antara beragam definisi olahraga yang terperinci, ada dua elemen umum yang utama. Pertama, olahraga memerlukan aktivitas fisik dalam bentuk keahlian, keberanian atau pengerahan tenaga, dan berdasarkan penjelasan ini permainan papan seperti catur biasanya tidak dimasukkan. Kedua, olahraga melibatkan persaingan berdasarkan seperangkat aturan resmi. Dengan kata lain olahraga adalah aktivitas fisik yang dilembagakan.

Studi ilmiah sosial mengenai olahraga berkembang dengan lamban. Hal ini sebagian besar merefleksikan bias budaya yang lebih mendukung intelektual ketimbang aktivitas fisik. Seiring dengan pesatnya perkembangan sosiologi akademik di tahun 1960-an, dan berkembangnya liputan olahraga di televisi, sosiologi olahraga mulai berkembang sebagai spesialisme yang diakui.

Sampai tahun 1970-an karya di dalam sosiologi olahraga dibagi menjadi dua paradigma utama atau dua mazhab pemikiran sosiologis. Sebagian besar textbook awal bersifat fungsionalis dalam kerangka teorinya (misalnya Loy dan Kenyon 1969) dan mengadopsi pandangan positif yakni olahraga bermanfaat bagi masyarakat. Olahraga dipandang fungsional untuk sistem sosial karena olahraga mendorong integrasi sosial, mensosialisasikan individu agar mematuhi aturan, dan memfasilitasi pelepasan ketegangan dan menyalurkan sifat agresif.

Sebaliknya, teori konflik, (yang berasal dari pemikiran Marxis tradisional) menegaskan konsekuensi negatif dari olahraga. Olahraga dianggap sebagai candu, yang membuat orang lari dari persoalan sehari-hari. Individu-individu yang gemar olahraga kecil kemungkinannya untuk mempersoalkan struktur ekonomi politik yang ada dan karena itu kesenjangan yang melekat di dalam masyarakat kapitalis tetap bertahan. Lebih jauh lagi dikatakan bahwa organisasi olahraga menanamkan disiplin kerja, mendorong agresi individualisme dan persaingan yang kejam, yang merupakan ciri-ciri yang dianggap menguntungkan bagi keberhasilan ekonomi kapitalis (Brohm 1978).

Mulai era 1970-an banyak sosiolog menjadi kurang tertarik dengan pencarian teori universal dan menyusun pendekatan teoretis yang lebih flek-sibel. yang menghasilkan badan riset baru di dalam sosiologi olahraga. Kaum interaksinonis simbolis berpendapat bahwa olahraga bukan hanya refleksi dari masyarakat tetapi secara sosial dibangun melalui pilihan dan interaksi individu. Mereka menggunakan makna pelaku atau definisi situasi sebagai titik tolak analisisnya. Sebuah contoh dari upaya jenis ini adalah usaha mempelajari makna dan identitas yang terlibat di dalam proses menjadi atlet (Stevenson 1990).

Berbagai aliran, mulai dari neo-Marxisme, feminisme, dan studi kultural memberi sumbangan kepada aplikasi teori kritis untuk sosiologi olahraga. Sebuah tema utama menegaskan bahwa bentuk dominan dari olahraga dalam masyarakat tertentu dibentuk secara sosial, dan olahraga memainkan peran dalam mereproduksi relasi kultural dan sosial dominan di dalam masyarakat yang lebih luas (Hargreaves 1986). Teori kritis menekankan arti penting dari analisis dasar di dalam konteks historis dan kultural tertentu. Sebagian besar dari penelitian ini menanyakan mengapa olahraga mengambil bentuk-bentuk tertentu dan diorganisasikan dengan cara yang berbeda-beda di dalam lokasi dan waktu yang berbeda pula. Juga harus disebutkan di sini tentang usaha untuk menganalisa olahraga dalam hubungannya dengan “teori figurasional”: yang berasal dari karya Elias tentang proses menuju peradaban (Dunning dan Rojek 1992).

Dari sudut pandang topik penelitian yang lebih spesifik di dalam sosiologi olahraga, isu-isu stratifikasi telah diterangkan secara jelas. Perbedaan sosial dan kesenjangan sosial di dalam partisipasi olahraga telah dianalisa dengan merujuk pada kelas sosial, ras dan kesukuan (etnis) (Jarvie 1991), serta gender. Yang lainnya telah meneliti hubungan antara olahraga dengan politik, ekonomi, pendidikan, media dan agama (Hoffman 1992). Kontribusi yang berharga untuk studi olahraga telah dibuat oleh ahli sejarah (misalnya Mason 1980) dan ahli geografi (misalnya Bale 1989). Sebuah sub-disiplin yang penting tentang sosiologi sepak-bola telah dikembangkan khususnya di Eropa, yang pada awalnya menitikberatkan pada holiganisme sepakbola (misalnya Dunning et al 1988) dan sejak 1990-an disiplin studi ini telah meliputi berbagai aspek yang lebih luas (Duke 1991).

Incoming search terms:

  • pengertian sosiologi olahraga
  • Sosiologi olahraga
  • pengertian sosiologi olahraga menurut para ahli
  • pengertian sport sociology
  • definisi sosiologi olahraga menurut para ahli
  • definisi sosiologi olahraga
  • sosiologi olahraga menurut para ahli
  • sosiologi olahraga adalah
  • pengertian sport sosiologi
  • Arti sport sociology

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian sosiologi olahraga
  • Sosiologi olahraga
  • pengertian sosiologi olahraga menurut para ahli
  • pengertian sport sociology
  • definisi sosiologi olahraga menurut para ahli
  • definisi sosiologi olahraga
  • sosiologi olahraga menurut para ahli
  • sosiologi olahraga adalah
  • pengertian sport sosiologi
  • Arti sport sociology