Advertisement

Suatu suku mikroorganisme yang berbentuk spiral dan bergerak aktif. Suku ini terdiri atas lima marga, yaitu Spirochaeta, Cristispira. Treponema, Barrel ia, dan Leptospira. Tiga marga yang terakhir adalah yang terpenting, karena dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit pada manusia. Spirochaeta bersifat anaerob atau anaerob fakultatif, hidup bebas dalam air kotor atau air tawar yang mengandung H2S. Cristispira hidup komensal dalam saluran pencernaan rayap atau keong.

Treponema pallidum merupakan penyebab penyakit sifilis yang terutama ditularkan melalui hubungan kelamin. Jika penyakit ini mengenai ibu yang sedang hamil, bayi yang dikandungnya dapat mengalami cacat bawaan. T. pertenue adalah penyebab penyakit patek atau frambusia, yang terutama menyerang anak di bawah umur 12 tahun dan ditularkan melalui kontak langsung. Dalam usaha pemberantasan penyakit frambusia secara serentak di seluruh dunia pada sekitar tahun 1950-an, sistem TCPS (Trepo- nematosis Control Programme Simplified) yang dirancang oleh Dr. Kodiat, dari Indonesia, menjadi sangat terkenal dan diakui keefektifannya oleh dunia internasional. T. carateum merupakan penyebab penyakit pinta, yaitu penyakit kulit dengan gangguan pigmentasi yang banyak dijumpai di Meksiko, Amerika Tengah, Filipina, dan beberapa tempat di Pasifik. Pinta terutama menyerang anak usia 10- 15 tahun. Penularannya lewat kontak langsung atau tidak langsung melalui gigitan lalat Musca /appelates. Obat pilihan untuk kuman-kuman tersebut adalah penisilin.

Advertisement

Borrelia adalah penyebab demam kambuhan {re-lapsing fever), yang ditandai oleh demam yang hilang timbul. Penyakit kambuh karena kuman ini dalam satu kali infeksi langsung mengalami beberapa kali mutasi dengan sendirinya, sehingga daya tahan badan atau imunitas yang terbentuk tidak efektif terhadap kuman mutan yang terbentuk. Akibatnya terjadi demam kambuhan sampai 2-3 kali. Kuman ini ditularkan melalui gigitan kutu manusia atau hewan. Infeksi oleh kuman ini diobati dengan tetrasiklin, kloramfe- nikol, atau penisilin.

Leptospira merupakan kuman penyebab penyakit asal hewan atau zoonosis. Penyakit yang disebabkannya disebut leptospirosis, dengan gejala demam, pembengkakan hati, perubahan warna selaput lendir mata dan kulit menjadi kuning beberapa hari setelah berenang. Hal ini terjadi karena kuman ditularkan terutama melalui urine hewan mengerat yang mencemari air kolam renang. Selain menyerang hati, kuman ini juga dapat merusak ginjal. Infeksi oleh kuman ini dapat diobati dengan penisilin, tetrasiklin, atau streptomisin.

Advertisement