Advertisement

Berperawakan semak atau pohon kecil yang tingginya mencapai 10 meter dan diameternya 8 — 10 sentimeter. Tumbuhan yang aslinya dari Asia Tenggara ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, karena bunganya sangat harum, terutama pada malam hari. Rantingnya berbentuk segi empat serta berbulu pendek. Daunnya membundar telur, lonjong, atau melanset. Permukaan bawah daunnya berbulu seperti sikat pendek dan tipis. Bunganya dapat dijumpai sepanjang tahun. Daun kelopaknya berbulu pendek tetapi tebal; tabung mahkota bunganya kuning atau jingga terang; sedangkan bagian mahkota bunga lainnya putih bersih. Buahnya pipih dengan ujung cabik serta berwarna cokelat tua.

Tumbuhan ini sering dijumpai di daerah berketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Bunganya digunakan sebagai obat pelancar datang bulan. Air rebusan daun dan bunganya, yang segar maupun yang sudah dikeringkan, digunakan untuk obat demam pada wanita sesudah melahirkan. Rasa pahit pada daunnya disebabkan adanya asam tanin dan metil salisilat yang juga merupakan unsur aktif untuk obat encok. Tabung daun mahkotanya digunakan untuk mewarnai makanan.

Advertisement

Klasifikasi Ilmiah. Srigading termasuk suku Oleaceae (melati-melatian); nama ilmiahnya Nyctanthes arbortristis.

Advertisement