Advertisement

Adalah keadaan ekonomi dengan tingkat inflasi yang tinggi disertai tingkat pengangguran yang sangat tinggi pula. Masyarakat mengalami kelesuan ekonomi, sedangkan harga terus meningkat.

Stagflasi merupakan suatu kombinasi keadaan ekonomi yang baru mulai terjadi pada tahun 1974. Sebelum itu, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran selalu mempunyai hubungan yang terbalik. Artinya, jika inflasi tinggi, tingkat pengangguran rendah, demikian pula sebaliknya, jika tingkat inflasi rendah, tingkat pengangguran tinggi. Keadaan ini hanya mungkin apabila inflasi yang terjadi adalah inflasi tarikan permintaan, yaitu inflasi yang timbul karena adanya kenaikan permintaan masyarakat. Inflasi semacam ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi; sedangkan inflasi yang terjadi sesudah tahun 1974 adalah inflasi dorongan biaya, yaitu inflasi yang disebabkan oleh naiknya biaya produksi. (Lihat INFLASI).

Advertisement

Banyak faktor dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya produksi, antara lain: (1) makin kuatnya serikat buruh. Dengan makin kuatnya serikat buruh, tuntutan kenaikan upah dalam rangka kenaikan harga yang diperhitungkan oleh mereka pun menjadi semakin kuat. Hal ini mengakibatkan tingkat upah terus-menerus meningkat; (2) devaluasi mata uang dalam negeri. Devaluasi mata uang dalam negeri mengakibatkan harga barang-barang impor yang diperlukan untuk produksi meningkat; (3) kegagalan panen dunia. Kegagalan panen dunia mengakibatkan mening-katnya harga hasil pertanian; (4) kenaikan harga mi nyak bumi sejak tahun 1973. Negara-negara penghasil minyak, khususnya yang tergabung dalam OP£q beberapa kali menaikkan harga minyak, dengan tingkat kenaikan sangat tinggi, yaitu dari 3 dolar AS’ menjadi lebih dari 30 dolar AS per barel. S. mua inj mengakibatkan biaya produksi sangat meningkat harga-harga pada umumnya meningkat, tingkat infla’ si meningkat. Daya beli masyarakat merosot dan hal ini mengakibatkan menurunnya pengeluaran, baik un- tuk barang-barang kebutuhan pokok maupun barang mewah. Karena permintaan menurun, banyak per. usahaan mengurangi produksi serta pekerjanya Pengangguran meningkat, dan pengeluaran masyarakat pun makin menurun. Bahkan karena biaya produksi sangat tinggi, banyak perusahaan terpaksa gulung tikar. Hal ini menyebabkan bertambah banyaknya pengangguran serta menurunnya permintaan. Dengan demikian terlihat bahwa “inflasi dorongan biaya”, tidak seperti “inflasi tarikan permintaan”, justru mengakibatkan kelesuan ekonomi atau stagnasi.

Banyak ahli berpendapat bahwa resesi ekonomi yang terjadi sejak tahun 1974 sebagian besar ditimbulkan oleh kenaikan harga minyak. Resesi ini juga sangat dirasakan oleh negara-negara yang sedang berkembang, termasuk negara-negara pengekspor minyak, terutama karena adanya kenaikan harga barang- barang industri yang mereka impor dari negara-negara maju. Pertumbuhan ekonomi yang lambat di negara-negara maju menyebabkan ekspor negara-negara berkembang, yang terutama terdiri atas ekspor bahan mentah, juga mengalami pertumbuhan yang sangat lambat. Hal ini mengakibatkan neraca pembayaran memburuk dan selanjutnya akan menurunkan nilai mata uang negara yang bersangkutan. Penurunan nilai mata uang ini menyebabkan tekanan in H si yang lebih berat lagi.

Makin eratnya hubungan perdagangan internasional akhirnya mengakibatkan kemungkinan bahwa stagnasi yang terjadi di suatu negara dengan mudah “diekspor” ke negara lain.

Incoming search terms:

  • stagflasi disebabkan oleh
  • stagfalasi
  • jelaskan inflasi yg tinggi fapat menyebabkan stagflasi
  • mengapa inflasi dapat menyebabkan stagflasi
  • mengapa inflasi yang tinggi dapat memyebabkan stagflasi
  • pengangguran karena stagflasi
  • yang mengakibatkan stagflasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • stagflasi disebabkan oleh
  • stagfalasi
  • jelaskan inflasi yg tinggi fapat menyebabkan stagflasi
  • mengapa inflasi dapat menyebabkan stagflasi
  • mengapa inflasi yang tinggi dapat memyebabkan stagflasi
  • pengangguran karena stagflasi
  • yang mengakibatkan stagflasi