Advertisement

Disingkat SII, adalah standar mutu produk hasil industri Indonesia yang diterapkan atas dasar Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 210 tahun 1979 tentang Penetapan Kembali Standardisasi Industri, dan Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 130 tahun 1980 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tanda-tanda SII.

SII disusun oleh Pusat Standardisasi Industri di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen Perindustrian, dan ditetapkan atas dasar konsensus nasional dalam Rapat Konsensus Nasional. Rapat Konsensus Nasional biasanya diadakan dua kali dalam setahun, dan dihadiri oleh wakil-wakil dari kalangan produsen, konsumen, ilmuwan, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah terkait.

Advertisement

Dipandang dari segi penerapannya, ada dua jenis SII, yakni SII wajib dan SII sukarela. SII wajib adalah standar mutu produk yang wajib diikuti oleh produsen untuk beberapa jenis produk tertentu yang menyangkut keamanan dan keselamatan orang banyak, misalnya semen, besi beton, kabel, lampu, pelat baja, kaca lembaran, dan sebagainya. Sedangkan SII sukarela adalah standar mutu produk yang dianjurkan, namun tidak diwajibkan kepada produsen. SII sukarela meliputi berbagai macam produk makanan, minuman, tekstil- dan sebagainya.

penyusunan dan penerapan SII sudah dilakukan sejak Pelita I. Selama periode Pelita I disusun 22 buah SII. Pada akhir Pelita II jumlahnya meningkat menjadi 300 buah SII, dan pada akhir Pelita III tercatat j 073 SII siap untuk digunakan. Pada akhir Pelita IV diperkirakan lebih dari 2.000 buah standar telah disetujui secara konsensus. Target kebutuhan SII untuk seluruh jenis produk yang dihasilkan di Indonesia berjumlah 8.000 standar.

Manfaat Penerapan SII. Penerapan SII bagi produk industri Indonesia, meskipun memerlukan tambahan biaya, mendatangkan banyak manfaat, baik bagi produsen, konsumen, maupun pemerintah. Beberapa manfaat nyata, seperti diuraikan oleh Drs. T. Syahrul dalam artikelnya “Manfaat dan Tantangan dalam Penerapan Standar Industri (Suara Karya, 19 Agustus 1982) adalah sebagai berikut:

Manfaat SII bagi produsen:

  • perencanaan dan pengembangan produk lebih mudah, terarah, dan efektif;
  • karena bahan baku juga standar, proses produksi

lebih efisien;

  • pengawasan mutu lebih mudah;
  • mutu produk lebih terjamin dan terpercaya, sehingga lebih mudah memasarkannya di dalam dan ke luar negeri.

Manfaat SII bagi konsumen:

  • konsumen tahu dengan pasti mutu produk yang dibelinya;
  • mempermudah konsumen memilih produk yang di- bu’uhkan sesuai dengan mutu yang diinginkan, dan daya belinya;
  • keamanan dan keselamatan pemakaian produk lebih terjamin.

Manfaat SII bagi pemerintah:

  • mempermudah pengawasan atas produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai jenis industri, sehingga perlindungan terhadap masyarakat lebih terjamin;
  • usaha pembinaan industri ke kondisi usaha yang lebih sehat mudah dilaksanakan, karena dengan penerapan standar, efisiensi produksi meningkat, dan lebih memungkinkan perkembangan usaha;
  • mendorong peningkatan ekspor hasil industri.

Incoming search terms:

  • standar industri indonesia
  • pengertian SII
  • standar industri
  • sii adalah
  • standardisasi industri
  • pengertian standarisasi industri
  • apa standarisasi industri indonesia
  • pengertian standar industri
  • standar sii
  • pengertian standar mutu produk

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • standar industri indonesia
  • pengertian SII
  • standar industri
  • sii adalah
  • standardisasi industri
  • pengertian standarisasi industri
  • apa standarisasi industri indonesia
  • pengertian standar industri
  • standar sii
  • pengertian standar mutu produk