Advertisement

Satelit buatan berawak yang dirancang untuk berputar pada orbit tetap, dan digunakan sebagai stasiun pengamatan c n eksperimen ilmiah, serta pengisian bahan bakar bagi pesawat ruang angkasa, atau untuk meluncurkan satelit maupun peluru kendali.

Salyut. Percobaan untuk menempatkan stasiun angkasa luar dilakukan oleh Uni Soviet dengan me-luncurkan Salyut 1 pada tanggal 19 April 1971. Sta-siun angkasa luar yang berukuran panjang 7,6 meter dan berbobot 18 ton ini pada tanggal 23 April 1971 bergabung dengan Soyuz 10 (salah satu pesawat angkasa luar Uni Soviet) yang berawak tiga orang, yaitu Vladlir Shatalov, Alexei Yeliseyev dan Nikolai Ru- kavishnikov, namun tiga awak Soyuz 10 ini tidak memasuki Salyut 1.

Advertisement

Soyuz 11, yang berawak tiga orang, yaitu Victor patsayev, Vladislav Volkov dan Georgi Dobrovolsky, diluncurkan pada tanggal 6 Juni 1971 dan digabungkan dengan Salyut L Kedua antariksawan pertama Soyuz 11 memasuki Salyut untuk melakukan eksperimen-eksperimen ilmiah sementara Dobrovolsky tetap tinggal di dalam Soyuz 1 1. Tanggal 29 Juni 1971 ketig: nya kembali ke bumi tetapi kemudian terjadi kecelakaan akibat hilangnya tekanan pada ruang awak pesawat sehingga ketiga antariksawan tewas pada saat pesawat mendarat. Stasiun angkasa luar Salyut 1 jatuh dari orbitnya pada bulan Oktober 1971.

Salyut 2 berbobot 17,5 ton diluncurkan ke orbit berketinggian 240 kilometer pada tanggal 3 April 1973 tetapi tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan. Berturut-turut kemudian Salyut 3, yang merupakan versi militer stasiun ruang angkasa Salyut, diluncurkan 25 Juni 1974 dan Salyut 4 diluncurkan tanggal 26 Desember 1974. Pada tahun 1975, antarik- sawasi Pyotr Klimuk dan Vitali Sevastianov tinggal selama 63 hari di antariksa dalam Salyut 4. Salyut 5 diluncurkan tanggal 22 Juni 1976. Dalam tahun 1977- 1978 antariksawan Yuri Romanenko dan Georgi Grechko mengantariksa selama 96 hari di Salyut 6 yang juga merupakan stasiun ruang angkasa versi militer. Tahun 1978 antariksawan Vladimir Kovale- nok dan Aleksander Ivanchenkov tinggal di antariksa dalam Salyut 6 selama 139 hari.

Tanggal 19 Agustus 1979 Vladimir Lyakhov dan Valery Ryumin mencatat rekor ketahanan di ruang angkasa dalam Salyut 6 selama 175 hari. Rekor ini dipatahkan oleh Ryumin dan Leonid Popov yang di-luncurkan dengan Soyuz 35 dan kemudian digabungkan dengan Salyut 6 oleh awak pesawat Soyuz 36. Ryumin dan Leonid Popov tinggal di angkasa luar selama 185 hari sejak tanggal 9 April sampai 1 1 Oktober 1980. Menyusul misi Salyut sebelumnya, Salyut 7 diluncurkan tanggal 19 April 1982 dan di dalam Salyut 7 inilah rekor ketahanan di ruang angkasa dipecahkan oleh antariksawan Soviet dengan tinggal di ruang angkasa selama 237 hari dari 8 Februari 1984 sampai 2 Oktober 1985.

Mir, stasiun ruang angkasa Uni Soviet setelah seri Salyut, diluncurkan ke orbit pada tanggai 20 Februari 1986. Sejak itu dua rekor ketahanan di ruang angkasa dipecahkan. Tanggal 29 Desember 1987 Yuri Romanenko memecahkan rekor bertahan seorang diri di ruang angkasa selama 326,5 hari. Pada tanggal 21 Desember 1989 Vladimir Titov dan Musa Manarov kembali ke bumi setelah bertahan 366 hari di stasiun ruang angkasa Mir tersebut.

Skylab, stasiun ruang angkasa pertama Amerika Serikat, diluncurkan ke angkasa tanggal 14 Mei 1973. Skylab ini berukuran panjang 36 meter, berat 75 ton, dan mengorbit pada ketinggian 435 kilometer. Meskipun tiga kali misi Skylab dianggap berhasil, ada beberapa problem yang dihadapi. Problem pertama terjadi beberapa saat setelah Skylab diluncurkan berupa kerusakan pada selubung mikrometeorit yang berfungsi melindungi Skylab dari partikel-partikel kecil di angkasa. Kerusakan ini menyebabkan tidak berfungsinya larik utama sel surya yang merupakan penghasil daya listrik untuk seluruh bagian Skylab. Lebih celaka lagi hal ini menyebabkan hilangnya penyekat panas sehingga suhu di dalam Skylab mencapai 88°C.

Awak pesawat yang terdiri atas Charles Conrad Jr, Joseph P. Kerwin dan Paul J. Weitz diluncurkan pada tanggal 25 Mei 1973 dengan pesawat Apollo yang akan digabungkan dengan Skylab. Setelah melalui beberapa kali percobaan, penggabungan ini berhasil, dan kemudian awak yang dikirimkan menyelubung- kan pelindung yang terbuat dari plastik milar pada laboratorium angkasa itu untuk menggantikan fungsi selubung meteorit yang mengalami kerusakan. Hasilnya, suhu di dalam Skylab turun menjadi 21°C dan untuk pertama kalinya para antariksawan dapat tidur di dalam laboratorium pada tanggal 29 Mei. Selama misi 28 hari, para antariksawan melakukan berbagai pengamatan terhadap matahari dan beberapa percobaan lain.

Tanggal 28 Juli 1973, rombongan awak kedua yang terdiri atas Alan L. Bean, Jack R. Lousma dan Owen K. Garriot, dikirim ke Skylab dengan Apollo dan segera menghadapi problem baru. Salah satu dari pendorong yang diperlukan untuk mengirim awak pesawat kembali ke bumi rusak. Kesulitan ini dapat diatasi dan misi bisa dilanjutkan. Ketiga antariksawan menyelesaikan eksperimen mengenai pengaruh kondisi tanpa bobot dalam industri serta beberapa penelitian astronomi dan geofisika dalam misi selama 59 hari.

Selama di angkasa mereka juga berhasil mengisikan film pada kamera teleskop yang sekaligus juga memecahkan rekor berjalan di angkasa selama 6 jam 31 menit. Mereka kembali ke bumi tanggal 25 Septem ber 1973.

Kelompok awak pesawat ketiga yang terdiri atas Gerald Carr, Edward Gibson dan William Pogue diluncurkan dengan Apollo pada tanggal 16 November 1973. Mereka menghadapi masalah berupa kesalahan pada salah satu giroskop pengarah. Meskipun demi. kian program-program yang direncanakan, termasuk di antaranya pengamatan terhadap komet Kohoutek diselesaikan selama misi 84 hari. Tanggal 11 juj- 1979 Skylab memasuki atmosfer bumi dan hancur di atas Samudera Hindia pada bulan Juli 1979, setelah menyelesaikan 34.981 kali orbit.

Advertisement