Advertisement

Proses menghasilkan dan mengamati dua gambar yang hampir sama sedemikian sehingga seorang mendapat kesan melihat benda tiga dimensi. Ada beberapa cara stereoskopi, namun semuanya menggunakan peranti yang disebut stereoskop, yang kurang lebih meniru persepsi kedalaman penglihatan lewat teropong dua okuler.

Kedua mata mengirim pandangan yang agak berbeda akan benda itu kepada otak, dan otak mengolahnya sehingga mendapatkan kesan tiga dimensi. Tiga abad sebelum Masehi Euclides telah menyatakan bahwa mata kiri dan mata kanan menginderai suatu benda secara agak berbeda. Kesimpulan yang sama diperoleh pula oleh Ptolemeus (tahun 150-an), Leonardo da Vinci sekitar tahun 1500 dan oleh pengamat lain.

Advertisement

Ada tiga macam stereoskop dengan asas yang berbeda. Pertama berdasarkan optika geometri, kedua berdasarkan optika warna, dan ketiga berdasarkan optika polarisasi. Charles Wheatstone membuat sepasang gambar dari sejumlah benda yang berpadanan dengan apa yang terlihat oleh mata kiri dan apa yang terlihat oleh mata kanan. Kemudian ia menata sistem cermin dan prisma agar mata kiri hanya melihat gambar yang satu dan mata kanan hanya melihat gambar yang lain. Dengan cara ini ia memperagakan asas pengamatan stereoskopis. Setebh dikenal fotografi, gambar-gambar itu tidak lagi dilukis melainkan dibuat dengan potret sehingga diperoleh hasil yang lebih realistis. Ini dilakukan misalnya oleh William Henry Fox Talbot dari Inggris dan J.M. Daguerre dari Perancis (1839). Pada tahun 1844 Sir David Brewster menggunakan lensa prisma dengan memotong lensa bikonveks. Ia memperoleh stereoskop yang lebih sederhana dan lebih ringkas serta sanggup membesarkan gambar. Model yang lebih sederhana lagi menggunakan sepasang lensa bikonveks.

Stereoskop dengan asas yang lain membuat gambar yang satu berwarna merah dan yang lain berwarna biru. Kedua gambar diimpitkan pada satu layar. Untuk melihatnya orang menggunakan kacamata filter biru pada mata yang satu dan filter merah pada mata yang lain, sehingga masing-masing hanya dapat melihat satu gambar. Otak pengamat akan mengolah isyarat kedua mata dan memperoleh persepsi stereoskopis. Cacat stereoskop jenis ini adalah bahwa orang tidak dapat melihat warna alamiah, dan gambar tidak dapat cemerlang serta kurang kontras.

Stereoskop polarisasi mirip dengan stereoskop vvarna, hanya sebagai ganti perbedaan wama, di sini digunakan dua cahaya terpolarisasi yang berbeda (90°) bidang polarisasinya. Dan sebagai ganti kacamata erah biru digunakan dua filter polarisasi.

Fotografi stereoskopis menggunakan kamera dan stereoskop yang serupa. Teknik ini diterapkan juga untuk objek yang jauh seperti bangunan, gunung, dan bahkan komet serta permukaan bulan.

Incoming search terms:

  • ujian stereoskopis
  • stereoskopis
  • tes stereoskopis
  • pengertian tes stereoskopis
  • pengertian stereoskopis
  • ujian stereoskopis adalah
  • stereoskopis adalah
  • Apa itu ujian stereoskopis
  • tes stereoskopis mata
  • arti stereoskopis

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ujian stereoskopis
  • stereoskopis
  • tes stereoskopis
  • pengertian tes stereoskopis
  • pengertian stereoskopis
  • ujian stereoskopis adalah
  • stereoskopis adalah
  • Apa itu ujian stereoskopis
  • tes stereoskopis mata
  • arti stereoskopis