Advertisement

(1) secara umum adalah pokok-pokok pelaksanaan tindakan-tindakan militer yang merupakan wujud dari politik nasional suatu negara dalam usaha mencapai tujuan nasionalnya.

(2) Menurut King, dalam Lexicon of Military Terms, 1960 yang dikutip dari buku Edward N. Lutt- wak, Strategy, The Logic of War and Peace, strategi militer adalah serangkaian prinsip dalam disiplin ilmu pengetahuan militer dan seni dalam penerapannya, atau sebuah rencana perang/pertempuran yang mengatur dan mengendalikan pengembangan, proses memperlengkapinya dengan persenjataan yang relevan dengan kebutuhan misinya, dan kemudian peng-gunaan kekuatan militer suatu negara-atau koalisi negara-negara – sampai tercapai sasaran akhirnya.

Advertisement

(3) Dalam batasan pengertian yang lebih lengkap, strategi militer adalah penerapan prinsip-prinsip perang dari ilmu pengetahuan militer dengan seni penerapannya, dalam mengembangkan dan meng-gunakan kekuatan-kekuatan politis, ekonomis, psikologis dan militer untuk mendukung suatu kebijakan nasional, dengan maksud meningkatkan kondisi maupun kekuatan militer yang menguntungkan dan memperbesar kemenangan akhir, dan di lain pihak mengurangi atau bahkan meniadakan kemungkinan kalah.

(4) Rumusan resmi makna strategi militer dalam angkatan bersenjata maupun pemerintahan negara Rusia – sebagaimana dirumuskan tim yang diketuai oleh Jenderal Besar V.D. Sokolovsky dalam tahun 1962, dan tidak mengalami perubahan bermakna hingga kini – adalah serangkaian sistem ilmu penge-tahuan yang berurusan dengan dalil-dalil peperangan sebagai suatu konflik bersenjata, dalam lingkup batasan kepentingan kelas-kelas sosial.

Strategi Akbar. Dalam terminologi strategi tersebut, terdapat peristilahan Strategi Akbar atau Grand Strategy yang di Soviet khususnya, mencakup strategi militer dan politik luar negeri sekaligus. Dua hal itu amat erat menyangkut keberhasilan suatu negara yang sedang berperang. Paradigma pemahaman dasar strategi militer Rusia itu dalam rumusan batasannya tidaklah berubah hingga kini, walaupun dalam tahun 1989 telah dilakukan sejumlah perubahan penjabaran, baik dalam dasar-dasar wawasannya maupun dalam pelaksanaannya.

Jenderal Karl von Clausewitz dari Prusia, salah seorang pengkaji strategi nasional dan strategi militer, dalam karyanya V om Kriege, tampaknya tidak berminat untuk merumuskan satu definisi pun bagi terminologi militer ini. Secara garis besar ia memberi gambaran tentang perbedaan konseptual antara strategi dan taktik; (1) taktik menyangkut cara menggunakan kekuatan-kekuatan bersenjata dalam suatu pertem- nuran, sedangkan (2) strategi menyangkut cara mengenakan pertempuran-pertempuran bagi upaya mencapai mjuan-tujuan perang.

Dalam kurun waktu yang lebih mutakhir, Jenderal Besar Earl Wavell – salah seorang panglima Inggris terkemuka di mandala Timur Tengah dalam Perang Dunia II – menegaskan perbedaan antara strategi dan taktik. Taktik adalah seni mengendalikan pasukan di medan pertempuran, sedangkan strategi adalah seni menggelar kekuatan perang pada posisi-posisi yang menguntungkan di medan-medan pertempuran. Jadi pada dasarnya, strategi militer adalah gelar pelaksanaan perang (makro), sedangkan taktik militer adalah gelar pelaksanaan strategi itu di medan pertempuran (mikro). Pembedaan strategi dengan taktik nyaris le-nyap bilamana kekuatan militer yang terlibat kecil dan medan pertempurannya sempit.

Dengan demikian, strategi militer, secara umum dapat pula diartikan sebagai pengerahan menyeluruh kekuatan militer agar mampu mengendalikan situasi dan kondisi peperangan dan daerah/kawasan perang guna mencapai tujuan-tujuan nasional, yang terpaksa ditempuh dengan perang.

 

Incoming search terms:

  • pengertian strategi militer
  • pengertian strategi di militer
  • pengertian strategi militer dalam bisnis
  • apa itu strategi militer

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian strategi militer
  • pengertian strategi di militer
  • pengertian strategi militer dalam bisnis
  • apa itu strategi militer