PENGERTIAN STRATIFIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDUSTRI: SUATU PENILAIAN PERBANDINGAN

30 views

PENGERTIAN STRATIFIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDUSTRI: SUATU PENILAIAN PERBANDINGAN – Masyarakat negara kapitalis dan sosialis negara mempunyai kesamaan dan perbedaan dalam sistem stratifikasinya (Rossides, 1990:456-457). Kesamaan utama adalah keduanyamemiliki pemb agian kerja yang seb anding dan karena itu memiliki pengelompokan kerja yang sama. Dalam kedua jenis masyarakat tersebut orang melakukan jenis pekerjaan yang hampir sama, dan imbalan yang diberikan kedua sistem ekonomi tersebut sangat erat kaitannya dengan posisi seseorang dalam sistem produksi. Disamping itu, sistem keduanya inenekankan prestasi individu, dan memiliki angka mobilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat agraris pada masa lampau. Kesamaan lainnya adalah kelas-kelas istimewa berhasil mentransfer keuntungan-keuntungan kepada keturunannya, dengan cara memberikan hak-hak istimewa atau-pun memberi kesempatan yang lebih luas kepada para kerabatnya. Perbedaan penting sistem stratifikasinya terutama terletak pada ketidaksamaan pendapatan. Pendapatan masyarakat sosialis lebih rendah daripada masyarakat kapitalis. David Lane (1971; mengutip Lenski, 1966) mengungkapkan, di Uni Soviet pendapatan maksimum hanya mencapai 300 kali pendapatan minimum dan 100 kali pendapatan rata-rata. Tetapi di Amerika Serikat pendapatan maksimum mencapai 11.000 kali pendapatan minimum dan 7.000 kali pendapatan rata-rata. Jadi negara sosialis telah menciptakan pemerataan ekonomi lebih nyata daripada negara kapitalis barat.

Perbedaan kedua, adalah pegawai kantoran rendahan di masyarakat sosialis tidak memiliki kedudukan yang sama seperti dalam masyarakat kapitalis. Pekerja seperti itu dalam masyarakat kapitalis melebihi prestise dan hak istimewa semua kelompok pekerja kasar manual. Tetapi dalam dunia sosialisme, prestise dan hak istimewa mereka di bawah pekerja terampil manual (walaupun di atas pekerja tidak terampil). Pada pertengahan 1960-an pekerja kantoran rendahan mendapat pendapatan rata-rata 85-95% dari gabungan semua pendapatan kelas pekerja manual (Parkin, 1971). Hal ini tampaknya disebabkan oleh naiknya nilai tenaga kerja manual, karena ideologi marxisme yang beranggapan pekerja manual atau buruh mempunyai “harga diri” khusus. Perbedaan ketiga antara kapitalisme dan sosialisme menyangkut sifat dan komposisi kelas yang terj adi. Dalam masyarakat kapitalisme, kelas dominan adalah elit yang sangat kaya dimana hak-hak istimewanya disebabkan oleh pemilikan kekayaan pribadi. Kelas ini merekrut sendiri anggotanya dan mengekalkan diri (self-perpetuating). Sebaliknya, kelas dominan pada masyarakat sosialis tidak mendapatkan hak istimewanya melalui pemilikan kekayaan pribadi, tetapi karena posisinya dalam hirarkhi wewenang politik. Karena ia tidak menguasai kepemilikan kekayaan pribadi, maka kelas dominan dalam masyarakat sosialis jarang dapat mentransfer hak-hak istimewanya untuk keturunannya. Sehingga ia lebih “terbuka” dan kurang kokoh dibandingkan dengan pada kelas elit dalam masyarakat kapitalis. Walaupun ia mempunyai kekuasnan yang besar terhadap massa dan memerintah secara totaliter, ia tidak sama dengan kelas penguasa yang terdiri dari para elit kapitalis. Perbedaan lainnya antara dua tipe stratifikasi ini menyangkut derajat strukturisasi kelas. Jika dalam masyarakat kapitalis strukturasi kelas tinggi, strukturasi kelas masyarakat sosialis lebih rendah. Kelas-kelas tidak dibedakan dengan perbedaan kultur seperti pada masyarakat kapitalis dan angka mobilitas lebih tinggi, khususnya mobilitas jarak jauh dalam struktur kelas-. Jadi, masyarakat sosialis lebih “terbuka”, sehingga kelas-kelas tidakbanyakberbeda satu sama lain.

Akhirnya, sistem stratifikasi masyarakat kapitalis dan sosialis negara tidak tumbuh dalam landasan yang sama dan bertahan dengan alasan yang sama (bandingkan: Parkin, 1971, 1979; Goldthorpe, 1966). Sistem stratifikasi kapitalis timbul melalui beroperasinya ekonomi pasar, atau lebih khusus lagi, melalui aktivitas individu dan kelompok dalam ekonomi pasar. Masyarakat sosialis negara tidak memiliki sistem pasar (atau hanya memiliki prinsipprinsip pasar yang belum sempurna), sehingga sistem stratifikasi tidak timbul sebagaimana timbulnya stratifikasi dalam masyarakat kapitalis. Stratifikasi tersebut timbul dari sistem politik, dari tindakan mereka yang menguasai negara (Goldthorpe, 1966). Birokrat partai mempunyai kekuasaan yang menentukan sifat dan tingkat ketidaksamaan ekonomi, seperti yang kita lihat dari sejarah pasang surutnya ketidaksamaan dalam negara sosialis sejak 1917. Ketika mereka yang berkuasa mengurangi ketidaksamaan ekonomi, mereka juga mendapatkan hak-hak istimewa tertentu.

Incoming search terms:

  • stratifikasi masyarakat industri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *