Advertisement

stratification (stratifikasi)

Stratifikasi sosial merujuk kepada pembagian orang ke dalam tingkatan atau strata yang dapat dipandang berbentuk urutan vertikal, sama seperti tanah bumi terletak di atas dan di bawah tanah lainnya. Meskipun metafora geologi yang digunakan sosiolog untuk menggambarkan ciri- ciri yang mencolok dari berbagai, atau semua, masyarakat. namun ada batasannya yang apabila dilampaui justru akan menyesatkan. Aransemen orang-orang di dalam masyarakat jauh lebih rumit aransemen tanah, dan berbeda dengan strata geoiogi, strata sosial tidak dapat dilihat de-ngan mata telanjang.

Advertisement

Ketika kita berbicara stratifikasi sosial kita memberi perhatian kepada posisi yang tidak sederajat dari individu di dalam masyarakat. Kadang-kadang istilah ini digunakan secara luas untuk merujuk kepada setiap bentuk kesenjangan, meskipun mungkin lebih bermanfaat jika kita membatasinya pada kesenjangan antar kelompok atau golongan orang dengan identitas yang pasti atau, setidaknya, dapat dikenal. Jadi kita berbicara tentang stratifi kasi antara pekerja manual dan non-manual, atau antara kulit hitam dan kulit putih, namun kita biasanya tidak berbicara tentang stratifikasi antar anggota keluarga. Implikasi dari hal ini adalah seseorang mungkin dapat menggambarkan sebuah masyarakat sederhana seperti” Andaman Islander atau ‘ Kung Bushmen” sebagai masyarakat yang tidak terstratifikasi meskipun ada derajat kesenjangan di dalam masyarakat tersebut.

Muncul perselisihan tentang apakah stratifikasi merupakan ciri universal dari semua masyarakat manusia (Bendix dan Lipset 1967). Sementara beberapa perselisihan ini mungkin berasal dari perbedaan penggunaan dari istilah yang sama namun ada juga perbedaan dalam sudut pandangnya. Teori fungsional tentang stratifikasi berpandangan bahwa stratifikasi dalam pengertiannya yang iuas bukan hanya ada secara universal tetapi juga menampilkan fungsi sosial tertentu. Yang lainnya berpandangan bahwa ada masyarakat di masa depan di mana stratifikasi akan hilang atau hancur, sebagaimana ada masyarakat di masa lalu di mana stratifikasi dalam pengertiannya yang terbatas telah hilang atau belum sempurna. Tidak mudah untuk melihat bagaimana masyarakat yang sekarang terstratifikasikan akan hilang stratifikasinya di masa depan, atau sulit untuk membuktikan bahwa stratifikasi mengandung fungsi sosial yang menentukan karena stratifikasi itu ada di mana-mana, atau hampir selalu ada di mana- mana.

Metafora geologi dari stratifikasi cenderung mengaburkan fakta bahwa di dalam masyarakat tertentu individu-individu yang sama mungkin mempunyai kedudukan yang berbeda tergantung pada kriteria yang dipilih. Setiap masyarakat menggunakan lebih dari satu kriteria penetapan peringkat, dan masyarakat yang berbeda tidak memiliki kriteria sama yang menonjol. Diperlukan lebih banyak keahlian dan penilaian untuk mengidentifikasi kriteria signifikan di dalam setiap kasus dan untuk menentukan tingkat konsistensinya. Beberapa sarjana menekankan pada konsistensi antar dimensi stratifikasi yang berbeda atau peran yang menentukan dari berbagai dimensi tersebut, sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa, meskipun berkaitan, dimensi-dimensi ini tidak dapat direduksi satu sama lain (Beteille 1977).

Aspek ekonomi atau dimensi stratifikasi adalah penting di dalam semua masyarakat dan terlihat jelas di dalam masyarakat modern. Tetapi kita segera melihat betapa rumitnya permasalahan ketika kita mencoba menspesifikasikan sifat dari dimensi ekonomi ini karena dimensi ini mungkin mengajak kepada kekayaan atau pendapatan atau jabatan yang, meskipun terkait erat satu sama lain, tidak sama. Kekayaan dan pendapatan relatif mudah diukur, tetapi karena distribusinya berkelanjutan maka tidak mudah untuk menarik garis batas antar orang berdasarkan berapa banyak yang mereka miliki. Lebih jauh lagi, yang penting bukan sekedar berapa banyak kekayaan atau pendapatan mereka, tetapi juga bagaimana pendapatan atau kekayaan tersebut diperoleh dan digunakan.

Di dalam masyarakat di masa lalu kekayaan dalam beberapa bentuk, seperti tanah, lebih berharga ketimbang kekayaan dalam bentuk lain, seperti uang, dan warisan kekayaan lebih bernilai ketimbang kekayaan yang diperoleh dari kegiatan perdagangan atau bisnis. Kapitalisme memang mengurangi signifikansi perbedaan semacam itu namun tidak menghilangkannya sama sekali. Dan sementara akumulasi dan transmisi kekayaan mungkin sangat terbatas di dalam masyarakat sosialis, disparitas pendapatan juga merupakan hal yang penting.

Semua masyarakat industri, entah itu kapitalis atau sosialis, menunjukkan kemiripan di dalam struktur kedudukan mereka. Peran kedudukan atau jabatan di dalam masyarakt ini lebih penting ketimbang bentuk masyarakat lainnya yang dikenal di dalam sejarah. Saat pemisahan jabatan dari domain domestik menjadi semakin kompleks, semakin banyak orang mempunyai jabatan yang pasti, dan identitas sosial mereka semakin banyak didefinisikan di dalam konteks ini.Sebagian besar kehidupan orang dewasa dihabiskan untuk mengejar kedudukan di pabrik-pabrik atau di kantor-kantor, dan kehidupan awal dari setiap orang telah dipersiapkan untuk tujuan ini. Struktur jabatan itu sendiri menjadi lebih bervariasi dan lebih kompleks.

Meskipun semua kedudukan dalam beberapa pengertian mungkin berguna namun tidak semuanya dihargai oleh para anggota masyarakat. Pandangan yang masuk akal dari hal ini, paling tidak di dalam masyarakat sosialis, adalah bahwa kedudukan atau jabatan dihargai secara berbeda-beda karena bayarannya berbeda-beda; namun ini tidak menjelaskan mengapa beberapa jabatan dibayar lebih banyak ketimbang jabatan lainnya. Peringkat jabatan dalam kenyataannya adalah fenomena yang sangat kompleks karena sebagian dikendalikan oleh pertimbangan kelangkaan dan sebagian lagi oleh perbedaan nilai di dalam masyarakat (Bendix dan lipset 1967; Goldthorpe dan Hope 1974). Di dalam semua masyarakat modern, peringkat jabatan diperumit dengan keanekaragaman nilai di antara berbagai kelompok di dalam masyarakat yang sama dan oleh pesatnya pergantian pejabat lama oleh yang baru.

Meskipun jelas ada beberapa keterkaitan antara penghargaan yang dinikmati oleh pemegang jabatan dengan pendapatan yang diperolehnya, namun hubungan ini tidak kuat (Cole 1955). Hal ini sebagian disebabkan perubahan terus-menerus yang berlangsung di dunia modern antara berbagai jabatan berkenaan dengan pendapatan dan penghargaan. Tetapi mungkin ada alasan fundamental lain dibalik lemahnya keterkaitan ini. Disparitas pendapatan antara jabatan manual dengan non-manual telah semakin berkurang di hampir semua masyarakat industri, tetapi jabatan manual masih kurang dihargai ketimbang non-manual, apalagi jika bayarannya berbeda. Hai ini berlaku tidak hanya di dalam masyarakat kapitalis tetapi juga di dalam masyarakat sosialis, meskipun ada bias untuk pekerja manual di dalam ideologi sosialis.

Jabatan berhubungan erat dengan pendidikan di semua masyarakat industri, tetapi mungkin hubungan ini lebih erat di dalam masyarakat sosialis ketimbang kapitalis (Cole 1955; Wesolowski 1979). Yang jelas pendidikan adalah berharga karena pendidikan memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran yang lebih baik. Namun selain itu pendidikan juga berharga karena alasan-alasan yang lain. Pendidikan membuat orang memiliki akses kepada pengetahuan dan makna batiniah dari kehidupan di dalam dan di iuar lingkungan jabatan mereka sendiri: semuanya ini berharga karena demi mereka sendiri dan bukan hanya demi imbalan yang diperolehnya.

Pendidikan, jabatan dan pendapatan masuk sebagai elemen penting di dalam gaya hidup yang dianut oleh pria dan wanita. Stratifikasi sosial mengejawantahkan dirinya khususnya melalui perbedaan gaya hidup antar anggota dari masyarakat yang sama (Bottomore 1965; Heller 1969). Perbedaan tersebut berkaitan dengan sisi material dan non-material dari kehidupan dan mungkin memanifestasikan dirinya di dalam gaya tempat tinggal, rumah dan makanan, yang semuanya mengindikasikan perbedaan gaya hidup mereka: dan bahasa. seperti yang kita tahu, cenderung memisahkan manusia ketimbang menyatukannya. Kelompok-kelompok dibedakan oleh gaya hidup mereka, khususnya manakala mereka menetapkan peringkat di antara mereka, yang pada umumnya mengacu kepada kelompok status.

Penggunaan populer tidak membedakan antara kelompok status dan kelas secara sistematis, namun penggunaan ini berguna tetap bermanfaat untuk tujuan tersebut.Menurut perbedaan yang

terkenal, kelas didefinisikan oleh posisinya di dalam sistem produksi sedangkan yang menjadi ciri kelompok status adalah adalah pola-pola konsumsinya. (Weber 1978 [1922]). Kelas dianggap sebagai sebuah agregat yang lebih besar ketimbang kelompok status dan kelas memperoleh identitas mereka di dalam oposisi satu sama lain d: arena politik. Jika relasi antar kelas biasanya berupa relasi konflik, maka relasi antar kelompok status adalah relasi persaingan (emulation). Persaingan gaya hidup inferior dengan superior menstabilkan sistem stratifikasi yang berlaku.

Pendapatan, jabatan dan pendidikan bukan satu-satunya hal yang berharga berkenaan dengan status atau gaya hidup di dalam masyarakat modem. Ras dan etnis memiliki signifikansi independen berkaitan dengan status dan gaya hidup. Meskipun perbedaan ras pada dasarnya bersifat biologis, seberapa besar perbedaan itu berpengaruh di dalam stratifikasi tergantung kepada nilai yang diberikan untuk perbedaan ini di dalam masyarakat yang bersangkutan. Eksistensi dasar dari perbedaan ras yang tajam seperti di Afrika Selatan dan, dalam beberapa hal. di Amerika Serikat, mengindikasikan pembatasan hukum atau adat perkawinan antar anggota ras yang berlainan. Pembatasan seperti itu biasanya diasosiasikan dengan perasaan superior dan inferior di antara ras-ras yang bersangkutan.

Endogami, entah itu sebagai aturan atau sebuah kecenderungan, mungkin merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mempertahankan batas-batas antar strata sosial (Ghuyre 1969; Weber 1958 [1920]). Secara keseluruhan mekanisme ini lebih banyak dipraktekkan antar golongan berdasar ras. kasta dan etnis ketimbang antar golongan pendapatan, jabatan dan pendidikan. Ketika batas-batas antar kelompok ras dan etnis dipertahankan dengan ketat melalui endogami, melalui pemisahan residensial dan melalui cara-cara lain, maka akses ke pendidikan dan pekerjaan yang lebih tinggi cenderung semakin sulit bagi beberapa golongan ketimbang beberapa golongan lainnya. Dalam kasus semacam ini kesenjangan kesempatan menyulitkan pencegahan reproduksi sistem stratifikasi yang sudah ada.

Stratifikasi berdasarkan ras terlihat dalam bentuknya yang paling jelas dan ekstrim di Afrika Selatan. Di sana pemisahan ras tidak hanya merupakan praktek sosial yang merata, tetapi, sampai sekarang, juga diterima sebagai prinsip sosial dasar. Pemisahan (segregation) atau apartheid yang secara harfiah berarti keterpisahan adalah norma resmi di daiam masyarakat Afrika Selatan dan mengatur semua aspek kehidupan sosial, mulai dari perkawinan sampai politik. Akar dari apartheid, seperti kebanyakan stratifikasi berdasarkan ras, berasal dari pengalaman pemerintahan kolonial. Di Afrika Selatan hubungan yang tidak sederajat antara pendatang dengan penduduk pribumi dipaksakan oleh pendatang kepada penduduk pribumi dan terus berlangsung sampai 1994 melalui prinsip dan praktek pemisahan atau apartheid.

Kekuasaan ikut ambil bagian dalam memelihara dan mereproduksi stratifikasi sosial di berbagai tempat. {Beteille 1977; Dahrendorf 1968). Pertama, ada penggunaan aparatus negara untuk memperkuat previlese strata superior dan menghalangi pemberdayaan strata inferior, seperti yang terjadi di Afrika Selatan sebelum tahun 1994. Tetapi kekerasan mungkin juga digunakan untuk tujuan yang sama di luar kerangka kenegaraan, seperti dalam kasus hukuman mati tanpa pengadilan, baik itu oleh negro maupun kulit putih, atau dalam kasus kasta Hindu di India. Penggunaan paksaan yang paling mencolok biasanya terjadi saat bubarnya kesepakatan di dalam masyarakat tentang peringkat yang diduduki oleh para anggota masyarakat tersebut.

Ras sering dibandingkan dengan kasta karena keduanya adalah bentuk stratifikasi yang ditandai dengan kekakuan, Dan memang, istilah kasta telah menjadi sinonim dengan stratifikasi sosial yang kaku. Sistem kasta ditemukan dalam bentuknya yang paling istimewa di penduduk Hindu tradisional India meskipun perbedaan serupa juga ditemukan di tradisi agama lainnya di India dan negara-negara Asia Selatan. Sampai sekarang perbedaan kasta masih bertahan di kalangan penganut Hindu dan perbedaan ini dipertahankan dengan beragam aturan dan pembatasan. Setiap kasta atau sub-kasta mengembangkan gaya hidupnya sendiri-sendiri yang dengannya identitas sosial mereka terjaga. Max Weber berpendapat bahwa kasta lebih baik digolongkan ke dalam kelompok status.

Banyak perubahan terjadi di dalam sistem kasta, Perbedaan kasta di masyarakat India kontemporer sebagaimana perbedaan ras di Amerika berdampingan dengan berbagai perbedaan dan kesenjangan lainnya yang berakar pada beberapa hal. Salah satu aspek penting dari tatanan tradisional masyarakat India adalah kesenjangan antar orang tidak hanya ada dalam kenyataan tetapi juga diterima sebagai bagian dari skema alamiah. Hal ini juga berlaku di dalam masyarakat Eropa abad pertengahan di mana konsepsi tentang masyarakat hirarkis didukung oleh hukum dan agama. Kini segala sesuatu terus berubah, dan di dalam sebagian besar masyarakat kesenjangan atau stratifikasi eksis di dalam lingkungan legal dan moral di mana kesetaraan adalah nilai dominan. Ini berarti bahwa stratifikasi di dalam sebagian besar masyarakat kontemporer jauh lebih longgar dan cair ketimbang masyarakat di masa lalu yang dibagi menjadi kasta atau kedudukan yang hirarkinya diakui dan diketahui oleh hampir semua anggota masyarakat.

Incoming search terms:

  • konflik antara orang kulit hitam dan kulit putih di amerika serikat dinamakan konflik
  • penggolongan masyarakat di amerika hitam dan putih
  • konflik antara kulit hitam dan kulit putih dinamakan
  • konfil antara orang kulit hitam dan putihdi sebut
  • kenapa stratifikasi sosial lebih komplek
  • kenapa stratifikasi di amerika sangat beragam
  • golongan kulit putih dengan kulit hitam di amerika serikat disebut
  • golongan kulit putih adalah
  • yang memisahkan golongan kulit outih dengan kulit hitam
  • di afrika golongan kulit putih dengan golongan perbumi di sebut

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • konflik antara orang kulit hitam dan kulit putih di amerika serikat dinamakan konflik
  • penggolongan masyarakat di amerika hitam dan putih
  • konflik antara kulit hitam dan kulit putih dinamakan
  • konfil antara orang kulit hitam dan putihdi sebut
  • kenapa stratifikasi sosial lebih komplek
  • kenapa stratifikasi di amerika sangat beragam
  • golongan kulit putih dengan kulit hitam di amerika serikat disebut
  • golongan kulit putih adalah
  • yang memisahkan golongan kulit outih dengan kulit hitam
  • di afrika golongan kulit putih dengan golongan perbumi di sebut