Advertisement

Dalam bidang psikologi, adalah tekanan batin yang dialami seseorang karena dia menghadapi tuntutan – dari dunia luar atau dari dunia dalam dia sendiri. Tetapi orang juga bisa mengalami stres justru karena tidak ada sama sekali hal-hal yang dituntut dari dirinya. Tanpa tuntutan hidup, orang akan merasa tidak mempunyai makna atau tujuan, dan perasaan inilah yang membuat orang yang bersangkutan mengalam stres. Hans Selye (1974), yang telah mengadakan si di mendalam tentang stres, mengatakan bahwa stres adalah bumbu kehidupan. Kehidupan selalu menghadapkan orang kepada tuntutan-tuntutan, jadi orang selalu akan mengalami stres.

pada tingkat optimal stres yang justru memungkinkan dan membuat orang merasakan kepuasan-ke- puasan dalam hidup ini. Stres yang demikian menjadi sumber motivasi, mendorong orang untuk bekerja dan berkreasi, yang semuanya akan memberikan kepuasan-kepuasan kepadanya. Stres di atas dan di bawah tingk optimal itu dinamakan Selye stres yang tidak sehat Jan berdampak negatif terhadap individu. Stres yang tidak sehat sering pula ditimbulkan oleh perubahan-perubahan besar dalam kehidupan, yang utama di antaranya adalah meninggalnya teman hidup atau seseorang yang sangat dekat, mendapat cacat karena kecelakaan, atau cacat sosial karena dipenjarakan, perlakuan yang tidak adil, kehidupan perkawinan yang tidak harmonis, dll.

Advertisement

Selain berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik, sehingga timbul sakit kepala, tekanan darah tinggi, sakit jantung, misalnya, stres juga mempunyai dampak alas pikiran dan perasaan seseorang. Dia bisa menjadi pelupa, sulit berkonsentrasi dan sulit tidur, juga dihinggapi perasaan cemas yang terus-menerus, menjadi pemurung atau menjadi cepat marah.

Karena melihat bahwa stres tidak selalu bersifat negatif, para ahli tidak berbicara tentang cara-cara mengatasinya: menurut pendapat mereka lebih tepat orang belajar mengelolanya. Cara yang banyak direkomendasi adalah dengan pelatihan relaksasi dan pelatihan biofeedback. Pelatihan relaksasi mengajarkan cara- cara menenangkan diri dengan merelaksasikan atau mengendurkan otot-otot. Pada pelatihan biofeedback digunakan satu alat yang mencatat perubahan- perubahan yang terjadi pada orang yang mengalami stres. Dengan memperhatikan catatan-catatan yang ditampilkan oleh alat tersebut, individu – dengan cara yang juga belum jelas bagi para ahli – dapat mengatur keadaan dirinya dan membangkitkan ketenangan dirinya. Mereka yang condong ke keagamaan menganjurkan untuk belajar hidup dengan stres dan memperoleh ketenangan dengan berdoa dan berserah diri kepada Yang Mahakuasa.

Daiam kaitannya dengan pekerjaan, stres didefinisikan oleh Terry Beehr dan John Newman dalam artikel yang dimuat dalam Personnel Psychology (‘Winter 78), sebagai “kondisi fisik atau mental yang dihadapi individu sebagai akibat dari interaksi antara individu itu dan faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaannya, dan memaksa individu itu berlaku menyimpang dari kebiasaan normalnya.”

Stres merupakan gejala yang umum dijumpai dalam lingkungan pekerjaan. Bermacam-macam faktor bisa menjadi penyebabnya, dan akibatnya pun muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berbentuk gejala penyimpangan fisik, dan ada pula yang berbentuk gejala psikis.

Beberapa gejala fisik yang sering dijumpai pada °rang yang menderita stres, dalam kaitan dengan Pekerjaannya, adalah debar jantung yang lebih cepat, tekanan darah meninggi, sesak napas, bola mata melebar, keringat dingin, dan kadar gula darah yang cenderung meningkat. Stres berkepanjangan yang disertai gejala-gejala tersebut dapat mengakibatkan kondisi yang membahayakan seperti serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, sakit kepala, luka lambung, penyumbatan pembuluh darah, gatal-gatal, dan alergi. Penelitian bahkan membuktikan bahwa beberapa jenis kanker, termasuk leukemia dan kanker ke-lenjar getah bening, mempunyai hubungan dengan reaksi stres yang berkepanjangan.

Gejala psikis atau emosi yang disebabkan oleh stres tidak sama pada semua orang. Dua orang yang menghadapi masalah yang sama bisa menunjukkan reaksi yang amat berbeda. Yang seorang mungkin cenderung bereaksi negatif, sedangkan yang lain malah menunjukkan reaksi positif. Misalnya, dua orang kehilangan pekerjaan. Orang pertama menjadi marah, putus asa, bahkan sampai mengalami depresi, sedangkan orang kedua melihat kejadian ini sebagai dorongan untuk berwiraswasta. Akibat psikis negatif umum yang ditimbulkan oleh stres adalah ketegangan, rasa cemas berlebihan, putus asa, keluhan tentang rasa sakit yang terus-menerus, dan sikap defensif.

Akibat umum gejala psikis yang ditimbulkan oleh stres adalah perubahan perilaku yang dapat mengganggu hubungan antarindividu dalam suatu organisasi, misalnya: kemerosotan prestasi kerja karyawan karena kurang memperhatikan tugas-tugas rutin; kecelakaan kerja yang sering terjadi pada karyawan yang sebelumnya terkenal amat hati-hati; sikap panik dan impulsif dalam mengambil keputusan; dsb.

Secara individual stres dapat diatasi, misalnya, dengan menyadari penyebab stres dan mengambil tindakan konstruktif untuk menghindarinya. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kebiasaan buruk seperti gampang marah, mengadakan latihan fisik atau olahraga yang teratur untuk relaksasi otot. dan lain-lain. Dalam organisasi, stres dapat diatasi, misalnya, dengan cara mengurangi dan mencegah hal- hal yang dapat menimbulkan stres. Hal ini adalah tanggung jawab manajemen atau pimpinan. Sebaliknya, manajemen juga berkewajiban menciptakan sua-sana yang dapat menantang dan merangsang prestasi kerja para karyawan.

Fisika. Pada bidang fisika, stres atau tekanan berani gaya yang bekerja pada suatu benda per satuan luas benda itu. Dalam statika, karena benda yang menderita gaya itu umumnya tidak bergerak, maka haruslah ada sepasang gaya yang bekerja dengan arah yang berlainan dan sama besar. Stres ini akan mengakibatkan perubahan bentuk, yang dinyatakan dalam regangan (strain), yaitu perubahan dimensi relatif terhadap dimensi semula. Ada tiga pasang gaya yang menimbulkan tiga macam stres. Stres pemampatan timbul misalnya bila ada dua gaya sama besar, satu bekerja ke bawah pada bidang atas suatu balok, dan yang lain berarah ke atas pada alas balok itu. Pada stres uluran gaya atas berarah ke atas, dan gaya bawah berarah ke bawah. Stres ketiga, stres guntingan (shearing stress), ditimbulkan oleh bekerjanya sejumlah gaya sedemikian sehingga bidang-bidang (khayal) sejajar dalam benda itu cenderung untuk bergerak relative satu sama lain.

Incoming search terms:

  • pengertian stres
  • pengertian sters

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian stres
  • pengertian sters