PENGERTIAN STRUKTURASI DI BAWAH SOSIALISNTE NEGARA

26 views

PENGERTIAN STRUKTURASI DI BAWAH SOSIALISNTE NEGARA – Strukturasi kelas merupakan derajat kekakuan hirarkhi kelas yang menyebabkan kelas menjadi relatif terisolasi sehingga pergantian atau perubahan anggota relatif tidak memungkinkan (Giddens, 1980). Indikator utama dari derajat strukturasi kelas dalam tiap masyarakat adalah angka mobilitas sosial dan sampai sejauh mana kelas-kelas tersebut merupakan kelompok-kelompok yang berbeda secara kultural. Sebuah masyarakat dengan strukturasi kelas yang tinggi mempunyai kelas-kelas yang berbeda secara kultural dan tidak dapat ditembus, dan merekrut anggotanya sendiri. Sebaliknya, kelas dengan strukturasi rendah terjadi jika angka mobilitas tinggi dan perbedaan kultural antara berbagai kelas tidak Bagaimana dengan strukturasi kelas dalam masyarakat sosialis negara?

Ada kesepakatan umum yang beranggapan bahwa angka mobilitas sosial dalam masyarakat sosialis negara relatif tinggi, setidak-tidaknya pada waktu lampau (Parkin, 1971; Giddens,1980; Yanowitch, 1977). Sebagai contoh, suatu penelitian tentang Hongaria pada 1963 memperlihatkan bahwa 77% posisi intelektual kantoran diisi oleh orang-orang yang mempunyai latar belakang petani dan pekerja (Parkin, 1971). Sebagai tambahan, sensus tahun 1960 di Yugoslavia mengindikasikan bahwa 62% manajer dan administrator mempunyai latar belakang pekerja manual (Parkin, 1971). Lebih lanjut, di Uni Soviet pada akhir 1960-an proporsi intelektual yang berlatar belakang kelas pekerja kasar dan petani adalah 40-50% (Yanowitch, 1977). Jika kelas intelektual berasal dari kelas pekerja kantoran rendahan ditambah dengan kelas pekerja kasar dan keluarga petani jelas bahwa mayoritas kelas intelektual berasal dari luar kelasnya sendiri (Yanowitch, 1977). Data-data ini memberi kesimpulan bahwa ada “keterbukaan” struktur kelas dalam masyarakat sosialis negara. Bukan hanya angka mobilitasnya tinggi, tetapi juga terjadinya mobilitas “jarak jauh”. Seperti yang ditulis oleh Parkin (1977:157): “Hal yang penting dari mobilitas sosial dalam masyarakat sosialis adalah adanya mobilitas jarak jauh melintasi hirarkhi kelas yang ada , tidak sekedar sampai pada perubahan personal saja.” Dari data masyarakat sosialis negara tersebut, terlihat bahwa strukturasi kelas relatif rendah. Begitu juga dengan perbedaan kultural. Walaupun Yanowitch menekankan bahwa kelas-kelas di Uni Soviet dibedakan atas gaya hidup dan gaya konsumsi mereka, perbedaan yang ada tidak begitu besar, sehingga Parkin berpendapat perbedaan kultural antar kelas dalam masyarakat sosialis negara adalah rendah. Untuk mendukung pernyataannya, ia menyatakan bahwa orientasi nilai negatif atau defensif tidak berkembang pada kelas-kelas bawah, tidak seperti apa yang disebut sebagai ”kelas pekerja subkultur” dalam masyarakat kapitalis. Akibatnya anggota kelas intelektual gagal menciptakan kultur, aksen, cara berpakaian yang sangat berbeda seperti yang dilakukan oleh elit kapitalis. Perkembangan-perkembangan ini mendorong Parkin untuk berkesimpulan (1971:158): “Dengan demikian, para teoritisi yang mengklaim bahwa masyarakat adalah ‘tanpa kelas’ karena kurang tajam [perbedaan kultural antar kelas] telah menampilkan ciri-ciri penting jenis masyarakat ini”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *