Advertisement

Adalah analisis untuk mengambil keputusan tentang kelayakan suatu rencana investasi. ‘Layak’ di sini berarti bahwa manfaat yang diperoleh dari kegiatan investasi tersebut cukup besar dibandingkan dengan dana yang dibutuhkan untuk membiayainya. Untuk organisasi yang bertujuan mencari keuntungan, layak berarti bahwa tingkat laba yang peroleh cukup besar, sedang untuk organisasi nirlaba, ini berarti biaya yang dikeluarkan minimal.

Studi kelayakan diperlukan misalnya dalam rangka memperkenalkan produk baru, memulai suatu usaha baru, menambah kantor cabang, atau meningkatkan pelayanan.

Advertisement

Format Studi Kelayakan. Pada umumnya studi kelayakan berisi paling tidak tiga macam analisis, yaitu: (1) analisis permintaan atau kebutuhan; (2) analisis biaya; dan (3) analisis manfaat atau laba investasi. Ketiga macam analisis ini pada akhirnya harus menghasilkan Ikhtisar Rugi Laba proforma, yaitu proyeksi rugi laba berdasarkan perkiraan pendapatan dan biaya selama periode tersebut. Berdasarkan proyeksi ini dapat diperkirakan besarnya pemasukan uang tunai, yang sering disebut arus kas masuk, dari kegiatan yang akan dilaksanakan, dan kemudian dihitung nilai sekarang kegiatan itu. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat laba investasi atau kelayakannya, nilai sekarang dari arus kas masuk tersebut dibandingkan dengan pengeluaran investasi yang harus dilakukan untuk membiayai kegiatan tersebut. Arus kas masuk adalah laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan (Lihat juga ARUS KAS ).

Untuk organisasi nirlaba, setidak-tidaknya harus dilakukan analisis pertama dan kedua, yaitu analisis permintaan atau kebutuhan dan analisis biaya. Tanpa kedua analisis ini investasi yang telah dilakukan dapat mubazir atau kurang bermanfaat. Misalnya sebuah rumah sakit memutuskan untuk menambah jumlah ruangan dan tempat tidur untuk melayani penderita sakit jantung sebanyak 100 tempat tidur. Ternyata setelah fasilitas ini dibangun dan dioperasikan, hanya ada dua atau tiga pasien jantung yang memerlukan rawat nginap. Analisis permintaan atau kebutuhan dapat mencegah hal seperti ini.

Analisis yang ketiga, yaitu analisis manfaat investasi, dinilai berdasarkan kriteria yang sangat berbeda, sangat bervariasi, dan jauh lebih sulit dibanding dengan analisis laba investasi untuk perusahaan yang berorientasi keuntungan. Tetapi bagaimanapun analisis manfaat ini tetap harus dilakukan, karena pada dasarnya studi kelayakan didasari salah satu prinsip utama dalam manajemen, yaitu: pertimbangkanlah dampak setiap keputusan sebelum hal itu dilaksanakan.

Advertisement