PENGERTIAN STUDI-STUDI EVOLUSI AGAMA ADALAH – Wallace membatasi konsepsinya mengenai agama monoteistik pada agama_ agama dunia historis yang timbul selama atau sesudah seribu tahun pertama sebelum Kristus. Namun seperti dikemukakan oleh Guy Swanson (1960), ada sejumlah masyarakat primitif dan kuno yang menyembah suatu dewata yang dipercayai sebagai pencipta tunggal dunia ini. Swanson mengidentifikasi bentuk praktek keagamamit,demikian sebagai penyembahan “dewa tertinggin (high gods), dan melalui suatu studi atas 50 masyarakat primitif dan kuno la berusaha untuk memerinci kondisi-kondisi sosial dalam mana muncul kepercayaan terhadap dewa tertinggi itu. Salah satu temuan dari penyelidikan Swanson ialah bahwa kepercayaart terhadap dewa tertinggi itu sangat kuat berkaitan dengan adanya sejumlah kelompok yang berkuasa dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hirarkhis (suatu kelompok berkuasa ialah kelompok yang menjalankan suatu yurisdiksi yang independen atas semacam lingkungan kehidupan sosial). Masyarakat-masyarakat yang mempunyai hanya satu atau dua kelompok berkuasa jarang mempunyai kepercayaan terhadap dewa tertinggi, sementara sebagian besar dari masyarakat-masyarakat yang mempunyai tiga atau lebih kelompok yang berkuasa yang tersusun secara hirarkhis mempunyai kepercayaan yang demikian itu. Temuan-temuan itu memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap dewa tertinggi hanya cenderung dijumpai dalam masyarakatmasyaraka t yang berada di balik suatu tingkat kompleksitas sosial dan politik tertentu..

Swanson juga menghasilkan temuan-temuan laill yang secara langsung berkaitan dengan suatu poinahaman tentang evolusi agama. Ia mencatat bahwa dalam banyak masyarakat kekuasaan supematural dirasakan tidak berperan aktif dalam perilaku moral sehari-hari illdividu. Namun, pada ba-nyak masyarakat laill kekuasaan supernatural itu secara aktif berperan terha-dap moralitas sehari-hari, dan sanksi-sanksi supematural diterapkan guna menjamin kepatuhan kepada aturan-aturan moral. Hasil penelitian Swanson itumemperlihatkan bahwa sanksi-sanksi supematural terhadap perilaku moral paling cenderung terdapat dalam masyarakat-masyarakat yang mempunyai satu atau lebih ciri-ciri berikut: hubungan-hubungan ketergantungan yang besar, kelas sosial, harta benda yang dimiliki secara individual, dan hak anak sulung Faktor yang paling kuat berkaitan dengan sanksi-sanksi supernatural terhadap moralitas ialah adanya kelas-kelas sosial. Temuan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi agama itu ditransformasikan sesuai dengan transformasi sosial-budaya lainnya. Dengan adanya stratifikasi sosial, maka timbul suatu kebutuhan yang sangat penting akan strata sosial yang diistimewakan guna melindungi posisi sosial, ekonomi, dan politik mereka yang tinggi. Agama menjadi suatu alat utama untuk perlindungan demikian itu. Kekayaan, kekuasaan, dan status yang superior dapat dilegitimasikan dalam pengertian agama — sebagai sesuai dengan kehendak ilahi atau supernatural — dan ancaman hukuman supernatural dapat ditampilkan sebagai alat untuk menjamin kepatuhan mereka yang tidak mempunyai hak-hak istimewa terhadap aturan-aturan yang disusun oleh mereka yang mempunyai hak-hak istimewa.

Studi laM yang menyangkut evolusi agama ialah dari Ralph Underhill (1975). Seperti Swartson, Underhill berusaha untuk menentukan kondisi-kon-disi sosial spesifik yang bertanggung jawab atas adanya suatu kepercayaan terhadap suatu dewa tertinggi di dalam beberapa masyarakat. Dengan meng-gunakan suatu sampel yang sangat besar dari masyarakat-masyarakat primitif dan kuno, Underhill menemukan bahwa adanya dewa tertinggi berkaitan erat dengan tingkat kompleksitas ekonomi dan politik suatu masyarakat. Pada umumnya, semakin kompleks suatu masyarakat secara ekonomi dan secara politik, maka semakin cenderung masyarakat itu mempunyai kepercayaan terhadap dewa tertinggi. Selanjutnya Underhill menandaskan bahwa meski kompleksitas ekonomi matipun kompleksitas politik mempunyai kaitan yang kuat dengan adanya dewa tertinggi, kompleksitas ekonomilah yang lebih kuat hubungannya. Underhill menafsirkan temuan-temuannya itu dalam pengertian Marx (1975:860):

Incoming search terms:

  • pengertian studi agama

Filed under : Bikers Pintar,

Incoming search terms:

  • pengertian studi agama